Sabtu, 16 Desember 2017

Manfaat dan Keuntungan Menjadi Local Guide

Hampir sebagian besar orang saat ini telah menggunakan ponsel dengan sistem operasi android. Ponsel android bukan hanya mudah digunakan tetapi juga terjangkau secara harga.  Semakin hari perusahaan teknologi berlomba-lomba menciptakan beragam jenis ponsel android terbaru dengan segala kelebihan fiturnya. Tidak mengherankan jika semakin hari akan sangat mudah ditemui ponsel android yang tidak hanya canggih secara fitur tetapi juga murah secara harga. Bukan hanya di kota besar di Jakarta saja melainkan juga hingga ke pedalaman Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur dengan mudah dapat ditemukan seseorang menggunakan ponsel android.

Pengguna ponsel android sendiri tentu paham bahwa jika mengunakan android maka hal yang paling utama dilakukan adalah membuat ‘Google Account’. Google sebagai pendukung utama system operasi android telah mengembangkan dan menyempurnakan system android dan segala fiturnya secara berkala. Tidak heran jika saat pertama menggunakan android kita akan menemukan firur-fitur dasar bawaan andoid semisal gmail, Google Plus, youtube, google playstore, google music, Maps dan masih banyak lagi. Kali ini kita akan membahas secara khusus salah satu bagian dari Google Maps yaitu Local Guides.


Manfaat dan Keuntungan Menjadi Local Guide
Local Guide

Apa itu Local Guides?

Local Gudies atau dalam Bahasa Indonesianya “Pemandu Local” merupakan sebuah komunitas yang difasilitasi oleh google yang berisi orang-orang yang menandai, memberi pentunjuk, ulasan, rating/peringkat mengenai sebuah tempat berdasarkan google Maps melalui perangkat mereka. Disini ada kaitan era tantara Local Guides dan Google Maps. Para Local Guides memberikan petunjuk, ulasan maupun pendapatnya berdasarkan Google Maps.

Baca Juga: Asal-Usul Nama Manggarai Jakarta

Local Guides hanya dapat digunakan oleh orang yang memiliki akun google (Google Account) pada perangkat. Dan patut dicatat bahwa semua orang yang memiliki google account dapat menjadi seorang Local Guide. Untuk menjadi seorang Local Guide bersifat gratis dan sukarela.

Berawal dari iseng-iseng akhirnya mulai rajin menjadi Local Guide. Sebagai seorang Manggarai-Flores perantauan yang tugas hariannya berjalan kesana kemari akhirnya dengan iseng-iseng mengisi waktu luang saat menunggu dengan mengisi informasi di Google Maps. Kadang-kadang memberikan review dan menambahkan serta melengkapi informasi mengenai sebuah tempat.

 

Menghasilkan Uang Melalui Local Guide

Banyak orang yang bertanya “Bagaimana caranya menghasilkan Uang Melalui Loca Guide?”. Disini saya sedikit memberi penjelasan sejauh yang saya alami selama menjadi Local Guide bahwa Google tidak pernah memberikan Uang (Secara Langsung) melalui partisipasi menjadi Local Guide.

 Local Guides merupakan sebuah komunitas yang difasilitasi oleh google yang berisi orang-orang yang menandai, memberi pentunjuk, ulasan, rating/peringkat mengenai sebuah tempat berdasarkan google Maps melalui perangkat mereka

Hal ini akan sedikit banya berbeda dengan kita memiliki akun Google Adsense. Jika melalui Google Adsense kita mendapatkan keuntungan (Lansung) melalui iklan yang ditayangkan oleh Google pada Website, blog, Youtube dan apps kita.

 

Apa Manfaat menjadi Seorang Local Guide?

Ada beberapa manfaat yang didapatkan jika menjadi seorang Local Guide:

Pertama; Kita secara tidak langsung membantu orang lain dalam menemukan tempat yang mereka cari. Melalui Local Guide kita dapat menambahkan, melengkapi dan memberikan informasi mengelai sebuah tempat. Informasi itu berupa Gambar, lokasi, dan keterangan yang telah disediakan oleh google mengenai tempat tersebut. Bahkan kita diberikan kebebasan menilai berdasarkan rating kepuasana kita terhadap sebuah tempat. Selain itu secara tidak langsung kita membantu orang lain yang memiliki kebutuhan khusus semisal lumpuh melalui informasi yang kita berikan. Fitur penandaan dan informasi melalui Local Guide inilah yang akan dipakain oleh begitu banyak aplikasi, sebut saja whatsapp, instagram, Waze, facebook, path dan masih banyak lainnya.


Kedua; Google memberikan kepada kita penghargaan berupa “Badge” dan “Point”, yang merupakan sebuah tanda ucapan terimakasih atas partisipasi kita di menjadi seorang Local Guide. Semakin sering kita menambahkan, memberi informasi dan melengkapi informasi suatu tempat maka point dan badge kita akan semakin bertambah.

