Senin, 30 September 2013

Saatnya Kita Kembali ke Akar| Wake-myflores

Ketika kita kembali ke Akar


Kita akan selalu berusaha mencari kembali darimana kita berasal ada apa saja yang pernah terjadi di sekitar kita. Karena kita sadar bahwa semuanya itu telah memberi warna, bentuk dan pola pada diri kita. Atas dasar itulah maka Modern Homo Florensiensis menciptakan wake-myflores.blogspot.com 

      Ini adalah blog yang ke empat, bagi saya blog-blog sebelumnya menjadi pembelajaran yang sangat baik. terlebih bagi saya yang tergolong blogger pemula. Ini menjadi blog yang keempat dan saya memilih judul besar Modern Homo Florensiensis dengan Urlnya Wake-myflores.blogspot.com

Modern Homo Florensiensis

      Manggarai menjadi terkenal dan dikenal selain karena komodo juga karena Hobbit Floresnya, yahhh sudah banyak yang mengenal komodo, begitu banyak yang menulisnya di dunia maya dan kini kita patut berbangga karena Komodo menjadi salah satu dari new seven wonders. Kampung saya menjadi keajaiban dunia, saya rasa itu juga mencakup semua manusia yang ada di dalamnya. Boleh dibilang saya ini termasuk “wonders” juga atau manusia ajaib. Namun jika berbicara mengenai manusia penghuni flores saya dan nenek moyang saya yang berasal dari Minangkabau bukanlah yang pertama menghuni Manggarai tanah kuni agu kalo (Sebutan Untuk Manggarai), ribuan bahkan jutaan tahun sebelumnya Flores-Manggarai telah dihuni oleh manusia-manusia yang kita sebut Homo Florensiensis. Mereka adalah peletak dasar Flores-Manggarai dapat dihuni oleh manusia modern saat ini. Saya sendiri sebagai Modern Homo Florensiensis memiliki ketertarikan tersendiri terhadap para pendahulu penghuni flores ini dan mengapa mereka memilih flores?

   Saya berharap akan ada beberapa di antara modern Homo florensiensis yang juga memiliki ketertarikan yang sama dengan saya. Seperti yang Soekarno katakan “Jangan sekali-kali melupakan sejarah” saya juga berusaha mempelajari dan menggali kembali kehidupan para peletak dasar kehidupan para manusia pertama flores “Homo Florensiensis

Wake 

     Wake adalah bahasa Manggarai yang berarti “akar”. Dalam kehidupan orang Manggarai akar memiliki makna dan fungsi yang sangat penting sekaligus menjadi simbol asal-usul kehidupan orang Manggarai. Ada pepatah Manggarai yang berbunyi “wake ca lern wa, saung bembang ngereeta” atau “nia main waken?” ini secara harafiah berarti “darimanakah akar orang ini?” arti yang sangat dalam untuk menanyakan asal, keturunan, nama baik keluarga, suku maupun klan orang tersebut. Bahkan dalam beberapa kesempatan tak jarang akar digunakan sebagai obat dan juga Mbeko (ilmu gaib/magic) yang sangat mujarab. Wake juga dalam bahasa Inggris berarti “bangun”. Bagi saya ini berarti bangun dari tidur panjang dan saatnya untuk bangkit.
"Akar" telah menjadi simbol penting sejak zaman dahulu| Modern Homo Florensiensis

     Masing-masing kita memiliki arti dan pemahaman tersendiri tentang “akar” dan “bangun”. bagi saya wake-myflores dan modern homo florensiensis bermakna “manusia modern flores yang kembali bangkit untuk mencari dan menjaga akar-akarnya”. 


Sanpio 48
Oleh: Ntangis Waling

Minggu, 22 September 2013

Daftar Blogger Terbaik Manggarai

Inilah keenam blogger Manggarai|Flores terbaik berdasarkan kualitas isi postingan, keindahan tampilan blog, serta jumlah tulisan yang dimuat. Mereka adalah putera-puteri Manggarai yang ikut meramaikan jagat maya blog tanah air dan membuat orang Manggarai sedikitnya bisa berbangga. Manggarai, tiga kabupten yang internetnya sering lemot (1 kbps) listrik PLN-nya sering mati suri (lima hari mati dan dua hari hidup) ternyata mampu melahirkan putra-puteri yang ternyata bisa membuat blog berkualitas, bahkan patut diacungi dua ponggo (jempol). Dengan bantuan Empo google.com, akhirnya saya bisa menemukan beberapa blog putra-puteri Manggarai sekaligus sedikit mengintip-intip isinya.
putera-puteri terbaik manggarai|blogger

Akhirnya, Empo Google Dot Kom, dengan bantuan halia dango plus haju kalo (langsung lelapp!!) menyingkap enam putra-puteri blogger terbaik asal Manggarai. Dan, inilah hasilnya. Daftar blog ini dibuat bukan berdasarkan urutan dari yang terbaik ke yang kurang baik, melainkan ini hanyalah kumpulan blogger terbaik Manggarai berdasarkan kriteria di atas (ho'o te poli tombo daku hio bao). Silahkan mengklik masing-masing judul blog untuk langsung melihat blog yang dimaksud)

Nara Reba Manggarai
Catatan Saudara Muda Manggarai Tentang Ujung Pulau Bunga :: Borong | Ruteng | Labuan Bajo :: Manggarai Raya :: Flores :: NTT
Menobatkan diri sebagai pria terganteng se-Manggarai (Arjuna from Liangbua) berhasil mengangkat nara-reba ke puncak pencarian pertama Empo google.com untuk kata kunci “Manggarai” dengan motto Catatan 'Saudara Muda Nuca-Lale' Tentang Ujung Pulau Bunga. Sangat menarik untuk dibaca;  selain tampilan yang menariik dan juga urutannya pada peringkat satu Google, nara-reba menghantar kita untuk sedikit banyak merenung ke dalam diri sendiri berdasarkan penggalamannya sebagai seorang Manggarai diaspora. Bahasanya memang sedikit-agak-berat, karena memiliki kandungan unsur filsafat. Namun e, tetap menarik untuk dibaca.

Kraeng Francisco Blog
Tutorial Blog | Komputer | Internet | SEO

Nah, blogger yang satu ini juga terbilang cukup unik dan juga terbai. Blog Kraeng Francisco terhitung sebagai salah satu rujukan utama Empo Google jika anda mencari topik seputar tutorial komputer. Selain sangat bermanfaat, Blog Kraeng Fransesco ini juga tergolong blog yang sangat aktif dengan tips dan tutorialnya yang up-to date dan bahasa yang mudah dicerna serta yang pasti lembak nai (rendah hati) membagikan mbeko (ilmu) menangani kaba Komputer. Dua ponggo layak diberikan kepada Blog Kraeng Fransesco yang memang terbukti kraeng Fransesco sangat hebat (Bill Gates from Wae Cess)

Armin Bell

Dari Ruteng Untuk Indonesia
Satu lagi budayawan lahir dari Manggarai, dan Kraeng Arminbell akan membawa anda terhanyut dalam tulisannya tentang Manggarai,,sangat berbakat,,mengangkat isu-isu yang aktual namun jarang dilirik orang itulah ciri khas kraeng arminbell, mungkin karena basic-nya adalah seorang penyiar radio jadi sangat mudah untuk kraeng Arminbell untuk mendapatkan perhatian para pembaca. Sangat dianjurkan untuk anda membaca tulisan kraeng Arminbell karena beliau membantu kita untuk “Belajar menulis dengan hati” (Seno Gumira Ajidarma from Lambaleda).


Ajen's Idea

Rumah tempat ide-ide Ajen bermuara


Sejauh ini nene Google.com menunjuk satu-satunya sastrawati dari Manggarai,,,dan inilah dia...anda akan sangat mudah menemukan tulisannya di situs kampungfiksi. Sering memuat cerpen fiksi yang multiinterpretasi (kalo saya salah ketik maklum orang manus) dan sangat menyentuh sometimes (cecengkali) memuat resensi tentang beberapa novel yang dibacanya. Memiliki banyak penggemar di dunia maya yang selalu update dengan tulisan-tulisannya (Helvy Tiana Rosa: Timung TeE’s sister)


Fatamorgana Bahasa Indonesia

Lingua Maledicta Sicut Vipera Virus Mortiferum Promit Bahasa Jelek Ibarat Ular Penyembur Bisa Mematikan


Sebagai seorang tongka bahasa Indonesia Pastur kelahiran Manggarai ini sangat ahli dalam berbahasa Indonesia. Tulisan-tulisannya tentang bahasa Indonesia menarik untuk kita pelajari karena dengan itu kita bisa menyadari bahwa ada begitu banyak kesalahan-kesalan berbahasa Indonesia telah kita lakukan setiap hari. Tulisannya tajam dan sangat ilmiah dan keunggulannya ialah dapat dicerna oleh semua lapisan masyarat dari berbagai latar belakang pendidikan. Sangat disayangkan bahwa lagi-lagi Empo Google.com sulit mengindeks blog beliau ke ratting yang mudah dijangkau, alasannya menurut saya sederhana karena beliau adalah guru bahasa Indonesia (bukan bahasa html) andaikan saja ada Poerwadarminta award, saya kira beliau sudah mengantongi tiga award.




Atamanggarai
Manggarainers


Blog ini secara tampilan sangat jauh tertinggal dibangdingkan dengan blog-blog sebelumnya namun secara kualitas isi termasuk yang terbaik. Dan bukan asal tulis pemilik blog ini adalah Fransiskus Borgias seorang dosen Teologi biblika dan dogmatika Universitas Parayangan Bandung. Isinya lebih berkutat ke soal-soal teologi dan sebangsanya, dan semuanya disajikan secara ringan dan menawan. Salah satu postingannya yang tergolong langka di jagat blog adalah Kitab suci bahasa Manggarai, mantapp tooo??!! seperti pada pembukaan Injil Lukas inilah Teofilus tedeng leenn (Teofilus yang Mulia..) Namun pada tahun terakhir beliau sudah tidak mengupdate kembali blognya.


