Minggu, 22 September 2013

Lipooz:Lipootan Khuzuuzz (Sesion tiga): Lipooz VS Wakil Rakyat

Dan Lipooz bernyanyi di Gangster Paradise


Ada pepatah mengatakan bahwa Musik adalah jembatan antara surga dan dunia...dan inilah yang dilakukan oleh Lipooz


DPR RI 

                           
         Pertengahan tahun 2010 menjadi tahun yang berat, perjalanan panjang serta perubahan arus hidup yang cukup panjang. Aku dikeluarkan dari biara, dan ini menjadi sebuah tantangan berat, aku benar-benar memulai semuanya dari awal lagi. Dari SMP hingga dua tahun setelah tamat SMA aku selalu dimanjakan dengan segala jenis kemudahan di dalam biara, namun saat keluar dari biara saya harus mencari sesuap nasi dan selembar ilmu dengan keringat dan tangan sendiri. Jika di biara saya jarang melihat arti dari sepiring nasi, namun saat keluar dari biara saya benar-benar menghargai nilai kerja keras dan perjuangan dibalik segelas kopi dan semangkuk lauk di piring. Saya merasa seperti anak hilang dan Ini benar-benar titik terendah dalam hidup. Lagi-lagi Lipooz memenangkan aku “retang nai daku duku senget dere ho’o doing koe gaa doing koe gaa doing koe O mose gee” (Dan aku menangis dalam hati saat mendengar lagu “bertobatlah, berbaliklah dan perbaikilah hidupmu). Dan sekali lagi Lipooz menenangkan hatiku.
        Pertengahan agustus 2010 saya mendapat pekerjaan baru yang menjadi titik balik dalam hidup. Saya bekerja sebagai barista sebuah coffeeshop yang cukup terkenal di Jakarta dan setelah training beberapa hari aku langsung di Tempatkan di cabang DPR-MPR senayan GOD!!! Selama kecil saya sekalipun belum pernah membayangkan akan berada di tempat ini bagi saya ini adalah tempat orang berkuasa yang saya beri nama Gangster Paradise, namun saat itu tidak terlukiskan rasa bahagia dalam hati ketika saya harus masuk dan bekerja di sana. Bayangkan saja begitu banyak orang yang rela membuang jutaan rupiah sebagai caleg hanya untuk bisa berada di dalam gedung ini namun toh saya dengan mudahnya bisa berada disana. Walaupun ada pada level yang beda sebagai barista coffee tapi cobalah sejenak membayangkan saya dengan mudahnya masuk ruangan mana saja dengan bebas tanpa pertanyaan dan embel-embel sana sini lebih mudah daripada seorang bupati bahkan Gubernur sekalipun!!! Mereka harus melewati beberapa protokol dan jadwal acara yang padat hanya untuk bisa bertatap muka dengan Marzukie Alli orang nomor satu di DPR-MPR sedangkan saya hampir setiap hari masuk ke lantai tiga nusantara tiga untuk membawa kopi ataupun pesanan beliau langsung hampir setiap lantai telah dijelajahi hingga ke Gedung DPD dan Sekjen. Jika menyebut berbagai nama-nama beken anggota DPR pusat saya dengan sangat mudah bercanda tawa dengan mereka dan bebas bertanya apa saja dengan santaii tanpa merasa kikuk, bagi saya mereka semua hanya customer tidak lebih karena itu bercanda tawa terasa hal biasa dan funlaahh...
           Dan Lipoozz? Apa perannya disinni? Guys kukatakan saja satu hal Lipooz jauh lebih efektif dari ratusan dan ribuan orang yang berdemo di depan Gedung DPR-MPR senayan!!! Pendemo berada di luar pagar yang jaraknya tiga kilometer lebih dari gedung nusantara satu, dua dan tiga. Sekalipun berorasi dan berterriak suaranya tidak akan sampai ke daerah gedung dalam. Di dalam kegiatannya berlangsung biasa saja dan aman-aman saja. Bukan berarti saya menilai remeh perjuangan para pendemo tetapi inilah kenyataan yang saya amati, mereka berdemo dan didalam kegiatan tetap berjalan normal. Paling-paling cuman ada satu dua yang bertanya 


“ada apa sih di depan?”