Ketiga; Google akan memberikan kita reward melalui mitra-mitranya yang telah bekerja sama dengan google. Biasanya yang didapat adalah diskon/potongan harga. Di Indonesia sendiri biasanya diberikan kupon digital potongan harga di situs belanja Online, Website travel dan website hotel. Potongannya sendiri pun terbilang cukup lumayanlah.

Keempat; Kita dapat menambahkan tempat bisnis/tempat usaha kita di Google maps melalui fitur Local Guides. Melaui Local Guide maka lokasi dan tempat usaha kita akan semakin dikenal dan diketahui khalayak ramai. Dengan demikian, secara tidak langsung mendatangkan keuntungan bagi kita khususnya yang berkecimpung langsung di dunia usaha.

Demikian sedikit sharing pengalaman sejauh menjadi seorang Local Guide, sejauh ini saya sendiri masih tergolong baru dalam membantu orang lain melalui Fitur Local Guide dan masih mendapat Bintang Lima dan mengumpulkan 500an point. Maka marilah kita mulai menggunakan gadged/perangkat kita secara bijak dan positif dengan menjadi seorang Local Guide.

Program Studi Universitas Pamulang Kelas Karyawan

Manggarai… Nah, Jika sebelumnya saya membagikan tulisan mengenai awalmula mengapa saya memutuskan mengambil kuliah di  Unpam (Baca Juga; Suka-Duka Kuliah di Unpam) dan juga sebelumnya saya juga telah membagikan Tulisan mengenai awal mula perjuangan mendaftar dan mengikuti test masuk Unpam (Baca Juga: Pengalaman Test Masuk Unpam).

Program Studi Universitas Pamulang Kelas Karyawan
Anak Unpam

Sekian tahun menjalani perkuliahan dengan segala suka dukanya di Unpam banyak yang bertanya; Apa kelebihan dari mengikuti perkuliahan kelas karyawan di Unpam (Universitas Pamulang)? Masing-masing orang yang pernah menjalalani perkuliahan di Unpam pasti punya kesan dan pesannya tersendiri. Namun kali ini saya akan merangkum apa kelebihan menjalani perkuliahan kelas karyawan di Universitas Pamulang. Tentunya ini berdasarkan pengamatan dan pengalaman dari kacamata seorang mahasiswa yang berasal dari Manggarai- Flores NTT.


1.    Kampus Unpam Menciptakan Iklim Belajar yang Sangat Baik

Tentu kita pernah mendengar peribahasa latin yang berbunyi “Non schole, sed vitae discimus” yang kurang lebih berarti ‘Kita belajar bukan untuk sekolah melainkan untuk hidup'. Di Unpam kita diberi kebebasan berpendapat dan pendapat kita dihargai, kita dihargai walaupun kita berbeda, kita bisa dengan bebas bertanya kepada siapa saja entah teman ataupun dosen lintas fakultas (Ini pengalaman pribadi) dan dengan senang hati mereka akan membagikan pengetahuannya kepada orang lain.


2.    Unpam adalah Kampus Profesioal

Mengapa Unpam adalah kampus Profesional? Hampir seluruh mahasiswa Unpam kelas eksekutif adalah karyawan. Teman sekelas saya berasal dari berbagai macam profesi. Ada yang masih memiliki sangkut pautnya dengan dunia Teknik Informatika dan ada yang bukan. Ada yang pekerjaanya sebagai programmer,  Teknisi Jaringan, Sistem Analis, website programmer, IT Support, Sistem Analist, guru, tukang parkir, security, Admin, kontraktor, sopir, kurir, ojek online, supervisor, apoteker, freelancer dan macam-macam latar belakang pekerjaan.

Kelebihannya? Jika saat mata pelajaran jaringan yang bekerja di bagian jaringan tentu saja akan kebanjiran pertanyaan atau dimintain bantuan baik oleh dosen pengajar sendiri maupun dari teman-teman sekelas dan dengan senang hati dia akan membagikan ilmunya. Begitu juga dengan teman-teman yang bekerja di bagian pemograman ataupun website. Karena sehari-hari teman-teman tersebut berkutat dengan hal itu dan mereka memiliki ilmu yang selalu update karena merupakan tututan pekerjaan.

Bukan hanya soal pelajaran saja, teman-teman lain pun akan bersedia membantu. Misalkan ada yang hendak membeli motor atau rumah, nah teman kampus yang bekerja sebagai lising pun dengan senang hati membantu dan membagikan tips dan triknya. Begitu juga dengan masalah asmara, biasanya teman-teman yang sudah berumah tangga akan dengan senang hati memberikan nasehatnya. Terlebih teman kelas wanita yang sudah menikah (Biasanya diserahin tugas sebagai bendahara) atau yang sudah berlabel “emak-emak” kalo untuk urusan cinta mahh mereka psikolog yang paling toplahh.