Itulah beberapa blogger asli Manggarai, saya berharap agar kita bisa terus mengapresiasi dan mendukung karya-karya para blogger Manggarai dan juga agar semakin banyak orang Manggarai yang terus menghiasi jagat maya dengan karya-karya yang berkualitas dan saya sendiri? ahh cukup puas dengan julukan Pondik from Poco Ndeki

Oleh: Ntangis Waling

Lipooz:Lipootan Khuzuuzz (Sesion tiga): Lipooz VS Wakil Rakyat

Dan Lipooz bernyanyi di Gangster Paradise


Ada pepatah mengatakan bahwa Musik adalah jembatan antara surga dan dunia...dan inilah yang dilakukan oleh Lipooz


DPR RI 

                           
         Pertengahan tahun 2010 menjadi tahun yang berat, perjalanan panjang serta perubahan arus hidup yang cukup panjang. Aku dikeluarkan dari biara, dan ini menjadi sebuah tantangan berat, aku benar-benar memulai semuanya dari awal lagi. Dari SMP hingga dua tahun setelah tamat SMA aku selalu dimanjakan dengan segala jenis kemudahan di dalam biara, namun saat keluar dari biara saya harus mencari sesuap nasi dan selembar ilmu dengan keringat dan tangan sendiri. Jika di biara saya jarang melihat arti dari sepiring nasi, namun saat keluar dari biara saya benar-benar menghargai nilai kerja keras dan perjuangan dibalik segelas kopi dan semangkuk lauk di piring. Saya merasa seperti anak hilang dan Ini benar-benar titik terendah dalam hidup. Lagi-lagi Lipooz memenangkan aku “retang nai daku duku senget dere ho’o doing koe gaa doing koe gaa doing koe O mose gee” (Dan aku menangis dalam hati saat mendengar lagu “bertobatlah, berbaliklah dan perbaikilah hidupmu). Dan sekali lagi Lipooz menenangkan hatiku.
        Pertengahan agustus 2010 saya mendapat pekerjaan baru yang menjadi titik balik dalam hidup. Saya bekerja sebagai barista sebuah coffeeshop yang cukup terkenal di Jakarta dan setelah training beberapa hari aku langsung di Tempatkan di cabang DPR-MPR senayan GOD!!! Selama kecil saya sekalipun belum pernah membayangkan akan berada di tempat ini bagi saya ini adalah tempat orang berkuasa yang saya beri nama Gangster Paradise, namun saat itu tidak terlukiskan rasa bahagia dalam hati ketika saya harus masuk dan bekerja di sana. Bayangkan saja begitu banyak orang yang rela membuang jutaan rupiah sebagai caleg hanya untuk bisa berada di dalam gedung ini namun toh saya dengan mudahnya bisa berada disana. Walaupun ada pada level yang beda sebagai barista coffee tapi cobalah sejenak membayangkan saya dengan mudahnya masuk ruangan mana saja dengan bebas tanpa pertanyaan dan embel-embel sana sini lebih mudah daripada seorang bupati bahkan Gubernur sekalipun!!! Mereka harus melewati beberapa protokol dan jadwal acara yang padat hanya untuk bisa bertatap muka dengan Marzukie Alli orang nomor satu di DPR-MPR sedangkan saya hampir setiap hari masuk ke lantai tiga nusantara tiga untuk membawa kopi ataupun pesanan beliau langsung hampir setiap lantai telah dijelajahi hingga ke Gedung DPD dan Sekjen. Jika menyebut berbagai nama-nama beken anggota DPR pusat saya dengan sangat mudah bercanda tawa dengan mereka dan bebas bertanya apa saja dengan santaii tanpa merasa kikuk, bagi saya mereka semua hanya customer tidak lebih karena itu bercanda tawa terasa hal biasa dan funlaahh...
           Dan Lipoozz? Apa perannya disinni? Guys kukatakan saja satu hal Lipooz jauh lebih efektif dari ratusan dan ribuan orang yang berdemo di depan Gedung DPR-MPR senayan!!! Pendemo berada di luar pagar yang jaraknya tiga kilometer lebih dari gedung nusantara satu, dua dan tiga. Sekalipun berorasi dan berterriak suaranya tidak akan sampai ke daerah gedung dalam. Di dalam kegiatannya berlangsung biasa saja dan aman-aman saja. Bukan berarti saya menilai remeh perjuangan para pendemo tetapi inilah kenyataan yang saya amati, mereka berdemo dan didalam kegiatan tetap berjalan normal. Paling-paling cuman ada satu dua yang bertanya 


“ada apa sih di depan?”

“ ada demo pak!!”
“ Ohhhh Demoooo”

       itu saja dan semuanya kembali normal tanpa terusik. Tapi dari sini saya tahu kekuatan musik seperti yang Lipooz bilang Words=Power, setiap hari di depan para bapak ibu DPR seringkali saya putar “Ruteng is The city, malas tau, turn It off, Hip cha-cha” dan beberapa lagu lainnya pada saat natal pun Crismas in Ruteng pun mengalun lembut di koridor nusantara dua selepas sidang malam. Dan satu hal yang harus dicatatat bahwa ada sejumlah wartawan, office boy DPR-MPR dan beberapa utusan dari berbagai daerah di Indonesia ini sering meminta saya memblutooh lagu Lipooz.
Lipooz One man Army

                                           
           Karena keseringan memutar lagu Lipooz ada beberapa anggota yang tertarik mereka pasti bertanya-tanya seputar lagunya siapa, darimana, bahasa apa dan kemudian bercanda bahwa mereka nanti akan berkampanye memakai lagu rapp sehingga nanti disetel dimana-mana melewati batas suku, ras dan agama di Indonesia ini dan terlebih lagi akan berpengaruh besar pada anak muda zaman sekarang,, busyet sungguh dahsyat!!! Bahkan satu hal yang harus dicatat ada seorang anggota DPR yang cukup berpengaruh seringg menggunakan istilah “malass tau”” di sela-sela obrolannya sering terdengarr. Bla....bla....bllaaa oh yaa betul itu bllaa blallaa itu khann,,, dia malas tau?!! Saya lebih malas tau!!! 


Berikan yang terbaikMasih lipooz yang memang terbaikFor in the skySejarah ku mulaiKu teriakanCikimai, pukima,Percuma kau mulai mencoba bakalaiMenentukan nada-nada tinggiKau berhadapan dengan yang terbaikJadi pulang kerumah dan renungkanlah baik-baikIni bukan cerita fiksi atau pun sugestiPara juri tlah memprediksiMentalmu tlah mati tanpa sedikitpun luka fisikEksis tanpa ambisi haruslah di habisiMikrophone is bulshitMainan masa klasikKu hadrikan modernisasi hiphop universal tanpa kategorisasi

       Dan seperti kita semua tahu bahwa sebuah lagu sering mempengaruhi cara dan pola pikir seseorang. Dalam kasus ini skemanya adalah Lipooz mempengaruhi pola pikir beberapa anggota DPR dan anggota DPR kemudian para bapak-bapak ini mempengaruhi keputusan sidang paripurna dan berpengaruh kepada hidup jutaan masyarakat Indonesia ini!! Dan saya menyebut ini sebagai Lipooz effect!!! Terlebih lagi saat itu Jokowi yang menjabat gubernur Solo sedang diusahakan menjadi gubernur Jakarta dan diantara lobi-lobi politik itu alunan lagu Lipooz setiap menemani, jadi menurut versi saya yang paling ekstrim Jokowi juga sukses menjabat gubernur Jakarta juga karena sumbangsih besar dari Lipooz yang mempengaruhi sejumlah orang di DPR senayan walaupun tohh tak bisa dipungkiri Jokowi itu fanatik sama Metalica....
         Memang itulah Hip-hop seperti yang diusung kraeng Lipooz, yang telah merambah ke dalam Gangster Paradise sebutan saya untuk gedung DPR. Seperti hiphop itu sendiri memberi warna, menginpirasi bagi setiap hidup dan menjadi kehidupan itu sendiri dan saya sudah buktikan bahwa Lipooz seorang Rapperr yang sudah memenuhi kewajibanya sebagai seorang seniman sejati, mungkin Lipooz sendiri kurang menyadari hal ini tetapi seperti yang kita lihat Jokowi-Ahok buktinya!!




Lipooz the Floress sound
                                 
Oleh: Ntangis Waling

Saya malu menjadi orang Manggarai

   Ada beberapa orang yang pasti tersingggung atau hanya sekedar tergelitik melihat saya mengeposkan hal ini. Namun sejujurnya dalam beberapa hal memang saya harus mengakuinya dalam beberapa kasus saya malu menjadi orang Manggarai. 

Sunrise in Manggarai
                         


        Pada tahun 2009 ketika saya berada di Yogyakarta saya bertemu dan berkenalan dengan beberapa orang yang sebagian besar dari mereka berasal dari wilayah Indonesia bagian barat. Saat saya memperkenalkan diri sebagai orang Manggarai selalu saya mendapati kerutan wajah yang menandakan ketidak-mengertian, dan selalu muncul pertanyaan “dimana itu?” kembali saya melanjutkan penjelasan tentang Pulau Komodo yang sungguh sangat menolong saya walaupun sedikit. Dan kemudian mulai kembali dengan pertanyaan lanjutan “kok Putih?” dan saya kelabakan.
        Hal yang kurang lebih sama saya alami juga di Jakarta, kota metropolitan tercinta ini, bukan hanya sekali melainkan berkali-kali. Hal ini memunculkan keraguan di dalam diri saya “Mengapa hal ini terjadi? Pasti ada yang salah..” saya yakin beberapa diantara kita pasti mengalami hal yang sama, sebuah perasaan asing, perasaan tidak dikenal dan tersisihkan. Sejenak melihat ke belakang seandainya saja Komodo tidak berada di daerah Manggarai, pasti akan lebih banyak kesulitan yang akan alami untuk menjelaskan dari mana saya berasal.
      Untuk menjelaskan tentang sebuah daerah kita butuh sesuatu hal yang unik dari daerah tersebut yang dapat menghantar orang lain dengan mudah menemukan daerah tersebut dalam peta pikiran mereka. Dalam hal ini (Manggarai) saya sendiri merasa kesulitan menjelaskan tentang daerah dari mana saya berasal, adakah hal yang menarik dari Manggarai selain Komodo yang membantu orang untuk dengan mudah mengenal Manggarai?
        Tahun-tahun belakangan ini berita tentang Manggarai kembali muncul ke permukanan walaupun hanya sebagai sebuah sentilan kecil bahwasanya di Manggarai ditemukan sebuah hal unik yang tidak terdapat di belahan dunia manapun yaitu Homo Florensiensis atau manusia hobit dari Flores. Sebuah penemuan besar yang mengoncangkan berbagai kalangan khususnya kalangan Arkeologi. Penemuan ini yang mengungkapkan beberapa mata rantai yang hilang dan tentu saja menghantar ke beberapa penemuan-penemuan arkeologis lainnya. Tentu saja hal ini mengangkat Manggarai semakin dikenal orang dan tentu saja saya senang bahwasanya hal ini mempermudah saya untuk menjelaskan daerah Manggarai tempat saya berasal.
         Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan seorang asing yang memiliki ketertarikan khusus tentang Homo Florensiensis, dan dia bertanya beberapa hal seputar Hobit Flores dan saya sama sekali tidak tahu apa-apa selain bahwa hobit ini berasal dari Manggarai. Dan orang asing ini menyayangkan bahwa hampir tidak ada orang Manggarai yang pernah tahu dan sadar betapa pentingnya daerah mereka, betapa pentingnya peninggalan yang berserakan di pelataran rumah mereka, betapa tingginya kebudayaan mereka, betapa kayanya hasil pertanian mereka, betapa berharganya aneka satwa dan tumbuhan langka yang hampir musnah yang berada di sekeliling mereka. Dan kali ini saya merasa malu menjadi orang Manggarai karena hampir sama sekali tidak mengenal tempat dimana saya dilahirkan dan dibesarkan dan hampir sama sekali tidak mendalami Ibu tempat saya lahir, dibesarkan, dan tempat menghabiskan masa kecil saya.
        Keprihatinan ini saya sampaikan karena sangat sediikit dan bahkan tidak ada orang Manggarai yang secara khusus mempelajari tentang begitu banyak kekayaan Manggarai. Anda tertarik?

