Senin, 30 September 2013

Saatnya Kita Kembali ke Akar| Wake-myflores

Ketika kita kembali ke Akar


Kita akan selalu berusaha mencari kembali darimana kita berasal ada apa saja yang pernah terjadi di sekitar kita. Karena kita sadar bahwa semuanya itu telah memberi warna, bentuk dan pola pada diri kita. Atas dasar itulah maka Modern Homo Florensiensis menciptakan wake-myflores.blogspot.com 

      Ini adalah blog yang ke empat, bagi saya blog-blog sebelumnya menjadi pembelajaran yang sangat baik. terlebih bagi saya yang tergolong blogger pemula. Ini menjadi blog yang keempat dan saya memilih judul besar Modern Homo Florensiensis dengan Urlnya Wake-myflores.blogspot.com

Modern Homo Florensiensis

      Manggarai menjadi terkenal dan dikenal selain karena komodo juga karena Hobbit Floresnya, yahhh sudah banyak yang mengenal komodo, begitu banyak yang menulisnya di dunia maya dan kini kita patut berbangga karena Komodo menjadi salah satu dari new seven wonders. Kampung saya menjadi keajaiban dunia, saya rasa itu juga mencakup semua manusia yang ada di dalamnya. Boleh dibilang saya ini termasuk “wonders” juga atau manusia ajaib. Namun jika berbicara mengenai manusia penghuni flores saya dan nenek moyang saya yang berasal dari Minangkabau bukanlah yang pertama menghuni Manggarai tanah kuni agu kalo (Sebutan Untuk Manggarai), ribuan bahkan jutaan tahun sebelumnya Flores-Manggarai telah dihuni oleh manusia-manusia yang kita sebut Homo Florensiensis. Mereka adalah peletak dasar Flores-Manggarai dapat dihuni oleh manusia modern saat ini. Saya sendiri sebagai Modern Homo Florensiensis memiliki ketertarikan tersendiri terhadap para pendahulu penghuni flores ini dan mengapa mereka memilih flores?

   Saya berharap akan ada beberapa di antara modern Homo florensiensis yang juga memiliki ketertarikan yang sama dengan saya. Seperti yang Soekarno katakan “Jangan sekali-kali melupakan sejarah” saya juga berusaha mempelajari dan menggali kembali kehidupan para peletak dasar kehidupan para manusia pertama flores “Homo Florensiensis

Wake 

     Wake adalah bahasa Manggarai yang berarti “akar”. Dalam kehidupan orang Manggarai akar memiliki makna dan fungsi yang sangat penting sekaligus menjadi simbol asal-usul kehidupan orang Manggarai. Ada pepatah Manggarai yang berbunyi “wake ca lern wa, saung bembang ngereeta” atau “nia main waken?” ini secara harafiah berarti “darimanakah akar orang ini?” arti yang sangat dalam untuk menanyakan asal, keturunan, nama baik keluarga, suku maupun klan orang tersebut. Bahkan dalam beberapa kesempatan tak jarang akar digunakan sebagai obat dan juga Mbeko (ilmu gaib/magic) yang sangat mujarab. Wake juga dalam bahasa Inggris berarti “bangun”. Bagi saya ini berarti bangun dari tidur panjang dan saatnya untuk bangkit.
"Akar" telah menjadi simbol penting sejak zaman dahulu| Modern Homo Florensiensis

     Masing-masing kita memiliki arti dan pemahaman tersendiri tentang “akar” dan “bangun”. bagi saya wake-myflores dan modern homo florensiensis bermakna “manusia modern flores yang kembali bangkit untuk mencari dan menjaga akar-akarnya”. 


Sanpio 48
Oleh: Ntangis Waling


EmoticonEmoticon