Kamis, 19 September 2013

Pater Leo Perik SVD (Bangau Putih)

Catatan awal:Suatu ketika ada teman Sanpio yang minta dikirim teks drama tentang P.Leo Perik, SVD Fundator Sanpio.,,setelah dipertimbangkan ada baiknya kalau teks ini dibaca juga oleh kita semua, sebagai bahan refleksi kita tetang peranan Sang Bangau Putih....

PAnToMiM:

POTRET BISU
Mengenang Si Bangau Putih

P. Leo Perik. SVD



Babak I

     Vox: Pada tahun 50-an Vikariat Apostolika Ende dan Vikariat Apostolika Larantuka sebagai tiga serangkai Vikariat Apostolika sepulau Flores sudah lama memiliki panti pendidikan calon imam pribumi. Di Vikariat Apostolika Ende Seminari menengah Yohanes Bechmans Todabelu Mataloko resmi berdiri pada tangal 2 februari 1967. dan di Vikariat Apostolika Larantuka Seminari Menengah San Dominggo Hokeng resmi berdiri pada tanggal 15 Agustus 1950. dan di Vikariat Apostolika Ruteng…?

…………….Musik……....

    Hasrat dan kerinduan untuk mendirikan Seminari Menengah di Vikariat Apostolika Ruteng sebenarnya sudah lama terpendam, bahkan jauh sebelum didirikannya Vikariat Apostolika Ruteng itu sendiri. Lembaran PELITA SETIA terbitan Juni 1955 secara berlebih-lebihan melukiskan hasrat dan kerinduan itu. Sudah sekian lama umat Katolik Manggarai menginginkan sekolah Menengah Seminari berada di tengah mereka di tanah tumpah darah mereka sendiri. Hal ini sudah menjadi kerinduan besar seperti tanah kering dan tandus yang merindukan air. Kerinduan ini lebih dari seorang penjaga malam menantikan fajar. Kerinduan ini menjadi kenyataan ketika seorang Imam muda kelahiran negeri kincir angin mengayunkan langkah pertama untuk mendirikan sebuah Seminari Menengah di lembah Kisol.

………….adegan Pater Leo masuk………....

Sebuah lembah sunyi bak tanah terjanji yang berkelimpahan susu dan madunya diapit oleh Poco Lando dan Ndeki serta dilingkari oleh gemericik aliran Wae Pake dan Wae Korok.
Bekal penggalaman 9 tahun mengajar pendidikan di Seminari Menengah (2 tahun di Soesterberg Belanda dan 7 tahun di Mataloko) cukup memberikan semacam sakramen penguatan bagi Leo muda untuk meretas sebuah lembaga pendidikan calon Imam yang baru di lembah Kisol.
Kisol adalah tempat yang indah, namun silit dijamah. Ia mesti ditakluk dengan perjuangan yang gigih..

…………………..Vojenciak masuk…..lalu keluar bersama-sama……

Adalah Pastor Jurai Vojenciak, SVD pastor wilayah Manus yang sangat berjasa menemukan tempat tersebut. Melalui negosiasi penuh kemanusiaan yang intensif, akhirnya tergeraklah hati para tua tanah dan tua Golo dari Rende-Manus yang diwakili oleh Bapak Mando, Laro, Mela, Taros, Stanis Tandang dan dari Watunggong-Rongga Koe yang diwakili oleh Bapak Epa, Ingga, Sarong-Epa, dan Juna yang secara tulus dan iklas di hadapan para saksi dari tingkat kedaluan Manus dan Rongga Koe menyerahkan sebidang tanah kepada pihak Gereja yang diwakili Mgr. Wilhelmus Van Bekkhum, SVD untuk didirikan sebuah Seminari Menengah…


......… layar tutup..........

..............Musik...........

....................Layar dibuka..........


…adegan serah terima tanah…Pater Leo,,,,Mgr Wilhelm,,,para Bruder..Tua-Tua tanah..pelayan..layar ditutup…

Tanah telah diperoleh. Ia harus diolah agar layak dihuni. Semak belukar dirambah, pohon-pohon dan duri dibabat, akar-akar dicabut. Bruder Odulvus, SVD, Br. Adrianus, SVD dan Br. Marcelus, SVD yang dikenal sebagai trio buldoser bersama para karyawan dari Mataloko amat berjasa untuk menjadikan tempat semak belukar berduri sebagai kompleks Seminari….

…layar buka……adegan babat hutan….layar tutup....

Dan bangunan pun dibangun, meski semuanya serba darurat.


Adegan:….dorong gerobak, campur semen..cor..tak-tak paku….beti leas..inung wae,,,rongko,,,,dendut,,layer tutup.....