Program Studi Universitas Pamulang Kelas Karyawan
Jangan main mulu sini belajar-Anak Unpam



3.    Anak Unpam Adalah calon menantu Idaman

Nah, gimana nga dibilang calon menantu idaman; mahasiswa udah punya kerja lagi. Pas deh pokoknya. Sebagian besar cewek unpam mengenakan hijab, dan saat waktunya sholat mushola selalu dipadati oleh mahasiswa. Orangtua mana yang nga kepincut? Cakep, pinter, rajin beribadah udah bekerja.

Take me down
To the paradise city
Where the grass is green
And the girls are pretty
Oh, won't you please take me home

"Paradise City" Guns N' Roses

Jujur aja cewek unpam itu cantik-cantik. Inilah salah satu hal yang membuat saya betah ke kampus. Bukan apa-apa pemandanganya ‘Adem’.  Awalnya saya sempat agak kecewa sejak kampus untuk anak Teknik Informatika dipindahkan ke Kampus Viktor, bukan apa-apa anak IT sebagian besar isinya cowok semua dan jangan salah anak cewek Teknik Informatika Unpam bening-bening lho. Tetapi sejak tahu bahwa anak Sastra Inggris juga kampusnya di Viktor dan menempati lantai lima akhirnya jadi semangat lagi.

Seorang teman pernah berkelakar “Kalo di Alexis lantai tujuh adalah surga dunia, di Unpam Viktor Lantai lima adalah surga dunia” Maklum anak sastra Inggris rata-rata diisi oleh kaum hawa, dan sebagai catatan “Mereka bening-bening semua”. Ini jadi pemandangan adem tersendiri saat di kantin kampus ataupun saat jam istirahat.


4.    Kampus Unpam adalah Indonesia

Mahasiswa dan Dosen Unpam berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, dari Sabang sampi Merauke. Dari berbagai suku bangsa, ada yang dari Aceh, Kalimantan, Papua, Sulawesi, Jawa, Batak, Bali, Sunda, pokoknya banyaklah. Dan semuanya saling menghargai satu dengan yang lain. Hal ini yang membuat saya betah dan menikmati tahun-tahun kuliah saya di Unpam. Walaupun pada awalnya saya sendiri agak minder karena saat awal kuliah di Unpam saya tidak menemukan satupun orang Manggarai dan ini agak membuat minder, maklum selama bertahun-tahun menempuh pendidikan saya selalu dikelilingi oleh teman-teman sesama Manggarai. Baru setelah beberapa lama saya akhirnya bertemu dengan beberapa orang dari Nusa Tenggara Timur dan itu membuat saya tertawa kecil "Ternyata Rakat ada dimana-mana".

Bukan hanya mengenai asal-muasal soal kepercaayan pun beragam. Walau sebagian besar penghuni Universitas Pamulang beragama Muslim dan sebagian besar wanitanya mengenakan Jilbab namun mereka sangat menghargai mahasiswa dan dosen yang beragama lain. Tidak ada diskriminasi antar etnis dan golongan walaupun dimana-mana sedang ramai-ramainya isu SARA. Momen-momen semisal buka puasa Bersama maupun Idul Fitri merupakan momen tahunan yang akan selalu saya ingat, karena disaat itulah biasanya diadakan acara Bukber.


Nah, sebenarnya masih ada banyak hal lain yang menjadi kelebihan menempuh perkuliahan di Universitas Pamulang, dan setiap mahasiwa Unpam pasti memiliki kesan-kesannya tersendiri selama menjalani pendidikan di Unpam.

Pengalaman Test Masuk Unpam

Manggarai... Ini merupakan lanjutan tulisan dari tulisan sebelumnya (Baca: Suka Duka Kulah di Unpam). Tulisan itu merupakan pengantar mengenai bagaimana saya memutuskan untuk menempuh Pendidikan di Universitas Pamulang. 
 
Pengalaman Test Masuk Unpam
Hati-hati Kepincut senior Unpam


Pengalaman kuliah di Unpam merupakan pengalaman yang tak tergantikan, Lingkungannya, Dosennya, teman-temannya hingga bapak dan ibu penjaga warung telah menyisakan pengalaman yang sangat berharga. Apalagi untuk saya sendiri yang berasal dari Manggarai-Flores-Nusa Tenggara Timur.  Alias Orang Timur jauh.



Test Masuk Universitas Pamulang


Jujur awalnya agak binggung bagaimana dan harus dari mana memulainya, setelah mendapat informasi mengenai test gelombang ke dua di unpam segera langsung ke kampus unpam untuk mengambil formulir pendaftaran test masuk. Menurut mitos yang beredar,, hehehe kalo yang keterima di unpam  rata-rata yang test gelombang pertama dan kedua. Sedangkan di unpam sendiri dalam setahun ada dua kali gelombang pendaftaran semenster ganjil dan semester genap.