Oleh: Ntangis Waling




Kamis, 19 September 2013

Lipooz: lipootan Khussuzz (Session Dua)

One Man Armry



Hiphop menyampaikan pesan dan sebuah kreatifitas yang dalam,dan tentu saja sebuah jenis musik yang kaya.

Hip-hop For Freedom

                           
                 And than saya menyelesaikan pendidikan di Kisol dengan sangat baik lagi-lagi Lipooz menemani hari-hari panjang setelah lulus Seminari. Entah bagaimana kemudian aku bisa mendapatkan kaset asli lagu Lipooz dari seorang teman angkatan Sanpio48. Semua lagu ini saya nikmatin setiap hari Hip cha-cha, Mari dansa dan beberapa lagu lagi termasuk Xmas in Ruteng yang legendaris itu. Yang kukenang betapa saat-saat di Ruteng itu begitu memukau seperti nikmatin sopi dan kopi Colol ahh Kopi Waling sebenarnya lebih enak.

Rapper

                             
           Tahun 2009 aku berangkat ke Yogya kota never ending asia. Disini teman-temanku menilai aku aneh, karena hari-hariku mulai dengan RRC number one, di dalam kamar saat belajar, di ruang komputer, sepanjang jalan pergi kuliah dengan sepeda onthel lipooz terus menemaniku. Terlebih lagi lagu-lagu Lipooz dapat dengan mudah di download lewat 4shared, hoho duniaku menjadi sempurna. Saat itu dalam hatiku hip-hop merupakan musik kebebasan ekspresi, paling bebas, tidak kasar seperti musil rock, tidak sepasif reagge, tak segalau dangdut, apalagi sealay pop kangen band atau sebangsanya, apalagi sekumat K-pop sekarang. Ini penilaian pribadi dan subjektif dan efeknya banyak orang yang marah atau tersinggung, saya sudah mengalami itu dan tujuan saya memang itu! Bebas mengungkapkan ekspresi saya tanpa tedeng aling-aling, karena bagi saya hip-hop itu universal tanpa kategorisasi, semua bangsa dan semua bahasa.

Percuma kau mulai mencoba bakalai
Menentukan nada-nada tinggi
Kau berhadapan dengan yang terbaik
Jadi pulang kerumah dan renungkanlah baik-baik
Ini bukan cerita fiksi atau pun sugesti
Para juri tlah memprediksi
Mentalmu tlah mati tanpa sedikitpun luka fisik
Eksis tanpa ambisi haruslah di habisi
Mikrophone is bulshit
Mainan masa klasik
Ku hadrikan modernisasi hiphop universal tanpa kategorisasi


        Bayangkan saja: Pertama: Hip-hop itu sebuah jenis pidato paling kreatif yang pernah ada. Coba anda lihat syair lagu hip-hop, anda akan menemukan kira-kira lebih dari 300 karakter, 200an kata puluhan kalimat. Ini sebuah pidato bahkan jauh lebih efektif dari itu!! Di dalamnya anda dapat dengan bebas menemukan ungkapan narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, persuasi, informasi, emosi, halusinasi, improvissaasi, solusi bahkan emosi!!! Dan yang pasti ini tidak basi. Sebuah pidato yang baik harus pertama-tama menarik perhatian audiensnya nah hip-hop mampu melakukan semuanya dari awal sampai akhir, memiliki rima yang menuntut otot dan otak kognitif dan emosi bekerja bersamaan dengan kemampuan musikal. Tentunya akan lebih menarik dan mengena di hati mendengar rapper asal yogya menyanyikan “Yogya istimewa” daripada presentasi tentang keistimewaan DIY. Dan tentunya lebih menghemat banyak waktu.
       Kedua hip-hop dapat menyatukan banyak jenis musik, anda tidak akan terpaku atau terpenjara hanya dalam satu jenis musik saya yang tentu saja melemahkan kualitas musikal otak. Dalam hip-hop anda dapat bebas berkreasi dengan reagge, pop, country, rock, atau kroncong seperti kroncong protolnya Bondan Prakoso, atau sedikit sentuhan jaipong semisal dalam lagunya Sweet Martabak “Sumur di Ladang”. Tentu saja dari semuanya Beat yang menjadi ciri khas Hip-hop tetap ada dan ini yang menyatukan rima di antara syair lagunya.

Basa basimu basi dan masi
...mentalmu basi elasi
Tak cukup bikin sakit
Tampak tektik
Ku buat kau tak berkutik
Sampai kau sampai pucat pasi
Bukan bombastik
Tapi dengan nuklir bleski
I need a peace sun of all easy
Ku siap menginfeksi
Radarmu tak bisa deteksi
Fuck the pow resi berontak
Fuck you crazy

Hip-hop Freedom

                           


         Ketiga dan yang paling penting hip-hop seperti halnya ekspresi seni lainnya memiliki pesan yang akan disampaikan kepada para penikmatnya, dan penikmat bebas mengartikan karya seni. Nah hip-hop memiliki keunggulan dan kelebihan dalam hal ini pertama: hip-hop memiliki syair yang lebih banyak dari pada jenis musik lainnya, sehingga pesan dapat disampaikan dengan porsi yang lebih banyak, lebih berisi, gamblang, lebih jelas tidak membutuhkan banyak ilmu tafsir syair atau intempretasi lagu tentunya semuanya dapat disampaikan tanpa kehilangan estetikanya. Kedua: beragam jenis pesan dapat disampaikan dalam hip-hop, semisal pesan religi dalam beberapa lagu Lipooz, pesan sosial, pesan cinta, pesan damai, pesan pemberontakan, dan masih banyak lagi. Tak seperti lagu pop yang beredar sekarang kebanyakan bernuansa galau melulu......
       Keempat sebagian besar lagu hip-hop berstatus indie not major label yang harus selalu mengikuti selera pasar sehingga pemusik kehilangan kreatifitas. Dengan ini pencipta lagu hip-hop dapat bebas menciptakan karya seninya tanpa ada tekanan ini itu apalagi ketakutan lagunya didownload secara ilegal.



oleh:Ntangis Waling

Lipooz : Lipootan Khusuzz (Session satu)

Molas Baju Wara and Ruteng is the City


        Ungkapan terampasnya kebebasan dalam berkreasi nampaknya masih sedikit banyak dibenarkan oleh beberapa pelaku dalam industri seni. Beberapa pasungan-pasungan dalam berkreasi masih menjadi kendala mereka untuk meluapkan ekspresinya walaupun sudah tidak sekeras beberapa tahun silam. Dalam bermusik pun entah sudah beberapa nama musisi yang harus merasakan dicekal. Dibunuh karyanya, hingga merasakan dinginnya hotel prodeo alias penjara akibat dari karyanya sendiri. Alih-alih ingin mendapatkan sebuah orgasme dalam berkarya malah harus menanggung hukuman yang diciptakan sendiri. Berikut ini hanyalah sebuah kisah kecilku dengan Lipooz rapper from Ruteng Clan, dari Ruteng is the City, Kisol is the seminary, yogya is never ending asia,Gedung DPR is Gangster Paradise, Pluit is City in the City dan Pacific Place is the Exclusive town.
Lipooz Rapper from Ruteng Clan
                                   
Here I Come
          Sejak kecil saya suka mendengarkan lagu rap, entah rap aliran manapun itu yang penting rap. Dan saya sadar kalo sebenarnya ini perpanjangan bakat alam keturunan mukun manus Manggarai Timur yang cerewet, ada sedikit Joak bahkan mboat, ngapusi, lebay atau apalah yang pasti ini semacam kutukan turun menurun untuk setiap orang yang menggunakan bahasa mbaen dan mengeja angka 6 dengan enom jadi 666 menjadi enom ratus enom puluh enom yeahh thats right. Dengan bawaan ini saya dengan mudah menyanyikan lagu-lagu T-Five yang panjang dan agak rumit, dan saat itu di SDK Kumba I Ruteng menyanyikan lagu itu di kelas sembari memukul meja menjadi kebanggan tersendiri karena hanya saya yang bisa sedangkan teman SD yang lain agak kelabakan maklum mereka berdarah Hili halang hili (Manggarai Barat) dan beberapa lain lagi keturunan sa pi pasar (Ruteng Tulen).


Ini Flores sound..it’ll bring u down
Ini Flores sound..it’ll bring u downIni flores sound Flores dg capital F,mungkin sj tak sebagus death rowBut it still gonna blow your deaf soulspt komodo varanus smua mangsa akan kuberanguswow..tak terbatas ruang dan waktutak sekedar cari uang dan lakuaku akan trus brjuang tanpa raguwalau darimu kuharus terbuang dan kaku

       Itu masa kecil sekitar tahun 2002 dan tahun 2003 saya melanjutkan perjuangan ke Seminari Pius XII Kisol. Di sini saya merasa tersisikan karena lagu hip-hop tidak mendapat tempat apresiasi setiap kali ada penampilan band kelas ataupun pentas apa saja, tersisih dan terpojokan. Ahh aku patah hati namun tidak patah semangat. Akhirnya bakat hip-hopku tersalurkan pada tahun 2005, waktu itu pesta emas Seminari Pius XII Kisol saya termasuk yang ikut mendirikan radio sanpiofm 98.8 bersama dengan seorang adik kelas dan frater pendamping yang pujii Tuhan memiliki selera yang kurang lebih saya Hip-hop. Sepanjang hari kuputar lagu hip-hop Saikoji, kungpow chiken dan beberapa lagi.
        Semasa SMA saya sungguh tergila-gila dengan lagunya sweet martabak, bondan, Neo dan juga Yogya hip-hop foundation. Saking fansnya sampai mengigau lagu hip-hop,, tetapi dalam hati masih ada yang terasa kurang bayangkan saja lagu hip-hop bahasa jawa saat itu keren banget tetapi kapan ada lagu hip-hop bahasa Manggarai? Kadang sewaktu senggang atau saat jam study aku menghabiskan waktu dengan mengarang syair lagu hip-hop Manggarai kalau tidak salah judul lagunya Mekas (Merindukan kamu sampai sakit) ada beberapa syair yang masih saya ingat 


Mekas (Merindukan kamu sampai sakit)
lelo wa natas nana ganteng ba bola,
hidi hada denur anak data,
rang nai di nana hi enu main mata
weda bola hena ulu pastor kepala...
kenangkan selalu ingatlah slalu, setiap saat setiap waktu dan sepanjang masa
buktikan cintamu nyatakan baktimu bla...bla..blaaa
(aku nyanyikan pake nada lagu gunung ranaka, reffnya juga kurang lebih sama kok.)