Dari keadaan serba darurat dan belum lengkap, perlahan-lahan bangunan Seminari dibedah dan dilengkapi. Pada bulan Desember1957, pembangunan kompleks Seminari yang baru dan di tempat yang baru pun dimulai. Di sini, arsitek tunggal adalah Si Leo Muda.

SELINGAN: KISOL TAMAN SARI

Babak II
VOX: Dan Kisol pun terus merangkak menembus zaman sembari menggapai tujuannya yang nan mulia menghasilkan Imam-Imam, mawar harum semerbak bagi taman Gereja. Si Leo Muda pun terus merancang system dan management pendidikan yang bisa menghasilkan manusia berkualitas untuk menjadi agen pastoral yang tangguh bagi Gereja. Di lembah Kisol yang sangat ditekankan oleh Leo adalah soal kedisiplinan dalam segala hal mulai dari pagi hari hingga malam hari. Misalnya soal ketepatan waktu untuk memulai perayaan ekaristi. Meskipun hanya satu dua orang yang tepat waktu beliau tetap memulai perayaan Ekaristi….

Layer buka…….adegan misa. Ada yang terlambat…..layar tutup….

Bagaimana cara menegakan disiplin itu? Tidak lain dengan menegakan aturan di Lembaga ini, Serva Ordinen et Serva bite. Begitulah kira-kira penegasan Leo kepada anak-anak asuhannya. Untuk menuntut kedisiplinan yang tinggi dari siswa, ia mesti terlebih dahulu menyediakan sejumlah persyaratan yang memadai. Namun, setiap siswa juga dituntut untuk mempergunakan fasilitas itu secara bertanggung jawab. Bahkan untuk menumbuhkan menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam diri siswa yang menugaskan anak asuhnya untuk membuat fasilitas sendiri meski yang sederhana. Tentang itu Leo pernah mengisahkan bahwa dahulu air merupakan kesulitan utama. Para siswa harus mandi di Wae Pake, namun ember tidak ada. Terpakasa Leo meminta siswa untuk membuat ember darurat dari kaleng susu dilengkapi dengan tangkai pemegannya..

Layar buka…adegan timba air dulu dengan kain sarung…..

Namun sekarang…anak-anak menjadikan ember mainan

......layar tutup...

Begitulah sekilas sketsa awal pikiran dan karya Leo merancang seluruh pendidikan di Seminari kisol. Bagaimanakah peran Leo selama mengabdi di lembah impian ini? Kita ikuti yang satu ini….


SELINGAN: Episode Si Bangau Putih

Babak III
VOX: Leo adalah seorang prefek. Ia mempunyai segudang pengalaman sebagai prefek. Ia memiliki visi sebagai seorang prefek bertolak dari pengalaman konkretnya sendiri. Ia mesti mengetahui dan melihat kekurangan, kelebihan, kehebatan, dan kekonyolan siswanya. Ia sangat bertanggung jawab menegakan aturan di Seminari, dan dia memiliki teknik pengawasan non verbal alias pengawasan tanpa kata…

Adegan: anak-anak rebut di kelas. Leo datang tanpa kata…..

Para siswa menganggap beliau memiliki kekuatan supranatural karena dia selalu ada di tempat di mana siswa melakukan pelanggaran . dimana, kapan dan dalam hal apa saja beliau menemukan Seminaris yang berulah tidak ada kata-kata yang terlontar dari dirinya.

Adegan: siswa curi buah-buahan… Leo datang tanpa kata…

Tak akan ada panggilan menghadap di kamarnya, Cuma sorotan matanya menuntut siswa mengambil keputusan apa yang harus segera ia perbuat. Keputusan tidak dating dari beliau. Keputusan diambil oleh Seminaris itu sendiri….

……adegan: pelangar datang menghadap ke kamar…..mendapat nasehat..sambil tepuk-tepuk bahu…..
..................layar tutup.............

Disana ada relasi diagonal, komunikasi dan saling mendengarkan..

Tetapi dalam kenyataaan banyak siswa sulit menjalin komunikasi terbuka dengan prefek. Mereka itu biasanya menilai prefek sebagai polisi jalanan. Prefek dituduh sebagai actor intelektual mencari-cari kesalahan siswa lalu mengeluarkanya. Namun Leo membantahnya. Pendapat itu tidak benar sama sekali. Siswa yang demikian biasanya yang terancam atau yang sudah dikeluarkan. Mereka ini tidak jujur. Selalu mempersalahkan prefek atau guru apabila mendapat segelas of kopi pahit, sehingga tidak tidak dimarahi oleh orang tua di rumah.

....................Layar tutup...................
....…musik….

Tentang motivasi siswa masuk ke Seminari Leo pernah berujar….