Ketika mengambil formulir awal sebaiknya ditanya secara lengkap mengenai segala persyaratan yang dibutuhkan. Karena untuk masuk di Teknik Informatika Universitas Pamulang ada persyaratan khusus, yaitu harus memiliki laptop pribadi. Ini bukan sekedar syarat doang karena saat penyerahan formulir laptop bakalan di cek wkkkwk. Nah apesnya waktu itu saya belum memiliki laptop pribadi, mau nga mau minjem laptop temen untuk melengkapi persyaratan pendaftaran.
 
   So what we get drunk?
   So what we smoke weed?
   We’re just having fun
   We don’t care who sees
   So what we go out?
   That’s how it's supposed to be
   Living young and wild and free..

    "Young, Wild & Free" Wiz Khalifa, with Snoop Dogg feat Bruno Mars. 

Biasanya syarat-syarat yang dibutuhin untuk masuk Universitas Pamulang itu tentu saja foto, Ijazah SMA yang dilegalisir, fotocopy nilai raport SMA, sama kalo nga salah ingat ‘Surat Pernyataan orangtua/wali’. Saat penyerahan formulir (dan Pengecekan laptop) biasanya ada pembayaran test masuk Rp. 75.000, dan kita dikasih kertas kecil berisi tanggal dan nomer ujian test masuk.


Baca Juga: Pengalaman Backpacker Ke Dieng

Nah, saat test masuk Unpam agak grogi, bukan apa-apa; di Unpam ada dua kuliah yang selalu dipadati oleh para calon mahasiswa; yaitu kuliah Teknik Informatika dan Kuliah Managemen. Saat hari test masuk Unpam kampus dipadati oleh para peserta test masuk, dan yang mendapati porsi paling besar adalah calon mahasiswa Teknik Informatika dan Calon mahasiswa Managemen.


Bahan ujian yang diujikan saat masuk Unpam biasanya bahan pelajaran umum saat SMA, ada Bahasa Inggris, matematika, fisika, Kimia dan Bahasa Indonesia. Nah buat saya sendiri bahan yang diujikan masih tergolong mudah. Jadi tidak memakan waktu terlalu lama untuk menyelesaikan semua soal yang diujikan.  Walaupun otaku dah agak lapuk karena udah beberapa tahun meninggalkan bangku SMA,,,


Bersambung,,,,


Rabu, 13 Desember 2017

Pengalaman Backpaker Ke Dieng

Tulisan ini sebenarnya sudah lama ingin di posting, hanya saja berhubung kesibukan persiapan skripsi jadi sempat ditunda sekian lama.  Baru kemudian ketika membuka catatan-catatan lama berulah menemukan lagi tulisan yang sudah sempat terbengkalai hehehe,,, Kali ini saya ingin membagikan cerita mengenai pengalaman menjelajahi Dieng-“Negeri Diatas Awan”.
Pengalaman Backpaker Ke Dieng
Selpi Bentar di Dieng

Mengapa saya memutuskan untuk ke Dieng? Entahlah ilham itu tiba-tiba muncul begitu saja. Dulu sewaktu bersekolah di Manggarai, Flores-NTT, nama “Dieng” muncul dari dalam buku sejarah peradaban hindu-Budha. Tidak pernah sekalipun tersebersit kepikiran akan mencoba “Backpaking” ke Dieng. Hingga sekitar pertengahan Juli kemarin ketika membaca sebuah artikel di Instagram tentang candi Arjuna langsung Fix saya memutuskan untuk “Backpacking sendirian ke Dieng!!!”.

Woke up in London yesterday, Found myself in the city near Piccadilly
Don't really know how I got here, I got some pictures on my phone
New names and numbers that I don't know, Address to places like Abbey Road
Day turns to night, night turns to whatever we want, We're young enough to say

         One Republic- Good Life

Persiapan Backpaking ke Dieng


Persiapan perjalanan ke Dieng pun dimulai, setelah searching sana-sini berbekal informasi dari orang yang pernah ke sana dimulailah persiapan Orang Manggarai ke Dieng. Jika dulu sewaktu masih bersekolah di Flores menjelajahi hutan, pantai dan gunung di Flores kali ini mencoba pengalaman yang sedikit berbeda.  Seperti biasa sebelum melakukan perjalanan corat-coret diatas kertas pun dimulai. Hal ini memang hal yang terkesan sepele namun sangat penting!!! Banyak para backpacker pemula yang menyangka bahwa membuat “List” diatas kertas merupakan hal yang kuno, namun jika tidak dilakukan dapat berakibat “fatal” bro.