And than Ruteng is The City

           Setiap kali liburan hal yang paling penting dan yang paling utama adalah mendengarkan radio fm Ruteng, saat itu tahun 2007 ada dua radio fm di Kota kecil Ruteng Lumen 2000 dan BSfm, nah yang kedua ini menurut saya paling keren karena tidak menyiarkan lagu-lagu bernuansa alay kecuali kalau di request oleh pendengarnya dan biasanya dan memang sering orang merequest lagu lagu alay juga suatu tanda buruk bahwa waktu itu selera dan list musik orang-orang masih alay. Dan tentu saja yang request biasanyya ababil (abg labil). Nah sekitar tahun 2007 itu untuk pertama kalinya saya mendengar lagu hip-hop bahasa Manggarai diputar di radio BSfm, dinyanyikan oleh Lipooz judulnya Molas baju wara dan juga Ruteng is The City. Oh my God!!! Untuk pertama kalinya dalam hidupku aku bersyukur pada Tuhan untuk suatu hal yang kedengarannya bego, dan kendendangkan lagu Lipooz f*ck Peterpan and Stupid her fans!! aku bersyukur karena masih ada seorang dari ribuan anak muda Manggarai yang mencipkatan dan menyanyikan lagu hip-hop berkualitas, bahwa hip-hop juga bisa dinyanyikan dalam bahasa Manggarai dan aku memuji Tuhan bahwa orang ini, si Lipooz ini membawa sesuatu yang segar dalam musik Manggarai yang pasti orang ini bukan alay. Liriknya tajam, musiknya khas dan alunan sempurna two thumbs Upp!!

Dikala stress, 24/7 work like a dog, rap around the clockKnock knock,how is it..?Brother D datang hampiri, mengajak pergiBersantai lepaskan diri dari masalah yang menghimpit tiap hari, he said…Ini Lipooz fans hiphop paling fanaticCoba adu taktik menarikmu tuk bangkitHipnotis gerakmu mu dg beat yg bombastisSsssst sound gitar ala EspaniolaIramanya tak ada yg sanggup menolak

          Dan kemudian aku kembali ke Seminari dengan perasaan senang dan amat sangat bangga, tentunya dengan serentetan dua lirik lagu Lipooz yang sangat kuhafal; Molas Baju wara dan Ruteng is the City. Semenjak saat itu lagu Lipooz menjadi inspirasi dalam hidupku bahkan apalagi saat itu di Ruteng sedang hangat-hangatnya Misa lagu atau apalah yang sepanjang perayaan Ekaristi dari pembukanan sampe penutup semuanya dinyanyikan aku rasa itu juga efek Lipooz di kalangan rohaniwan,, yaahhh maybe.... Setiap disuruh membuat refleksi pribadi bahkan sampai karya tulis ilmiah pun pasti ada satu dua kata-kata yang mungkin romo prefek tidak sadari berasal dari lagu Lipooz, maklum romo prefek bukan anak hip-hop bukan juga anak alay, bukan anak reagge tetapi gaya anak umur lanjut (gaul) sezaman Titiek Sandora, Koes Plus dan sebangsa itulahh. Disaat galau atau pun sedih Ruteng is the City selalu kusenandungkan, bahkan menjadi doa tersendiri bahwa di suatu masa yang akan datang mungkin aku tidak lagi merasakan dinginnya Ruteng, kadornya anak Gextem, sopi, atau molas baju wara yang berselieweran di kala senja memanjakan mata. Ruteng is the city dan selalu menjadi City, home dimana molas baju wara atau pun amang pika bawang serta usang menjadi kenangan tersendiri dan semua kenangan itu hanya dan hanya ada dalam Ruteng is the City dan Molas baju wara.

Lipooz in Ruteng

                             


oleh:Ntangis Waling




Doctor Mirrabilis itu Bernama Jilis A.J. Verheijen, SVD (1908-1997)

     Hanya sedikit orang yang mengetahui karya-karya Pater Jilis Verheijen SVD (beberapa literatur menulis "Verhoeven SVD"), terlebih lagi sumber informasi tentang beliau dalam bahasa Indonesia amat sangat terbatas. Hal ini sangat tidak sebanding dengan besarnya perannya bagi kebudayaan Mangarai dan juga sumbangsihnya bagi kekayaan hayati di Indonesia
      Sekitar tahun 2000an seluruh dunia heboh dengan ditemukannya fosil manusia purba dari flores atau dikenal dengan nama Homo Florensiesis atau dikenal juga dengan nama Hobbit flores. Fosil ini mencuri perhatian dunia selain karena bentuknya yang sangat tidak biasa dari fosil manusia purba lainnya, fosil ini juga diyakini sebagai salah satu mata rantai penting dari sejarah evolusi manusia. Namun dari semuanya ada satu hal yang tidak bisa dipungkiri dari proses penemuan hobit ini yaitu peran seorang Jilis Verheijen SVD yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia adalah pionir pertama penelitian penelitian Homo Florrensiesis di Liang Bua, bahkan pionir pertama penelitian kepurbakalaan di seluruh daratan flores. Adapun penelitian pada tahun 2000an itu hanya melanjutkan penggalian yang telah dilakukan oleh pater Verheijen SVD.

Pater Verheijen (kanan) sedang melakukan penelitian fosil di Flores


           Jika kita berbicara tentang kebudayaan Manggarai, akar-akar, sejarah dan lainnnya ada dua tokoh penting pakar kemanggaraian yang sangat hebat yang menjadi patokan, dua orang murid dan guru, adalah Jilis verheijen seorang missionaris SVD dan Dami N Toda sang Murid seorang sejarahwan dan masih banyak gelar lain yang seharusnya disematkan kepada dua orang ini atas jasa-jasa mereka dalam meneliti tentang akar budaya dan kekayaan Manggarai. Saya sendiri telah sekilas melihat buku karya Dami N Toda yang berjudul "Manggarai mencari pencerahan historiografi", buku ini sangat lengkap mengulas tentang sejarah manggarai untuk melenkapi penelitiannya Dami N Toda meneliti hingga arsip-arsip peninggalan Belanda dan kepustakaan Kerajaan Bima serta menyertakan di dalam bukunya ini. Boleh dibilang inilah mahakarya seorang Alm. Dami N Toda.
         Adapun kali ini saya mengulas tentang tokoh Verheijen yang sangat saya kagumi kepribadiannya. Saya mengambil sumbernya dari Colin Trainor and JeF Veldkamp, dua peneliti kebudayaan manggarai dan juga saya sarikan dari beberapa tulisan yang pernah dimuat di Majalah Kompas sedangkan ada sebuah biografi tentang Verheijen yang sampai saat ini saya anggap yang terbaik yaitu karangan Pater Jhon Dami Mukese, SVD tentang Pater Jilis Verheijen, SVD dalam bukunya berjudul “Indahnya jejak kaki mereka (Misionaris-misionaris SVD yang pernah berkarya di Flores)” terbitan Nusa Indah Ende Flores.


P. Verheijen SVD dalam penelitian Gaja

                         
Jilis Verheijen SVD
       Verheijen, Jilis Antonius Josephus. Lahir di Zevenaar, Belanda pada tanggal 26 maret 1908 dan wafat di Teteringen Belanda pada tanggal 25 April 1997 pada usia 89 tahun. Dia mengabdikan diri sebagai missionaris di Manggarai, flores, Nusa Tengara Timur selama 58 tahun (1935-1993). Resminya, dia adalah pengajar Bahasa Latin dan Yunani di Seminari Mataloko di Kabupaten Ngada Sebagai seorang Misionaris Katolik dari Kongregasi Societas Verbi Divini (atau disingkat SVD) Pater J. Verheijen diutus menjalankan misi pada tahun 1935 dimana ia ditempatkan di Ruteng dan di Seminari Menegah Mataloko. Selama sekitar 17 tahun bertugas mengajar, Verheijen juga meletakkan dasar-dasar penting penelitian arkeologi di Flores.
       Dia belajar Sejarah Klasik dan Arkeologi di University of Utrect, Belanda, kemudian melanjutkan studi dalam bidang sejarah klasik di Univeristy of Leiden, Belanda. Penelitian masternya adalah tentang ekskavasi Pompeii, sebuah kota zaman Romawi kuno yang hancur akibat letusan gunung dan terkubur sampai kemudian digali oleh para peneliti.
      Fachroel Aziz dan MJ Morwood dalam Geology Palaeontology and Archaelogy of The Soa Basin, Central Flores, Indonesia (2009) menyebutkan, minat Verheijen meneliti jejak arkeologi di Flores bermula tahun 1950-an. Awalnya, Verheijen penasaran dengan penemuan tulang-belulang yang sangat besar oleh Raja Nagakeo di Boawae tahun 1957. Tulang tersebut muncul akibat erosi di sebuah kampung Ola Bula, Kabupaten Ngada. Verheijen kemudian mengenali bahwa tulang tersebut adalah fosil stegodon (gajah purba).
    Hal itu mendorong Verheijen untuk lebih serius merintis penelitian kehidupan purba di Flores. Dia lantas melakukan penggalian besar di Ola Bula dan menemukan fosil stegodon. Sebagai alternatif, dia juga mengembangkan penelitian di Cekungan Soa, Kabupaten Ngada.
     Tahun 1963, Verheijen kembali menggali di Mata Menge dan Boa Lesa, sekitar 3,5 kilometer dari Ola Bula. Di dalam dua situs itu, ditemukan fosil stegodon dan artefak batu. Tahun 1968, peneliti ini menyimpulkan, stegodon dan manusia purba telah ada di Flores. Entah bagaimana caranya, binatang dan manusia itu sampai di pulau tersebut. Verheijen bersama koleganya, Pater Johannes Maringer, mengungkapkan hasil penelitian beserta bukti-buktinya di beberapa jurnal Anthropos. Bukti-bukti itu diabaikan oleh peneliti arkeologi mapan karena mereka meragukan identifikasi artefak batu itu. Muncul juga anggapan, Verheijen termasuk peneliti amatir.
      Meski begitu, peneliti paleontologi dan pengajar di Utrecht University, Paul Sondaar, dan peneliti Pusat Survei Geologi Bandung, Fachroel Aziz, tertarik untuk menelusuri temuan Verheijen. Pada awal tahun 1990-an, keduanya dan beberapa peneliti lain kembali menggali beberapa situs yang pernah diteiliti Verheijen, yaitu Mata Menge dan Tangi Talo. Mereka menemukan fosil stegodon, kura-kura raksasa, dan komodo yang diperkirakan berusia sekitar 900.000 tahun lalu (Tangi Talo) dan 730.000 tahun lalu (Mata Menge). Hingga kini, penelitian di Soa terus dilakukan oleh banyak peneliti dari Indonesia dan mancanegara, seperti Belanda atau Australia. Kajian yang dirintis Verheijen pada pertengahan tahun 1950-an itu ternyata menjadi modal penting untuk menguak tabir kehidupan purba di Flores.