“ ada demo pak!!”
“ Ohhhh Demoooo”

       itu saja dan semuanya kembali normal tanpa terusik. Tapi dari sini saya tahu kekuatan musik seperti yang Lipooz bilang Words=Power, setiap hari di depan para bapak ibu DPR seringkali saya putar “Ruteng is The city, malas tau, turn It off, Hip cha-cha” dan beberapa lagu lainnya pada saat natal pun Crismas in Ruteng pun mengalun lembut di koridor nusantara dua selepas sidang malam. Dan satu hal yang harus dicatatat bahwa ada sejumlah wartawan, office boy DPR-MPR dan beberapa utusan dari berbagai daerah di Indonesia ini sering meminta saya memblutooh lagu Lipooz.
Lipooz One man Army

                                           
           Karena keseringan memutar lagu Lipooz ada beberapa anggota yang tertarik mereka pasti bertanya-tanya seputar lagunya siapa, darimana, bahasa apa dan kemudian bercanda bahwa mereka nanti akan berkampanye memakai lagu rapp sehingga nanti disetel dimana-mana melewati batas suku, ras dan agama di Indonesia ini dan terlebih lagi akan berpengaruh besar pada anak muda zaman sekarang,, busyet sungguh dahsyat!!! Bahkan satu hal yang harus dicatat ada seorang anggota DPR yang cukup berpengaruh seringg menggunakan istilah “malass tau”” di sela-sela obrolannya sering terdengarr. Bla....bla....bllaaa oh yaa betul itu bllaa blallaa itu khann,,, dia malas tau?!! Saya lebih malas tau!!! 


Berikan yang terbaikMasih lipooz yang memang terbaikFor in the skySejarah ku mulaiKu teriakanCikimai, pukima,Percuma kau mulai mencoba bakalaiMenentukan nada-nada tinggiKau berhadapan dengan yang terbaikJadi pulang kerumah dan renungkanlah baik-baikIni bukan cerita fiksi atau pun sugestiPara juri tlah memprediksiMentalmu tlah mati tanpa sedikitpun luka fisikEksis tanpa ambisi haruslah di habisiMikrophone is bulshitMainan masa klasikKu hadrikan modernisasi hiphop universal tanpa kategorisasi

       Dan seperti kita semua tahu bahwa sebuah lagu sering mempengaruhi cara dan pola pikir seseorang. Dalam kasus ini skemanya adalah Lipooz mempengaruhi pola pikir beberapa anggota DPR dan anggota DPR kemudian para bapak-bapak ini mempengaruhi keputusan sidang paripurna dan berpengaruh kepada hidup jutaan masyarakat Indonesia ini!! Dan saya menyebut ini sebagai Lipooz effect!!! Terlebih lagi saat itu Jokowi yang menjabat gubernur Solo sedang diusahakan menjadi gubernur Jakarta dan diantara lobi-lobi politik itu alunan lagu Lipooz setiap menemani, jadi menurut versi saya yang paling ekstrim Jokowi juga sukses menjabat gubernur Jakarta juga karena sumbangsih besar dari Lipooz yang mempengaruhi sejumlah orang di DPR senayan walaupun tohh tak bisa dipungkiri Jokowi itu fanatik sama Metalica....
         Memang itulah Hip-hop seperti yang diusung kraeng Lipooz, yang telah merambah ke dalam Gangster Paradise sebutan saya untuk gedung DPR. Seperti hiphop itu sendiri memberi warna, menginpirasi bagi setiap hidup dan menjadi kehidupan itu sendiri dan saya sudah buktikan bahwa Lipooz seorang Rapperr yang sudah memenuhi kewajibanya sebagai seorang seniman sejati, mungkin Lipooz sendiri kurang menyadari hal ini tetapi seperti yang kita lihat Jokowi-Ahok buktinya!!




Lipooz the Floress sound
                                 
Oleh: Ntangis Waling


EmoticonEmoticon