Hal yang ditulis semisal estimasi biaya perjalanan, jalur dan alternatif jalur yang akan di tempuh, waktu yang paling tepat, penginapan, konsumsi, dan tempat tujuan.  Satu hal yang paling penting juga, mungkin ini pertanyaan bersifat “Reflektif”, Efek dulu sering serafik di Yogyakarta sewaktu masih di Fransiskan. “Apa tujuan kamu ke Dieng?” Jika kesana hanya untuk menghiasi Instagram dan wall facebook itu sama halnya dengan membuang-buang biaya!


Pernah suatu ketika pertanyaan yang sama saya ajukan ke salah seorang sahabat dari Jerman, “Apa tujuan kamu ke Indonesia? Dia menjawab bahwa ia ingin belajar dari penduduk,sejarah, warisan budaya, dan masyarakat Indonesia. Hal yang sama saya terapkan juga ketika bertandang ke Dieng. Beberapa artikel tentang Dieng saya perdalam mengenai sejarah candi-candinya, budaya dan juga masyarakatnya.


Rute Backpaking Ke Dieng


Setelah semua list dibuat dan pada hari-hari terakhir persiapan berangkat ke Dieng ternyata adik saya yang cewek memutuskan untuk ikut!! Busyet!! Ya mau gmana lagi akhirnya dua buah tiket dipersiapkan untuk keberangkatan ke Dieng. Adapun rute yang diambil adalah Senen-Purwokerto-Wonosobo-Dieng . Kami berangkat dari Senen sore hari jam 7 karena memang janjian di stasiun senen, beruntungnya adik yang saya panggil “Oneng” bisa datang jam 6 sore. Setelah sempat makan akhirnya kami masuk ke dalam stasiun senen untuk siap-siap berangkat ke Dieng. Tidak menunggu lama kereta yang akan kami tumpangi menuju Purwokerto datang tepat pada waktunya.


Sengaja dari awal saya memilih kereta Ekonomi dengan pertimbangan pagi hari akan sampai di Stasiun Purwokerto. Berhubung kereta ekonomi dan posisi duduknya berhadapan dengan penumpang lain maka waktu perjalanan itu saya pakai untuk berbicara dan berkenalan dengan penumpang yang berhadapan langsung dengan kami.


Nah, disinilah indahnya backpacking, yaitu kita bisa bertemu dan berkenalan dengan begitu banyak orang baru yang akan kita jumpai sepanjang perjalanan. Mereka adalah sepasang suami-istri yang akan liburan ke kampung istrinya di Purwokerto, sepanjang perjalanan sang bapak banyak memberikan nasehat-nasehat yang sangat berguna untuk yang masih belum menikah seperti saya ini heehhehe.


Di kereta sendiri ada beberapa penumpang yang sekilas terlihat menggunakan tas backpacker besar dan bertampang rombongan mahasiswa. Saya dan Oneng sendiri sudah curiga dari awal bahwa sepertinya mereka juga memiliki tujuan ke Dieng juga. Ada sekitar empat rombongan yang berbeda. Bukan apa-apa keseringan membaca dan menonton Sherlock Holmes dan film bergenre Spy  berlatar perjalanan di kereta api semisal film Source Code mengajarkan untuk membaca gelagat dan karakter orang wkwkkwk.


Bersambung….


Selasa, 12 Desember 2017

Suka Duka Kuliah di Unpam



Kali ini saya akan sedikit menulis mengenai pengalaman menjalani tahun-tahun kuliah di Unpam. Sebagai orang Manggarai perantauan yang mencoba mencari ilmu di ibukota tentunya mengeyam pendidikan merupakan sesuatu yang sangat didambakan. Awalnya saya sempat ragu, betapa tidak? Ada banyak pertanyan yang bermunculan di kepala. Apakah saya bisa bekerja sembari kuliah di Jakarta? Apakah gaji saya cukup untuk membiayai kebutuhan hidup dan juga membiayai kuliah? Apakah saya dapat beradaptasi dengan situasi kuliah di Jakarta sedangkan saya sendiri  berasal dari daerah antah-berantah yang ada komodonya?

 
Kampus Universitas Pamulang
Kampus Universitas Pamulang

 
Terlebih jika memikirkan mengenai jurusan apa yang akan diambil. Hingga saya memutuskan untuk mengambil Jurusan Teknik Informatika. Ada beberapa pertimbangan; Pertama; ada banyak Kampus menyediakan Jurusan Teknik Informatika, Kedua; Rata-rata biaya Jurusan Teknik Infomatika cukup terjangkau. Namun pertanyaan intinya belum terjawab. Apakah ada kampus yang menyediakan kelas khusus untuk karyawan dengan waktu kuliah yang cukup fleksibel untuk barista seperti saya? Mengenang masa-masa sulit seperti itu kadang saya ingat perkataan seorang sahabat “Kita bukan anak Orang Kayahhhh!!!”