Penemuan Verheijen yang disimpan di Museum Ledalero 

                         
Foto Penelitian Verheijen

                               
Foto Di Museum Flores

                Semenjak ditempatkan di Ruteng beliau memiliki ketertarikan tersendiri terhadap bahasa Manggarai yang menurutnya sangat unik, hal ini juga yang mengantarnya untuk mengumpulkan Mitos, sejarah, kisah, cerita rakyat, pantun, teka-teki dan kemudian mendokumentasikannya secara sangat baik sebagai sebuah laporan tersendiri. Sepanjang perang dunia II dia bersama hampir sebagian besar misionaris asing di Flores diinternir di Sulawesi. Setelah perang dunia II selesai ia memperluas jangkauan penelitiannya dan berhasil dengan sangat baik dalam mengkombinasikan ketertarikan ilmiahnya dengan tugas mulianya sebagai seorang misionaris katolik, dan pada tahun 1959 beliau menyelesaikan tugas pastoralnya. Pater Verheijen memiliki dan mengembangkan berbagai macam talenta sepanjang hidupnya; sebagai seorang Pastor yang baik, seorang anthropolog, seorang pengamat burung, seorang botani, dan seorang pengamat bahasa yang sangat tajam, serta sungguh sungguh mencintai dan menghayati kekayaan alam. Sekalipun beliau bukan seorang ornitholog namun beliau meninggalkan catatan yang sangat menakjubkan serta sangat lengkap tentang burung dan konservasi alam manggarai. Dia menulis berbagai paper tentang dokumentasi burung dan berbagai jenis flora dan fauna mencakup pulau Paloe di sebelah barat pulau Flores (verheijen pada tahun 1961, mencatat rekor sebagai ornitholog satu-satunya dan yang terbaik dari pulau ini) dan juga meneliti pulau Rote hingga pulau Timor (Verheijen pada tahun 1976, memiliki ketertarikan dan meneliti pulau ini seperti yang kemudian diteliti lagi oleh Jhonston dan Jepson pada tahun 1996 dalam penelitian terakhir mereka) dan tentu saja Verheijen telah meneliti seluruh pulau Flores. Verheijen memecahkan rekor mendokumentasikan, menemukan serta memberi nama ilmiah kepada lebih dari 2000an jenis flora dan fauna dari 103 spesies (Verheijen 1964), Verheijen sejauh ini meninggalkan banyak review meliputi juga catatan penelitiannya tentang kehidupan dan reproduksi burung di Wallacea. Verheijen bekerja sungguh bersama dengan Voous (1950) dan Hellebrekers dan Hoogerwerf (1967) dan inilah peneliatian terbaik tentang burung yang pernah dilakukan di Indonesia. Hasil karya Verheijen terlebih khusus tentan burung menjadi referensi dan penelitian utama oleh White dan bruce (1986), Coates dan Bhisop (1997) serta Verhoeye dan Holmes (1998). Verheijen sangat dihargai dan mendapat penghargaan karena mendeskripsikan dan menamai sejumlah besar flora dan fauna di Flores.




Oleh: Ntangis Waling


Gereja dan Panggilan Iman Kita

     Di Indonesia gereja masih sangat muda. Tetapi sejak permulaan telah diusahakan dengan keras supaya gereja kita tidak selamanya tergantung kepada misionaris dari luar, melainkan menghasilkan pangilan-pangilan asli, baik untuk kehidupan membiara maupun untuk imamat. Agaknya perkembangan gereja di beberapa negara lain agak berbeda sehingga sampai belum lama ini mereka masih selalu mengharapkan bantuan tenaga imam dan biarawan dari luar dan kurang memperhatikan persiapan tenaga pribumi. Memang pada permulaannya setiap gereja lokal tergantung dari “luar” dan pertukaran tenaga antar gereja selalu akan dibutuhkan supaya gereja lokal tidak terlepas satu sama lain. Tetapi harus diusahakan supaya selekas mungkin gereja lokal mempersiapkan putera-putera asli untuk kehidupan membiara serta imamat, sebab merekalah yang boleh diharapkan lebih memahami persoalan-persoalan yang dihadapi Gereja di negerinya sendiri.
      Selanjutnya sekarang sudah tidak mungkin lagi kita menggantungkan diri dari misionaris-misionaris luar, sebab justru negara yang dulu mengirimkan banyak misionaris, sekarang mengalami krisis panggilan dan hampir-hampir tidak bisa lagi mencukupi kebutuhan mereka sendiri

Gereja Kateral Ruteng

                                         
         Krisis panggilan itu amat parah pada tahun-tahun 70-an. Krisis itu disebabkan oleh beberapa faktor:
  1. Di bidang kebudayaan: perubahan pola kebudayaan: perubahan sistem pendidikan, perubahan struktur keluarga.
  2. Di bidang gerejani : Kaburnya identitas para imam: menjauhnya kaum muda dari gereja; perubahan metode pendidikan calon imam dan rohaniwan, yang dinilai kurang dipertimbangkan secara matang.
  3.  Dari pihak kaum muda sendiri : Ketakutan untuk melibatkan diri secara tetap; prasangka buruk terhadap kehidupan imamat dan sebagainya.
         Dalam bulan Mei 1981 telah diadakan kongres internasional untuk membahas soal panggilan, yang dihadiri oleh kurang lebih 1.300 peserta, 150 di antaranya uskup-uskup. Setelah menganalisa faktor-faktor yang menyebabkan krisis itu yang telah disebut di atas, kongres itu menyatakan harapan baiknya untuk tahun-tahun selajutnya berdasarkan beberapa gejala baru:
  • Pembaharuan semangat komunitas paroki-paroki serta keluarga-keluarga.
  • Pengertian yang jelas tentang persoalan-persoalan pastoral
  • Latihan pastoral yang lebih baik
  • Didirikan komunitas-komunitas di mana panggilan-panggilan dapat berkembang.
       Persoalan dan pembahasan masalah di atas sekalipun telah lama berlalu namun masih relevan hingga saat ini. Hal ini menunjukan bahwa krisis panggilan maupun persoalan serta tantangan panggilan telah dihadapi sejak lama. ( Majalah Utusan, edisi April 1982:84) 


Oleh: Ntangis Waling

ROGER BACON DAN THE NAME OF THE ROSE Pemikiran Roger Bacon Bagi Perkembangan Ilmu Pengetahuan Modern Dalam Novel The Name of The Rose karya Umberto Eco

Tulisan ini dibuat untuk Mengenang Jasa Para Pendidik di Seminari Pius XII Kisol 

The Name of The Rose adalah sebuah novel yang mengisahkan tentang kehidupan biara pada abad pertengahan. Kekhasan novel in terletak pada bagaimana sang pengarang memadukan berbagai unsur untuk membuat pembaca sungguh-sungguh menyelami situasi abad pertengahan dengan segala seluk beluknya. Adapun unsur-unsur yang dimasukan antara lain filsafat, sejarah, ilmu pengetahuan, teknologi, tradisi relilgius, politik, sastra dan terutama tokoh-tokoh dalam sejarah abad pertengahan yang menjadi tokoh dalam novel ini. salah satunya ialah Roger Bacon (1214-1294) yang memiliki peran penting bagi perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Lantas, yang menjadi pertanyaannya; seperti apakah pemikiran Roger Bacon menurut novel ini? sejauh manakah akibatnya bagi perkembangan Ilmu pegetahuan dan teknologi modern?

Roger Bacon

                                         
       The Name of The Rose adalah sebuah mahakarya yang kompleks enigmatik, berlapis-lapis, dan menawarkan bebagai kemungkinan tafsir terbuka. Ia bisa dibaca sebagai cerita detektif, cerita sejarah, permainan semiotik, ekperimentasi teks, parodi petualangan filosofis yang mencari kebenaran, atau apa saja. Novel ini adalah sebuah contoh eksperimentasi sastra bermutu yang menawarkan demikian banyak inspirasi bagi dunia sastra maupun dunia intelektualitas umumnya. 
       Melalui sebuah novel ada banyak pesan dan peran yang dapat disampaikan, seperti yang telah disampaikan oleh Bambang Sugiharto. Namun semuanya tergantung pada kemampuan pembaca dalam melihat, memahami dan mendalami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah karya sastra seperti novel ini.
     Novel ini merupakan catatan harian seorang biarawan pada abad pertengahan yang kemudian oleh Umbero Eco dikembangkan menjadi sebuah novel. Eco memasukan banyak tokoh sejarah abad pertengahan ke dalam novel demikian pula dengan gagasan-gagasan pemikirannya. 
      Salah satu tokoh yang sering disebut adalah Roger Bacon (1214-1294) seorang filsuf, ilmuwan dan biarawan fransiskan pada abad pertengahan. Ia dipenjarakan karena tulisan dan pemikirannya banyak bertentangan dengan arus pemikiran umum pada saat itu. Namun sebenarnya Roger Bacon termasuk salah satu peletak dasar ilmu pengetahuan dan teknologi modern saat ini. Hal ini disadari oleh Umberto Eco yang juga memasukan Roger Bacon sebagai sosok filsuf dan ilmuwan yang memiliki peran yang sangat besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.
      Tulisan ini bertujuan untuk semakin mengenal tokoh Roger Bacon terutama pada pengabdiannya pada usaha untuk mencari kebenaran bagi kebaikan bersama, penghargaannya pada bahasa dan kebebasan berpikir, kecintannya pada alam ciptaan dan keberaniannya untuk mempertanggungjawabkan apa yang ia perbuat. Selain itu penulis melihat bahwa pemikiran Roger Bacon masih sangat aktual untuk dipelajari pada masa kini. Penulis mengambil sudut pandang novel The Name of The Rose karena novel ini dapat menampilkan sosok Roger Bacon sebagai seorang yang cemerlang yang hidup pada masa itu.
      Adapun pada bagian awal penulis akan sedikit mengulas tentang kisah novel ini secara singkat dan setting novel ini. Kemudian penulis akan membahas secara singkat tentang Roger Bacon, serta bagaimana Umberto Eco melihat sosok Roger Bacon dalam novelnya dan bagaimana pengaruhnya bagi perkembangan dunia modern saat ini.