Adegan: layar buka..ia bergerak dan buka mulut…

Saya minta pelbagai pihak agar tidak asal kirim anak untuk studi di lembaga ini. Kalu ada siswa dikirim ke sini hanya dengan alasan “kami tidak tahu mau berbuat apalagi dengan anak ini…lebih baik kirim saja ke Seminari…biar bisa diatur…oo mita maaf…kami disini tidak menerima psikopat 9 orang sakit jiwa. Jadi setidaknya siswa yang diutus ke sini adalah anak yang baik dalam sikap dan pengetahuan serta memiliki motivasi menjadi Imam. Jadi orang tua jangan paksa anak jadi Imam kalau dia memang tidak ada niat. Yah pada tahun 1955 angkatan pertama, setelah beberapa hari datang ke kamar saya dan menyatakan tidak mau lagi sekolah di tempat ini. Langsung saja saya mengijinkan anak itu pulang….daripada bikin kekacauan dan merusak Seminari.yah jujur saja…..

...............layar tutup..............
..........….musik…........

Leo juga aadalah seorang figure guru yang sejati. Ia merupakan guru matematika yang ulung. Ia menguasai bahan ajaran yang sangat komplit dan menjelaskannya dengan singkat dan jelas. Ia juga memiliki keunggulan didaktik yang sangat tinggi untuk mata pelajaran matematika. Ia dapat menjelaskan materi kepada siswa yang kurang pandai sedemikian rupa sehingga mereka pada umumnya dapat memahami matematika dengan baik.

.........adegan di kelas....ada anak yang tertidur Dia tegur.....


Selain itu Ia juga memiliki kemampuan mengolah kelas dan menggunakan papan tulis dengan sangat baik. Pater Leo pun sangat disiplin dalam memeriksa pekerjaan siswa dan dikembalikan dengan teratur sehingga setiap siswa dapat mengetahui kesalahan yang dibuatnya. Kepada yang mendapat nilai bagus, tak lupa ia menyelipkan selembar gambar kudus sebagai hadiahnya..

.............adegan di kelas: anak-anak terima hasil pekerjaan.....hura...ada yang loyo....

SELINGAN: iklan ruci dan cio

Bukanlah Leo jika tidak memiliki seabrek kecakapan. Ia juga seoragn dokter yang melayani anak-anaknya dengan penuh kasih. Salep telinga bagi yang Nenteng, tablet merah muda bagi yang flu dan kinine bagi yang malaria selalu tersedia di kotak P3Knya.

............Adegan : antrean terima obat. Orang terakhir pura-pura sakit..........

Ia memiliki kemampuan untuk mendiagnosa penyakit secara tepat. Ia bisa mengetahui sakit benaran, yang sakit pura-pura dan pura-pura sakit

..................layar ditutup...............

Leo adalah seorang Imam Tuhan yang setia, karena itu perayaan Ekaristi merupakan makanan harian yang menjadi kekuatan dalam seluruh pelayanannya. Satu hal yang menjadi ciri khas beliau adalah kotbahnya yang tidak terlalu panjang dan bahkan kata pengantarnya yang justru lebih panjang. Baginya perbuatan lebih berharga dari kata-kata. Selain itu ia juga rajin dalam mendaraskan brevir adatau ibadat harian.

...........adegan:..layar dibuka..Leo berdoa....

Doa rosario pun menjadi menu utama dalam keseluruhan hidupnya. Selain itu sebagai anggota Serikat Sabda Allah, ia sangat mencintai dan menghayati serta menghormati Kitab Suci dalam hidupnya. Sabda Allah ini baginya merupakan kekuatan dalam karya panggilannya. Romo Praeses Laurens Sopang, Pr paling kurang mengalami hal ini. Ketika ia mendapat hadian Kitab Suci dari Pater Leo disaat ia hendak melanjutkan pendidikan ke Seminari Tinggi.

.......adegan: Romo Laurens Sopang menerima Kitab Suci..layar tutup..
..musik....

Disaat usianya kian uzur, Kakek Leo masih menyisakan kemampuan arsiteknya dengan mengoleksi perangko dan membuat gambar-gambar dinding.

.....adegan: layar dibuka...gergaji triplek dan ukur centi sambil rokok...
..............layar tutup........

Dia mengetahui persis penempatan gambar-gambar yang diletakan olehnya, meskipun siswa yang Kador sering menukar-nukar letak gambar itu untuk kepentingan potret siswa.

........Adegan...:layar buka anak-anak tukar gambar untuk keperluan foto bareng....lalu keluar...Leo masuk lalu geleng-geleng kepala...lalu memindahkan gambar ke tempat semulanya......
...............layar tutup..............

Ia sangat peka dengan kebersihan komunitas Sanpio. Bahkan ia pernah membersihkan pintu kamar basuh SMP yang kelihatan kotor dan dekil sekitar tahun 90-an, demikian pengakuan Fr.Roy Djelahu yang saat itu masih duduk di bangku SMP.