If you're lost and alone Or you're sinking like a stone
Carry on!!!
May your past be the sound of your feet upon the ground
Carry on!!
Cause we are We are shining stars
We are invincible, We are who we are
On our darkest day, When we're miles away
So we'll come, we will find our way home 

Fun; Carry On

Setelah kesana kemari mencari informasi mengenai kampus saya sempat frustrasi karena hampir semuanya tidak cocok baik dari segi biaya maupun dari segi waktu kuliah.  Setres? Saya bilang; “Amat sangat stress” Puji Tuhan akhirnya Doa saya terjawab. Pada awal tahun 2012 salah seorang rekan kerja memberitahukan mengenai kampus yang kelasnya hanya hari Sabtu. What??!! Awalnya saya sama sekali tidak percaya berhubung sebelumnya sempat terjebak di kampus abal-abal (Sad Story). Tetapi kemudia rekan saya tersebut mendukung dan toh karena dia juga sudah mendaftar di kampus itu. Saat itu dia cuman berujar agar mencari informasi mengenai kampus Unpam.

Sedikit Informasi Mengenai Kampus Unpam

Unpam; merupakan singkatan dari Universitas Pamulang. Kampus Unpam beralamat di Jl. Surya Kencana No.1, Pamulang Barat, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten.  Gedungnya sendiri cukup megah dan besar dan dapat kelihatan dari kejauhan. Sekitar tahun 2014an kalo nga salah Unpam mulai memakai gedungnya yang di Viktor, atau lebih dikenal dengan Unpam Viktor. Lokasi Unpam Viktor sendiri di Jalan Puspitek No.23, Buaran, Serpong, Buaran, Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Untuk Kampus Unpam Pamulang lebih cocok melalui jalur Pondok Indah-Lebak Bulus, setelah Lebak Bulus, tinggal lurus aja ikutin jalan kurang lebih 5 KM. Sedangkan untuk kampus Unpam Viktor sendiri sebenarnya hanya berjarak 5 Km dari kampus Unpam Pamulang. Saya sendiri kalo ke Unpam Viktor lebih sering mengambil jalur Mall Teras Kota Tanggerang, toh karena saya pagi-pagi harus dari Jakarta Utara.


Kuliah Kelas Karyawan Hari Sabtu

Banyak yang bertanya “Memangnya kuliah hari sabtu di Pamulang nga Kejauhan?” Jujur saja buat saya ini adalah pertanyaan yang diajukan oleh orang yang jarang touring hari sabtu. Saya sendiri begitu menikmati perjalanan dari Jakarta Utara ke kampus Unpam pada hari sabtu pagi. Betapa tidak?. Hari sabtu pagi jam 6 jalanan Jakarta begitu bersahabat. Jalanan sangat lancar dan kendaraan masih sepi. Saya bahkan bisa melaju dengan kecepatan hingga 80 Km/jam, suatu hal yang hampir mustahil dilakukan di jalanan Jakarta pada hari-hari biasa.

Betapa saya menikmati “Touring” hari sabtu pagi sambil ditemani lagu-lagu cadas tahun 80an untuk menambah semangat. AC/DC; “Thunderstruk, High way To Hell, Black In Black” atau kadang lagu-lagu Michael Learns To Rock, Coldplay, Guns N’ Roses, Jonsi, FUN,. Tergantung suasana hatilahh..

Mungkin bagi sebagian orang ini hal yang sedikit “Nekat” memutuskan untuk memilih kampus sejauh itu. Tetapi bagi saya ini merupakan pengalaman yang menarik. Kadang sepanjang perjalanan saya menemukan begitu banyak ide untuk memecahkan masalah yang sering bikin kepala mumet. Kadang dalam perjalanan tersebut saya sadari seseorang pernah berkata bahwa Kita ini hanyalah “Peziarah dan Perantau di Dunia ini”.

Bersambung….

Sabtu, 23 September 2017

Asal-Usul Nama Manggarai Jakarta

Asalmula Nama Manggarai Jakarta



Manggarai.news... Banyak pihak yang bertanya-tanya apa hubungan antara Manggarai Jakarta dan Manggarai Flores? Saya pun sempat berpikiran sama. Bahkan sebagian orang berpendapat bahwa nama Manggarai di Flores diambil dari nama Manggarai di Jakarta. Namun berbekal beberapa pencarian mendalam rupanya nama Manggarai Jakarta memiliki sejarah yang cukup kelam terutama mengenai perbudakan pada masa kolonial Belanda.


Perbudakan di Manggarai


Jika melihat ke belakang tentang sejarah perbudakan di Manggarai ada beberapa sumber yang menjelaskan mengenai hal tersebut, sumber lisan dan juga sumber tertulis. Tentunya sumber tertulis memiliki keakuratan sejarah yang jauh lebih baik daripada sumber lisan. Namun pada faktanya sumber lisan yang diwariskan secara turun-temurun tidak dapat dikesampingkan. Kisah-kisah perbudakan tersebut juga dimasukan kedalam beberapa bentuk budaya baik lagu maupun peribahasa yang menjadi salah satu khazanah kekayaan budaya Mangarai.