 Kisah Singkat The Name of The Rose

         Novel ini menceritakan tentang seorang novis Benediktin bernama Adso dari seorang Jerman. Ia bersama seorang Bruder fransiskan bernama William Baskerville (dalam bahasa Italia disebut Guglielmo), seorang Inggris dengan tradisi intelektual Oxford, ke sebuah biara Benediktin Melk. Dia datang ke biara itu dengan tugas untuk meneliti kasus kematian seorang biarawan muda (Adelmo dari Otranto, seorang Ilmunimator dalam perpustakaan) dan menjadi utusan raja dalam pertemuan yang diadakan di biara itu untuk mendamaikan antara kelompok Fransiskan (yang dekat dengan raja) dan kelompok Paus (dengan dukungan para Dominikan). Biara Benediktin Melk dianggap sebagai daerah netral dan Abbas-nya (pemimpin biara) yang bernama Abo diharapkan bisa menjadi mediator.
         Kemudian menyusul kematian lainnya yang semuanya oleh Wiliam dianggap ada kaitannya dengan perpustakaan biara itu. Pada hari keempat sebelum sempat Wiliam memecahkan misteri kematian berantai, ia menerima kedatangan Michele da Cessna. Michele da Cessna adalah seorang pemimpin Ordo Fransiskan yang pada Kapitel General Fransiskan tahun 1322 membuat Paus Yohanes XXII marah. Pada sore harinya delegasi Paus dari Avigon datang dengan anggota antara lain Kardinal del Pogetto dan tokoh inkuisisi Ordo Dominikan Bernard Gui (nama Italianya Bernardo Guadino). Paus menyatakan bahwa ia hendak berdamai, tetapi oleh para fransiskan ini dianggap sebagai sebuah perang yang menjebak. Pertemuan resmi diadakan antara dua delegasi dengan tema kemiskinan Kristus yang merupakan keputusan kapitel Perugia tahun 1322. Namun akhirnya pertemuan itu mengalami kegagalan karena pihak Paus Avigon menuduh salah seorang mantan fransiskan sebagai pelaku yang menyebabkan terjadinya pembunuhan berantai di biara itu. sekalipun demikian William berhasil masuk ke dalam perpustakaan biara itu yang menyimpan buku rahasia penyebab kematian berantai di biara itu.
           Dalam novel ini Eco memasukan tradisi keilmuan lainnya, terutama dari para pemikir Oxford. Sejumlah penafsir bahkan berpendapat (dan pendapat ini sangat beralasan) bahwa Willian Baskerville dalam The Name tidak lain adalah adalah personifikasi semangat keilmuan William of Ockham, yaitu “filsuf empiris, politisi fransiskan yang mengajar di Oxford dan yang, setelah dipanggil ke Avigon oleh Yohanes XXII dengan tuduhan bidah, berusaha mencari perlindungan di istanan Louis Bavarian dan menjadi pendukungnya. William of Ockham mengajar di Oxford dari tahun 1318 sampai tahun 1324 dan dikenal sebagai seorang nominalis. Ilmuwan lainnya yang mendapat tempat istimewa dalam tulisan ini adalah Roger Bacon, juga seorang biarawan fransiskan yang banyak melakukan penelitian eksperimental berkat bacaannya atas karya-karya ilmiah yang tertulis dalam bahasa Arab. Bacon juga mengajar di Oxford dari tahun 1240-1247. Seperti diketahui dalam sejarah Universitas Bologna menjadi pusat kajian hukum, Universitas Paris menjadi pusat kajian Teologi dan Oxford menjadi pusat kajian ilmu-ilmu Empiris. Dalam novel The Name, Biara Melk diimajinasikan sebagai focal point yang mempertemukan berbagai tradisi keilmuan itu dan dibumbui dengan kepentingan politik serta semangat keagamaan yang menyertainya. Dengan demikian, The Name bisa menampilkan gambaran dunia abad pertengahan selama ini, yaitu dunia yang ditata sesuai dengan Aristotelianisme yang sudah dikristenkan. 

 Gambaran Pemikiran Abad Pertengahan Secara Umum

      Adapun zaman patristik dan abad pertengahan dibagi atas zaman Patristik, permulaan skolastik, zaman keemasan skolastik dan kesudahan abad pertengahan.Penulis secara khusus membahas tentang zaman keemasan skolastik yang berlangsung dari awal abad 13 karena Roger Bacon hidup pada zaman ini dan juga mempengaruhi pemikiran zaman keemasan skolastik dan sesudahnya. 
      Pada zaman ini dihasilkan beberapa sintesa filosofis yang menyolok mata. Hal ini dimungkinkan karena sudah sejak akhir abad 12 timbul beberapa faktor baru yang sangat penting: 1) Universitas-Universitas didirikan; 2) Beberapa Ordo membiara dibentuk; 3) Sejumlah karya filsafat, ilmu pengetahuan dan teknologi yang sampai pada saat itu belum dikenal di dunia barat, ditemukan dan mulai digunakan dalam pengajaran di Universitas. Roger Bacon memiliki peran yang besar terhadap ilmu pengerahuan dan teknologi sebagian bersar juga karena perhatiannya atas karya-karya yang baru ditemukan ini khususnya yang berasal dari Arab.

 Universitas-Universitas 
          Universitas memiliki peran yang sangat besar dalam memajukan pendidikan. Sejak abad ke sembilan dimana-mana di Eropa didirikan sekolah-sekolah. Dalam pertengahan kedua abad ke 12 sekolah- sekolah di Paris jauh melampaui semua sekolah lain pada saat itu. sekitar tahun 1200 semua sekolah di Paris memutuskan untuk bersama-sama membentuk “universitas magistrorium et scolarium” (keseluruhan yang meliputi guru dan dan para mahasiswa). Keputusan ini berarti berdirinya universitas pertama. Mula-mula Universitas sebetulnya tidak lain daripada cara kerja sama antara sekolah-sekolah yang sudah ada. Universitas Paris itu memperoleh perlajuan khusus dari Gereja serta pemerintah dan dengan segera menjadi pusat intelektual yang terpenting di Eropa. Selama seluruh abad petengahan Universitas Paris menarik mahaguru-mahaguru dan mahasiswa-mahasiswa dari seluruh negeri di Eropa. Tidak lama setelah berdirinya Universitas Paris, ditegakkan Universitas di tempat lain juga misalnya di Oxford, Bologna (hukum), Cambrigde dan banyak kota lain lagi. Karya filsafat pada abab pertengahan selanjutnya hampir semua mempunyai hubungan dengan pengajaran di Universitas, berupa bahan kulilah atau diskusi. 

Ordo-Ordo Membiara 
       Faktor lain yang sangat mempengaruhi perkembangan hidup intelektual pada abad pertengahn ialah timbulnya beberapa Ordo membiara yang baru yaitu Ordo Fransiskan dan Dominikan. Ordo fransiskan didirikan oleh Fransiskus Asisi pada tahun 1209. Mula-mula mereka merasa ragu apakah mereka akan mencurahkan tenaganya dalam bidang intelektual atau tidak. Tetapi akhirnya studi diakui sebagai salah satu lapangan kerja bagi mereka. Seorang profesor di Universitas Paris Aleksander Hales pada tahun 1231 masuk Ordo fransiskan, tetapi ia tetap mempertahankan kedudukannya di Universitas Paris. Dengan demikian ia menjadi yang pertama dari sekian banyak profesor fransiskan yang mengajar pada Universitas-uniersitas pada abad pertengahan. Salah satu keunggulan para ilmuwan fransiskan ialah bakat mereka dalam observasi dan kepekaan untuk menafsirkan bukti. Kualitas ini hanya dapat ditemukan di kalangan fransiskan di lingkungan Universitas Oxford dan Universitas Paris, dan hanya setelah Roger Bacon dan lebih maju lagi ketika teori tentang tanda yang menjadi ciri khas para pengikut aliran William Ockham. Kedua tokoh ini memciptakan suatu karya literatur dan pandangan yang sama sekali berbeda pada zaman itu. Sedangkan Ordo Dominikan didirikan oleh Dominikus Guzman yang mewajibkan para pengikutnya untuk mencurahkan perhatiannya pada bidang studi teologi.

Penemuan Karya-Karya Filsafat Yunani
         Faktor yang paling penting untuk perkembangan intelektual pada umumnya dan untuk pemikiran filosofis dan ilmu pengetahuan lainnya ialah penemuan sejumlah karya filsafat Yunani, terutama karangan Aristoteles yang sampai pada saat itu belum dikenal dalam dunia barat. Ini menjadi titik tolak untuk pergerakan filosofis pada abad 13 yang boleh disebut Aristotelisme. Sampai kira-kira pertengahan abad 12 para pemikir skolastik hanya mengenal karya-karya Aristoteles tentang logika yang diterjemahkan Boethius ke dalam bahasa latin, lagi beberapa komentar tentang logika Aristotelian. Jadi mereka menganggap Aristoteles sebagai ahli dalam bidang logika saja dan sebetulnya mereka hanya mengenal sebagian karya-karya Aristoteles tentang logika. Sekitar pertengahan abad 12 situasi ini mulai berubah. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa pikiran-pikiran Aristoteles masuk ke dalam dunia barat melalui dua jalan yaitu secara langsung dan juga secara tidak langsung.
        Disebut jalan tidak langsung karena merupakan terjemahan dan juga sudah dipengaruhi oleh pemikiran dunia Arab. Karena pada abad kedelapan dan kesembilan kebudayaan Arab mewarisi banyak karya filsafat Yunani. Sejak saat itu dalam dunia Arab mulai berkembang suatu gerakan filosofis yang sangat penting. Tokoh-tokoh yang berperan penting ialah Ibn Sina (980-1037) yang nama Latinnya Avicenna dan juga Ibn Rushd (1126-1198) yang nama Latinnya Avevores. Keduanya menulis komentar atas karya-karya Aristoteles dan juga menyumbangkan peran yang besar dalam dunia filsafat, dan ilmu pengetahuan khususnya dari tradisi kedokteran dunia Arab karya kedua filsuf ini sangat berpengaruh pada pemikiran Roger Bacon. Sekitar pertengahan abad 12 karya-karya Aristoteles (bersama dengan beberapa karangan neoplatonis) diterjemahkan dari bahasa Arab ke dalam bahasa Latin. Dapat diperkirakan bahwa terjemahan-terjemahan itu tidak selalu cocol dengan teks Yunani asli, tetapi semuanya memberikan prespektif yang sama sekali baru dalam dunia filsafat. Demikian pula dengan karya-karya filsafat Arab-Yahudi diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan dengan itu dibuka untuk skolastik. Pada masa itu para biarawan memiliki peranan yang sangat besar dan tidak dapat digantikan dalam menerjemahkan semua karya-karya ini ke dalam bahasa Latin dari bahasa Arab semua ini dimungkinkan karena para biarawan merupakan para cendikiawan yang mempelajari bahasa Arab dan Yunani serta sangat menguasai bahasa Latin. Para biarawan ini juga yang mengembangkan pemikiran para filsuf arab secara lebih baik.
        Sedangkan jalan langsung karena karya-karya tersebut diterjemahkan langsung dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Latin. Hal ini terjadi sejak berlangsungnya perang salib. Terjemahan langsung dari bahasa Yunani diadakan sepanjang seluruh abad 13.
      Timbulnya beberapa faktor penting diatas dan juga masuknya karya-karya Arab dalam dunia barat sejak pertengahan abad 12 merupakan peristiwa yang penting sekali. Sampai saat itu dunia barat sama sekali diresapi oleh suasana agama Kristen. Pandangan dunia kristiani merupakan satu-satunya pandangan dunia yang dikenal sampai pada waktu itu. Dalam bidang ilmiah mereka mencari inspirasinya pada Agustinus. Tetapi ketika terjemahan-terjemahan baru mulai membanjiri dunia barat, situasi intelektual sama sekali berubah. Dunia ilmu pengetahuan yang sebelumnya seringkali bercampur dengan tahayul mulai mengalami perubahan ke arah eksperimen ilmiah sekalipun melalui proses yang cukup lama dan Roger Bacon termasuk tokoh yang memiliki peranan dalam proses ini. Ia memiliki peran yang sangat besar dalam mewarisi, menyelamatkan dan mengembangkan karya-karya pada ilmuwan Yunani dan Arab khususnya dalam ilmu filsafat alam.