..Adegan: layar buka....Leo geleng….lalu melap pintu. Ada dua siswa lewat...malu-malu..lalu membantunya melap pintu...
..............layar tutup........

SELINGAN: Lagu Ayah.....Pur Sole.....

Meskipun usianya kian uzur Leo tetap kuat dan tegak. Ada tiga hobby yang kiranya membuat Beliau tetap sehat. Bersepeda tanpa roda yang sekarang diparkir di depan kamarnya Pater Frans Mido, SVD, rokok putih dan nonton bola kaki. Acapkali Ia menyogok Frater TOP untuk nonton bersamanya dengan cokelat dan sebatang kretek. Meskipun Si Frater TOP menemaninya sambil mengorok.

.......Adegan: nonton.....

Jika Belanda kalah, Leo pulang ke kamar dengan wajah serius dan wajah muram, kawan yang sudah ngorok lupa dibangunin..

......Layar tutup......

VOX:
Detik-detik terakhir pengabdian Pater Leo di Seminari Pius XII Kisol adalah saat ia mereyakan hari ulang tahunnya yang ke-80 pada tanggal 10 Mei 2000. Perayaan itu sekaligus merupakan kesempatan terakhir bagi Si Bangau Putih untuk bercanda dengan para Siswanya. Ia kembali ke Negeri leluhurnya untuk mengecek kesehatan.

.....Adegan: perpisahan...para siswa berjabatan tangan, berpelukan dan menangis...lapu kapan-kapan ada siswa yang disco...

Rupanya karena usianya yang sudah sepuh, dia pun tidak diizinkan untuk pulang dan harus tinggal di rumah jompo Teteringen.


SELINGAN: PUISI DARAH-DARAH BONGKAR

Tepatnya 8 September 2005, Sanpio memasuki usia emas. Anak-anak Sanpio merancang aneka kegiatan menyambut Pesta Emas Sang Ibu. Di sini, satu simpul penting dan tak tergantikan adalah peran dominan Sang Pendiri Sanpio Pater Leo Perik,SVD. Ada pertanyaan yang muncul apakah Sang Pendiri berkenan hadir dalam pesta Emas? Adalah kehebatan jika beliau berkenan menyaksikan sukacita anak-anak Sanpio menyambut season emas keberadaan sebagai Ibu yang melahirkan kecerdasan.
Tetapi sejurus mendung duka menyelimuti lembah Sanpio pada hari-hari ini. Kegembiraan dan mimpi Pesta Emas seolah tercuri begitu saja dari nubari anak-anak Sanpio. Yang ada hanya kegetiran. Rasa hebat karana dapat memboyong kembali Sang Fundator ke Kisol runtuh seketika. Ia pamit dari pentas sejarah. Ia sudah terbang menembus cakrawala kehidupan pada tanggal 6 Oktober 2004. ia melampaui angan-angan manusiawi kita untuk dapat berjumpa dengan beliau pada moment Emas. Beliau lebih memilih berjumpa dengan Sang Ada, muara kerinduan dan pergulatan kurtural almarhum Pater Leo Perik, SVD selama lebih dari separuh kehidupan.

Adegan: anak-anak Sanpio menangis.....sambil berlutut dan berdoa...


Puisi DUKA SANPIO

Selamat terbang Bangau Putih, semoga ziarah Sanpio tercinta selalu ada dalam dekapan doa-doamu tanp[a henti dari alam keheningan abadi Sang Ada. Beristirahatlah dalam damaiNya sahabat, di sini kami selalu merindukanmu bersama lambaian nyiur di Halaman Depan dan ranumnya buah Sawo yang selalu menjadi skandal klasik para Seminaris, Sekian


By:frebenG’06 (Fr. Beben Gaguk)

Pantomin ini dipentaskan di Sanpio Tahun 2006....oleh Sanpio angkatan 48.....trims Broooooo....... Bung Mekroz (Macimiliano Thundang).......


Dedicated to all anak-anak Sanpio special to Sanpio48 n frebenG hehehehe........


Tuhan telah memberiku terang
Supaya aku menerangi dunia
Terangku kan bercahaya
Pada semua manusia
Agar kita muliakan Allah Bapa
Nyalakanlah dunia
Hai anak-anak terang
Nyalakanlah dunia dengan cinta kasihNya
Damailah dunia
Damailah manusia
Bawalah terang cinta Tuhan...




Oleh: NtangisWaling

This Is The Oldest Page

1 komentar so far

Jasamu P.Leo Perik slalu kami kenang. Semoga sekolah yang engkau dirikan akan terus bertumbuh. Khususnya putra-putrimu yg di utus kemana saja di dunia ini.


EmoticonEmoticon