Beberapa diantara kita mungkin pernah mendengar lagu Benggong? Salah satu lagu rakyat Manggarai. Ada banyak tafsiran atas makna lagu tersebut, salah satu tafsiran yang berkembang ialah bahwa lagu tersebut bercerita tentang perbudakan di Manggarai pada tempo dulu. Seperti yang ada dalam liriknya yang sarat akan makna kepedihan. Bahwa kemudian mereka akan diambil untuk dijual atau dijadikan upeti.

Mungkin ada diantara kita pernah mendengar istilah Rewung Taki Tana. Istilah Manggarai ini mengacu pada fenomena alam di Manggarai yang terjadi pada periode Juni-September dimana kabut menyelimuti seluruh area hingga ke permukaan tanah dan jarak pandang menjadi sangat pendek. Biasanya jika fenomena Rewung Taki Tana ini terjadi para orangtua melarang anak-anak bepergian atau bermain ke luar rumah. Hal ini erat kaitannya dengan sejarah Manggarai dimana pada saat kabut sering terjadi penculikan terhadap anak kecil (dan juga orang dewasa) yang nantinya akan dijual untuk dijadikan budak (wendo ata te taki mendi laing)

Ada beberapa sumber tertulis yang mencatat mengenai peristiwa perbudakan di Manggarai. Richard B. Allen dalam salah satu jurnal yang berjudul European Slave Trading in the Indian Ocean, 1500–1850 mencatat:

Tercatat bahwa pada periode 1620 hingga tahun 1830, Bali dan Pulau-pulau di sekitarnya diperkirakan mengeksport 100.000 hingga 150.000 budak. Beberapa tempat lain di Indonesia dan kepulauan Filipina seperti Alor, Buton, Manggarai, Mindanao, Sulu, Tawi-Tawi dan pulau Timor mengkonsentrasikan para budak di Makasar yang mana kemudian mereka diberangkatkan ke pasar budak besar seperti Aceh (Banda Aceh), Banjarmasin, Jambi, Palembang, dan Sukadena bahkan hingga Ayudhya di Thailand. Dimana kemudian para budak-budak tersebut setelah di beli dikirim oleh orang-orang Eropa ke India yang kemudian di berangkatkan melintasi samudra atlantik ke Amerika yang kemudian mereka dapat kembali bebas dengan berbagai alasan. Bahkan selama peperangan besar di Amerika orang Belanda membawa begitu banyak budak dari India ke Amerika untuk kepentingan peperangan.

Manggarai sebagai Pasar Budak


Rachmat, penulis buku "Asal-usul Nama Tempat di Jakarta" mengamini bahwa nama "Manggarai" di Jakarta sejatinya berasal dari para budak-budak yang diangkut dari Manggarai- Flores Barat sekitar tahun 1770. Alwi Shahab sejarahwan Jakarta juga membuat pernyataan yang sama bahwa tempat yang sekarang bernama Manggarai di Jakarta dulunya adalah pasar budak-budak yang dibawa dari Flores Barat. Hal ini erat kaitannya dengan Menteng Burt (Lingkungan Menteng) tempat tinggal para orang kaya Belanda pada Zaman kolonial. Di Manggarai Jakartalah tempat mereka membeli para budak untuk dijadikan Jongos dan Bedinde.

Budak-budak tersebut menamai tempat mereka dengan nama Manggarai, sebagai pengikat akan kenangan mereka dengan Tanah Kuni Agu Kalo (Tanah Tumpah Darah). Dari sini kita dapat belajar banyak hal. Sekalipun harga diri mereka direndahkan selayaknya binatang dan kemudian di perjual belikan, namun kenangan dan kebanggaan mereka kepada Manggarai sebagai tanah tumpah darah tidaklah pernah pudar. Walaupun mereka tersebar dan terpisah jauh melewati pulau bahkan benua dalam hati kecil mereka selalu tercatat bahwa mereka selalu mencintai tanah leluhur mereka "Manggarai, Nuk de Nai tana bate dading!".





Senin, 18 September 2017

Bupati Manggarai 2018?




Manggarai.news...Menarik menyimak perkembangan Manggarai akhir-akhir ini. Satu persatu para kandidat yang akan maju ke kancah pertarungan politik Manggarai 2018 mulai melakukan pendekatan-pendekatan yang dibutuhkan dalam mencapai kursi kepemimpinan tertinggi di kabupaten Manggarai.

Mengapa kemudian ini ditulis? Hubungannya? Siapapun yang kemudian menjadi orang nomor satu di kabupaten Manggarai secara langsung dan tidak langsung memberikan sumbangsih yang sangat besar bagi kemajuan dan menentukan roda Manggarai selama lima tahun kedepan.