Hidup dan Karya Roger Bacon

        Roger Bacon (1214-1294) adalah seorang ahli filsafat dan ilmuwan Inggris, pembaharu pendidikan, biarawan fransiskan, bapak ilmu pengetahuan modern. Bacon mengatakan bahwa Alkitab penting untuk memperkuat iman, tapi pengamatan, eksperimen, pengukuran, dan matematika, sangat penting bagi ilmu, dan penguasaan bahasa sangat penting dalam rangka menaklukkan ilmu pengetahuan. 
        Roger Bacon adalah salah seorang di antara biarawan Fransiskan yang terkenal di zamannya, atau lebih tepatnya, segala zaman. Bacon adalah seorang filsuf Inggris yang meletakkan penekanan pada empirisisme, dan dikenal sebagai salah seorang pendukung awal metode ilmiah modern di dunia Barat, meskipun studi-studi akhir menitikberatkan pada kepercayaannya terhadap okultasi dan tradisi alkimia. Bacon akrab dengan koleksi karya-karya ilmiah dan filsafat dari dunia Arab, yang dengan penaklukan dunia Arab atas Syria dan Mesir, mengendalikan akses ke banyak karya-karya masa lampau. 
         Bacon rajin sekali mempelajari beberapa bahasa, mesiu, ilmu kimia, astronomi, matematika, dan terutama optika. Karena pengetahuannya, sangat luas Bacon mendapat julukan Doctor Mirabilis yang artinya “Sarjana Yang Mengagumkan”. Atas perintah Paus Clement IV Bacon menulis buku semacam ensiklopedi dengan judul Opus Maius (Karya Besar) , Opus Minus (Karya Kecil), dan Opus Tertium (Karya Ketiga).
         Dalam buku itu antara lain Bacon berbicara tentang dasar-dasar pesawat terbang, kapal bermotor, kereta, kaca mata, teleskop, dan cara membuat mesiu. Bacon mengusulkan agar kurikulum di universitas-universitas diubah agar universitas tidak hanya mengajarkan filsafat dan teologi, tapi terutama pengetahuan eksakta. Bacon juga mencela cara berfikir yang spekulatif yang menghasilkan pengetahuan yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya.
       Bacon berasal dari keluarga kaya. Bacon lahir kira-kira pada tahun 1220 dan beberapa sumber mengatakan lahir pada 1214. Tempat lahirnya tidak diketahui dengan pasti mungkin di llshester, mungkin di Bisley. Masa kecilnya juga tidak kita ketahui. Pada umur 13 tahun Bacon masuk universitas Oxford. Pada zaman itu anak berumur 13 tahun memang dapat masuk universitas. Setelah kuliahnya selesai Bacon mengajar di universitas itu. Kira-kira pada tahun 1245 Bacon mengajar di Universitas Paris. Disana Bacon memberikan kuliah tentang Aristoteles.
       Dua tahun kemudian (1247) Bacon berubah haluan. Bacon mulai tertarik pada ilmu yang dapat dibuktikan kebenarannya, ialah ilmu yang diperoleh dari pengalaman, eksperimen, pengukuran, dan dapat dijabarkan, dalam matematika. Bacon segera mempelajari kimia, astronomi, matematika, dan Optika. Optika adalah cabang fisika yang mempelajari cahaya. Bacon lalu membuat semacam laboratorium. Bertahun-tahun Bacon menyelidiki bagaimana mata dapat melihat. Bacon mengadakan berbagai eksperimen dengan lensa dan kaca. Bacon mengadakan eksperimen di bidang kimia, yang pada waktu itu disebut alkemi. Akhirnya Bacon dapat memberikan petunjuk cara membuat balon udara dan mesiu.
        Bacon jadi mahsyur, tapi banyak musuhnya, karena Bacon suka melontarkan kritik yang pedas dan tajam terhadap para ahli teologi dan ilmuwan yang tidak pernah mengadakan pengamatan, eksperimen, dan pengukuran. Karena sikap Bacon yang menentang arus zaman, Bacon dijebloskan ke dalam penjara selama 14 tahun. Bacon baru dibebaskan kembali 2 tahun sebelum meninggal. Pada umur 80 tahun Bacon berpendapat bahwa daging tidak akan busuk bila dibekukan. Pada petengahan musim dingin, ketika udara sangat dingin, Bacon ingin membuktikan kebenaran teorinya. Bacon keluar dari rumahnya sambil membawa ayam mati. Ayam mati itu diisinya dengan salju. Karena Bacon sudah tua dan daya tahan tubuhnya sudah lemah, Bacon kedinginan dan menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Roger Bacon Dalam The Name of The Rose

       Umberto Eco dalam novelnya sungguh menyadari akan pentingnya peran Roger Bacon dalam melatakan dasar bagi perkembangan ilmu pengetahuan modern. Umberto Eco selalu memuat komentar atas Roger Bacon melalui sang tokoh utama yaitu William Baskerville yang tidak lain adalah William Ockham, dalam novel ini tokoh William digambarkan memiliki tradisi pendidikan Oxford. Dan salah satu tokoh peletak dasar pendidikan Oxford adalah Roger Bacon sendiri sehingga William Baskerville (William Ockham) juga mewarisi dan mendalami tradisi pengetahuan Roger Bacon. 
      Penulis menyadari bahwa novel ini merupakan karya intertekstualitas dan seringkali memuat pernyataan yang disampaikan secara tidak langsung. Karena itu penulis hanya mengambil dan mengulas sudut pandang Umberto Eco yang membahas tentang Roger Bacon secara eksplisit, sekalipun sungguh terlihat dalam novel bahwa Umberto Eco juga memasukan keterangan dan percakapan tentang mesiu, hukum universal alam dan juga lensa yang merupakan karya monumental orisinal Roger Bacon. 

Pada bagian awal novel Umberto Eco langsung menetapkan posisi dari William, tokoh utama dengan sebuah kalimat langsung William:

        Rahib fransiskan di pulaunya adalah buangan dari cetakan lain:”Roger Bacon, yang kuhormati sebagai guruku, mengajarkan bahwa suatu hari kelak rencana Tuhan akan mencakup ilmu permesinan, yang merupakan keajaiban yang sehat dan alami. Dan suatu hari akan dimungkinkan, dengan mengarap kekuatan alam, untuk menciptakan peralatan navigasi yang dengan itu secara unik kapal akan berlayar Unico homine regente (manusia sajalah yang menguasai) dan jauh lebih cepat daripada kapal yang dijalankan dengan layar atau dayung; dan akan ada kereta yang bisa jalan sendiri dan ‘benda-benda terbang yang bentuknya sedemikian rupa sehingga ada orang yang duduk di dalamnya dengan memutar suatu alat, bisa mengepakkan sayap tiruan, ad modum avis volantus (menurut cara burung terbang). Benda amat berat dapat diangkat dengan peralatan kecil dan akan ada kendaraan yang bisa membuat kita melakukan perjalannan di dasar lautan……dan jembatan-jembatan dapat dibangun menyeberangi sungai tanpa kolom atau penyangga lainnya, dan mungkin juga akan ada mesin-mesin lain yang belum pernah disebutkan. Tetapi tidak usah cemas jika mesin-mesin itu belum ada, karena itu tidak berarti tidak akan ada. Tuhan menghendaki mesin-mesin itu ada dan sudah jelas ada dalam pikiran-Nya. Aku menghormati Roger Bacon lebih daripada yang lainnya... “yang berbicara dengan jelas dan kalem tentang Antikristus, dan menyadari datangnya kerusakan dunia dan merosotnya cara belajar. Bagaimanapun juga, ia mengajarkan bahwa hanya ada satu cara untuk bersiap menghadapi kedatangnya: mempelajari rahasia-rahasia alam, menggunakan ilmu pengetahuan untuk memperbaiki ras manusia. kita bisa siap memerangi Antikristus dengan mempelajari sifat-sifat tetumbuhan yang menyembuhkan, sifat batu-batuan, dan bahkan dengan merencanakan mesin terbang yang membuatmu tersenyum.. 


           Dari kutipan di atas, Umberto Eco menjelaskan bahwa Roger Bacon dalam karya-karyanya telah meramalkan bahwa suatu saat perkembangan teknologi akan mencakup hal-hal yang belum pernah dipikirkan sebelumnya (mesin-mesin dan alat-alat). Sesuatu yang mencolok dari Roger Bacon ialah ia meramalkan berdasarkan beberapa experimen dan pengamatan yang telah dia lakukan. Selain itu juga Bacon memberikan dasar-dasar teori ekperimental ilmiah atas semua yang dia ramalkan. Hal itu paling nampak misalnya dalam hal navigasi, penerbangan, optik , mesiu, transportasi dan beberapa teknologi lainnya. Bacon berpendapat bahwa tidak ada hal yang baru dari alat-alat dan mesin-mesin itu karena semuanya itu meniru cara kerja dari alam semesta, inilah yang oleh Roger Bacon disebut “Hukum Universal” dari alam semesta, yang menyatakan bahwa semua hal bekerja menurut aturan yang telah ditetapkan oleh alam itu sendiri. Menurutnya manusia hanya perlu mendalami, mengamati dan mempelajari aturan hukum universal ini untuk dapat digunakan demi kemajuan manusia itu sendiri. Penelitian, pengamatan dan ekxperimen Roger Bacon inilah yang menjadi dasar pemicu lahirnya pengembangan teknologi pada abad-abad selanjutnya. 
        Satu hal yang juga sangat menarik ialah Roger Bacon mengaitkan semua karya yang ciptakan dengan konsep teologis dan juga moral. Roger Bacon juga seperti halnya para penulis fransiskan lainnya selalu memasukan kedua aspek ini. Penulis melihat bahwa kedua aspek ini justru yang membuat Roger Bacon nampak lebih menonjol daripada para ilmuwan lainnya. Bagi Roger Bacon belajar merupakan salah satu kewajiban manusia dalam usaha untuk menyelami dan meyingkapi ciptaan Tuhan dan dengan demikian seorang manusia semakin menyadari bahwa Tuhan benar-benar Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Berkaitan dengan moral dalam novel ini Umberto Eco menyimpulkan salah satu bagian dari karya Roger Bacon yang diucakan oleh William:



Dan akhirnya, seperti sudah diperingatkan oleh Roger Bacon yang Agung, rahasia ilmu pegetahuan tidak harus selalu disampaikan kepada semua tangan, karena ada yang bisa menggunakannya untuk tujuan jahat. Orang terelajar itu sering membuat ajaib buku-buku tertentu yang tidak berkekuatan gaib, namun sekadar ilmu pengetahuan yang baik, dengan tujuan melindungi buku-buku itu dari mata yang tidak bijaksana...

       Hal di atas merupakan komentar William mengenai masalah mesiu yang pada masa itu masih menjadi misteri di dunia pengetahuan Barat. Namun Roger Bacon telah meneliti mesiu dan malah menulis formulanya, tetapi kemudian formula ini disembunyikannya karena kawatir akan digunakan untuk tujuan jahat dan merusak. Penelitian tentang karya Roger Bacon atas mesiu justru baru ditemukan beberapa abad sesudahnya.