Baca Juga: Asal-Usul Manggarai

Tentu saja hal ini berpengaruh besar terhadap kelestarian peninggalan Sejarah, serta bagaimana sang orang Nomor satu tersebut melestarikan Budaya Manggarai yang sangat kaya. Namun meskipun demikian ada beberapa "Pekerjaan Rumah" yang dirasa sangat penting dibereskan oleh sang Pemimpin Manggarai yang terpilih pada tahun 2018. 


Mengembangkan Sarana dan Prasarana Manggarai


Hal ini tentunya akan menentukan perkembangan dan pergerakan roda ekonomi di kabupaten Manggarai. Sarana dan prasarana tentunya sangat dibutuhkan mengingat kabupaten Manggari memiliki topografi yang berbukit-bukit dan sebagaian wilayahnya memiliki curah hujan yang sangat tinggi.

Sarana dan Prasarana yang dimaksud yaitu Jalan raya, sarana komunikasi (pengadaan Internet) bagi masyarakat umum, sarana transportasi umum yang memadai, sarana dan prasarana listrik bagi masyarakat manggarai yang masih 50 %  penduduk wilayahnya tidak menikmati listrik. Sarana dan prasarana pendidikan dan masih begitu banyak sarana dan prasarana yang harus dikembangkan oleh orang nomor satu di Manggarai yang terpilih pada tahun 2018.


Mengembangkan Pertanian di Manggarai


Patut disadari bahwa Manggarai memiliki potensi pertanian yang cukup menjanjikan. Namun sangat disayangkan bahwa pemerintah dalam hal ini tidak memberikan andil yang cukup berarti bagi pengembangan pertanian di Manggarai. Kabupaten Manggarai memiliki potensi yang berbeda dengan dua saudaranya yang masih muda (Manggarai Barat dan Manggarai Timur) Karena Manggarai sangat cocok dikembangkan berbagai varietas tanaman untuk dataran tinggi yang subur, sebut saja Kopi, cengkeh, vanili, berbagai jenis sayuran dan pisang.
Di beberapa tempat di Kabupaten Manggarai telah dikembangkan metode pertanian organik yang dimulai oleh para Biarawan Fransiskan (OFM), semisal di Pagal. Hal ini menjadi salah satu contoh bahwa Manggarai kedepannya jika dikelola dengan baik menghasilkan berbagai tanaman berkualitas eksport yang patut diperhitungkan. Selain itu perlu dikembangkan lagi kearifan lokal dalam mengembangkan saran pertanian. Karena telah terbukti bahwa kearifan lokal masyarakat Manggarai berhasil mendatangkan pengaruh yang sangat besar bagi Masyarakat Manggarai itu sendiri, Contohnya adalah persawahan Cancar.


Mengembangkan Pendidikan dan Kesehatan


Ruteng sebagai ibukota kabupaten Manggarai sudah sejak lama dikenal sebagai kota pelajar bagi seluruh Manggarai Raya. Karena di Ruteng telah terdapat beberapa sekolah yang dikenal cukup baik dalam mendidik para anak didiknya. Namun sangat disayangkan bahwa fasilitas yang disediakan pemerintah belum cukup untuk menampung keseluruhan kebutuhan para pelajar di Ruteng. Sebut saja perpustakaan Umum dan sarana teknologi Informasi dan komunikasi di Ruteng yang jauh dari kesan bersahabat untuk mendukung kebutuhan para pelajar.

Sejak lama kota Ruteng sendiri telah menjadi telah tempat berobat bagi seluruh masyarakat Manggarai Raya. Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng dan juga Rumah Sakit Umum Cancar. Fasilitas pendukung sarana kesehatan sangat diperlukan demi terciptanya Masyarakat Manggarai Raya.


Mengembangkan Sektor Pariwisata Manggarai

Waerebo yang terletak di kabupaten Manggarai telah dikenal luas oleh Masyarakat Internasional dan Nasional sebagai destinasi pariwisata yang wajib dikunjungi. Ini membuktikan bahwa khasanah kekayaan budaya Manggarai berhasil menarik minat wisatawan mancanegara dan bahkan mendatangkan keuntungan yang tidak kecil. Hal ini menjadi kekuatan besar yang sudah sewajarnya dimanfaatkan dan dikembangkan dengan baik oleh pemerintah kabupaten Manggarai dengan mengembangkan sarana dan prasarana pendukung. Selain itu juga sebagai sarana untuk mempromosikan wisata kabupaten Manggarai lainnya yang sebenarnya tidak kalah jauh menarik dari Kampung adat waerebo, semisal Gua Arkeologi Liang Bua, Pantai di wilayah Reo dan Satarmese, wilayah persawahan Cancar dan masih banyak lagi tempat-tempat pariwisata lainnya.