Mengenai masalah politik dan Moral Umberto Eco menulis tentang Roger Bacon:

               Kebenaran orang biasa sudah berubah menjadi kebenaran orang berwewenang...... Bagaimana caranya agar kita tetap dekat dengan pengalaman orang biasa, maksudnya, mempertahankan kebajikan operatif mereka, kapasitas untuk berusaha mengubah dan memperbaiki dunia mereka? Ini masalah bagi Bacon. “Quod enim laicali ruditate turgescit non habet effectum nisi fortuito,’ katanya: ‘Pengalaman orang biasa punya akibat yang liar dan tidak terkendali. ‘Sed opera sapientiae certa lege vallantur et in fine debitum efficaciter diriguntur.’ Yang maksudnya, bahkan dalam menangani hal-hal praktis, entah itu pertanian, mekanik, atau memerintah sebuah kota, diperlukan semacam teologi. Ia berpendapat bahwa ilmu pengetahuan alam baru seharusnya jadi upada hebat baru dari orang terpelajar: untuk mengoordinasi, melalui pengetahuan lain tentang proses alam, kebutuhan elementer yang juga mewakili tumpukan harapan, kacau tapi betul dan tepat caranya, dari orang biasa itu. ilmu baru itu, keajaiban alam baru. Menurut Bacon harus diupayakan oleh gereja, aku yakin ia mengatakan ini karena pada zamannya, komunitas pejabat gereja disamakan dengan komunitas orang terpelajar. Sekarang tidak lagi begitu: orang terpelajar di luar biara dan katedral semakin banyak, bahkan di luar universitas. Jadi kupikir, karena aku dan teman-temanku sekarang percaya bahwa bukan gereja yang seharusnya mengatur manajemen masalah manusia, tetapi sekumpulan orang, maka di masa depan, komunitas orang terpelajar akan harus mengusulkan teologi baru dan manusiawi yang berupa filsafat alam dan gaya tarik positif ini” 

        Bagi Roger Bacon kaum terpelajar, pemerintah dan penguasa (dalam hal ini gereja) justru seharusnya menjadi pengerak dalam menciptakan sebuah masyakat yang maju. Kaum terpelajar memiliki tanggung jawab atas ilmu yang dimilikinya. Namun satu hal yang pasti kaum terpelajar juga harus memiliki moral dan iman yang benar kepada Tuhan (aspek teologis). Dapat disimpulkan bahwa segala karya yang dihasilkan bukan karya yang tidak bermutu atau dibuat hanya bersifat fungsional tanpa kandungan iman dan moral untuk membangun manusia. Menurut penulis justru kualitas ini yang jarang dimiliki oleh sebagian besar pemakai ilmu pengetahuan, pemakai teknologi dan para peneliti kaum terpelajar) pada masa modern ini. Malah Roger Bacon seorang peintis pemikiran ilmiah modern sudah dapat memprediksi akibat yang akan ditimbulkan oleh sebuah teknologi dan ilmu pengetahuan. Bacon juga berpendapat bahwa semua ilmu pengetahuan saling berhubungan satu sama lain, tidak terpisahkan bahkan sebenarnya saling melengkapi.

Pada bagian lain Umberto Eco memuji Roger Bacon, melalui tokoh utamanya William Baskerville:

Rasa haus Roger Bacon untuk pengetahuan bukan berahi: ia ingin menggunakan ilmu pengetahuannya untuk membuat rakyat Tuhan lebih bahagia, dan karenanya ia tidak mencari pengetahuan untuk dirinya sendiri. 

       Dapat dikatakan menurut Umberto Eco bahwa Roger Bacon, memiliki beberapa keunggulan; sebagai seorang Teolog, filsuf dan juga ilmuwan yang rendah hati.
       Salah satu pendapat Roger Bacon yang brilian adalah komentarnaya mengenai bahasa. Dalam Opus Majus Roger Bacon membahas masalah ini dengan cukup teliti. Bagi dia bahasa adalah sesuatu yang sangat penting bagi perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan

Ya, jika kau tahu sedikit bahasa Arab. Risalah terbaik tentang kriptografi adalah karya para sarjana penyembah berhala, dan aku bisa minta seseorang di Oxford membacakannya. Bacon benar ketika mengatakan bahwa penaklukan ilmu pengetahuan akan tercapai melalui pengetahuan tentang bahasa-bahasa.. 
“Persis; dan kau tahu bahwa Bacon betul. Belajarlah! Tetapi kita tidak boleh berkecil hati.

....Bacon betul: tugas pertama ilmuwan adalah belajar bahasa..

       Hal ini dapat dipahami dengan lebih baik jika disadari bahwa pada masa itu, terjadi transisi ilmu pengetahuan dari Arab ke dunia barat, sehingga para ilmuwan harus dapat mengatahui bahasa Arab, dan Yunani untuk dapat memahami karya-karya tersebut. Namun ide dan gagasan ini akan masih tetap berlaku hingga saat ini. kenyataan bahwa bahasa adalah sesuatu yang sangat mendasar dalam mempelajari ilmu pengetahuan tidak dapat dipungkiri oleh siapapun juga.
     Ada dua hal yang disinggung oleh Umberto Eco tentang karya Roger Bacon, yaitu mengenai ketertarikan Roger Bacon pada kegunaan magnet dan juga mengenai dunia penerbangan. Pada masa itu di dunia barat kedua hal ini belum dikenal secara luas khususnya mengenai penerbangan, tetapi Bacon sudah meletakan dasar bagi penelitian dan pegembangan selanjutnya tentang masalah ini. Bacon juga dalam karyanya banyak menulis risalah tentang kedua hal ini:

.....batu yang menarik besi. Dan itu dipelajari oleh Bacon.. 

Setelah kubah aedificium itu terbuka dan dari surga turunlah Roger Bacon naik mesin terbang, unico homine regente... 
        Peneliti pertama yang serius mempelajari tentang penerbangan adalah Roger Bacon. Pertama-tama ia membuat prototipe dari balon terbang yang diisi oleh gas Hidrogen. Kemudian merancang model pesawat terbangnya yang disebut Ornithopher. Mesin ini kemudian dikembangkan lebih lanjut pada abad-abad sesudahnya, dan kemudian mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam perang dunia pertama dan perang dunia kedua. Peranan pesawat terbang hingga kini merupakan salah satu pendukung sekaligus contoh dalam perkembangan yang tidak tergantikan dalam ilmu pengetahuan modern. Dalam hal ini Roger Bacon dapat disebut sebagai peletak dasar ilmu pesawat terbang modern. 
      Roger Bacon memiliki peran yang sangat besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Dia juga yang menganjurkan agar kegunaan keduanya dipelajari secara luas dalam Universitas. Dia bahkan menyusun sendiri kurikulum tentang studi Universitas. Peranannya yang besar inilah yang meletakan dasar bagi penelitian dan pengembangan ilmu sains modern dan juga teknologi dalam universitas khususnya Oxford dan Paris kedua Universitas yang memiliki peran yang sangat besar bagi ilmu pengetahuan abad modern.
        Bagaimanapun juga karya dan gagasan-gagasannya masih sangat aktual bagi perkembangan zaman ini. Ia termasuk salah satu tokoh awal yang meletakan landasan dan metode pemikiran ilmiah di dunia barat yang menolak gagasan-gagasan spekulatif yang tidak dapat dibuktikan dan seringkali bersifat menyesatkan dalam konteks zaman itu. Bacon bersama para pemikir fransiskan lainnya mencurahkan banyak tenaga pada perkembangan hal ini khususya kepekaan pada keajaiban alam. 
       Apresiasi dan pengabdian Roger Bacon pada ilmu pengetahuan telah menghantar umat manusia pada zaman yang lebih modern. Hingga saat ini Pesawat terbang, kacamata, teleskop, mesiu, mesin-mesin lainnya merupakan contoh dari sebagian besar karyanya yang kini memberikan peranan yang sangat besar bagi perkembanga dunia modern.

Penutup

       Sebuah Novel merupakan sebuah karya sastra yang juga memiliki pesan-pesan yang hendak disampaikan. Novel The Name of The Rose adalah sebuah novel yang memberikan beberapa pesan yang disampaikan kepada para pembaca. Salah satu metode penyampaian pesan itu ialah melalui tokoh-tokoh yang ada dalam kisah novel, dalam konteks novel ini Roger Bacon adalah salah satu tokoh sejarah nyata yang memberikan pengaruh besar pada jalan cerita novel karangan Umberto Eco ini.
        Roger Bacon (1214-1292) dalam novel ini dipandang sebagai sosok ilmuwan, filsuf dan teolog yang dalam zamannya telah memberikan pandangan dan pemikiran yang brilian tentang dasar ilmiah teknologi dan ilmu pengetahuan selain itu juga memberikan landasan moral dan iman tentang kedua hal ini. Dedikasinya pada ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan sumbangan yang sangat besar pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri.
      Bagaimanapun juga pemikiran dan karyanya masih sangat aktual hingga kini terlebih mengenai pemecahan untuk menjembatani masala antara teologi, moral dan teknologi seperti masalah yang akhir-akhir ini muncul seperti clonning, kontrasepsi dan bayi tabung. Roger Bacon telah meletakan dasar yang sangat baik untuk kita pelajari.
     Penulis menyadari bahwa karya ini masih sangat jauh dari sempurna. Karena itu masih ada banyak hal yang perlu digali lagi mengenai sosok Roger Bacon salah satunya dengan mengulas peranan Roger Bacon menurut karya-karya sastra berkualitas seperti novel The Name of The Rose. Semoga karya ini membantu dalam mengenal sosok Roger Bacon dan pemikirannya.
(Ditulis pada tahun 2011 di Novisiat OFM Transitus Depok)

Daftar Pustaka

Sumber Utama:

Eco, Umberto. 2008. The Name of The Rose (Penerjemah Nin Bakdi Soemanto). Yogyakarta: Bentang

Sumber Lain:

Bertens, K. 1983. Ringkasan Sejarah Filsafat. Yogyakarta: Kanisius

Eco, Umberto. 2004. The Name of The Rose (Penerjemah Ani Suparyati dan Sobar Hartini). Yogyakarta: Jalasutra

Haft, Adele. Jane White, Robert White. 2008. The Key To “The Name of The Rose”. Yogyakarta: Jalasutra
Encyclopedia Americana Vol 2. 1972. New York: Americana Corporation

----------------------------- Vol 11. 1972. New York: Americana Corporation

----------------------------- Vol 16. 1972. New York: Americana Corporation

----------------------------- Vol 18. 1972. New York: Americana Corporation

----------------------------- Vol 25. 1972. New York: Americana Corporation

The World Book Encyclopedia Vol 1. 1993. London: World Book

------------------------------------- Vol 2. 1993. London: World Book

------------------------------------- Vol 14. 1993. London: World Book

www.wikipedia .org (Diunduh pada tanggal 1 Juli 2010)



Oleh :Ntangis Waling