Selasa, 28 Januari 2014

Kita semua berhak Menjadi Pembawa Damai


    Semenjak mendapat gelar menjadi "Mantan Fransiskan" banyak yang menilai kalau nilai-nilai kefransiskanan sudah hilang. Tapi toh namanya nilai yang ditanamkan pasti meninggalkan jejak. Entah itu jejak yang baik ataupun jejak yang buruk, semua tergantung cara orang yang melihat dan menganut nilai itu. Kemudian bekerja dan mempunyai beberapa teman yang berkeyakinan berbeda bagi saya itu adalah sebuah kekayaan dan juga anugerah. Saya sendiri banyak belajar dari mereka.Kemudian berlanjut pada lingkungan kampus yang nota bene 98% keyakinannya berbeda. Ini juga melengkapi dan memperkaya.

Fransiskus Asis by; Yulius Ferry. OFN | http://wake-myflores.blogspot.com/
Fransiskus Asis by; Yulius Ferry. OFM

    Nah sekarang apa maksud dari tulisan ini?

    Kemarin malam saya mendapat Broadcast dari salah seorang sahabat saya yang berkeyakinan beda. Kisahnya dia baru saja dipecat secara tidak terhormat dan dari tempat kerja. Entah siapa yang benar, tetapi menurutnya dia diperlakukan tidak adil,,biasalah namanya juga karyawan. Siapa saja yang pernah mengalami hal seperti ini pasti akan down luar biasa, penderitaan lahir bathinlah. Namanya Jakarta pekerjaan menjadi penopang hidup yang sangat penting .. isi broadcastnnya;
Tuhan, Jadikanlah aku pembawa damai..
Bila terjadi kebencian, Jadikanlah aku pembawa cinta kasih.
Bila terjadi Penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan.
Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan.
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian.
Bila terjadi kesesatan,  jadikanlah aku pembawa kebenaran.
Bila terjadi kepedihan, jadikanlah aku sumber kegembiraan.
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang.

Tuhan, semoga aku ingin menghibur daripada dihibur.
memahami daripada dipahami, mencintai daripada dicintai.

Sebab dengan memberi aku menerima,
dengan mengampuni aku diampuni,
dengan mati suci aku bangkit lagi,
untuk hidup selama-lamanya. Amin
Bro bagi saya ini doa yang paling cocok buat saya saat ini...

http://wake-myflores.blogspot.com/
An art by; Yulius Ferry. OFM

    Saya kaget setengah mati,,entah darimana dia dapatkan doa ini. Siapapun yang akrab dengan karya Fransiskus Asisi pasti kenal akrab dengan doa ini. Sekilas dilihat bahwa isinya benar-benar tidak memihak keyakinan siapapun, dan tidak menyinggung perasaan "Tuhan" manapun. Doa ini memang paling mewakili siapa saja yang merasa terluka dan merasa diperlakukan tidak adil. Entah dengan bahasa apa dan nama apa dia menyebut nama "Tuhan" semuanya bisa mengucapkan doa ini tanpa merasa "Murtad" dari keyakinannya yang tulus.
    Kembali saya melihat ke dalam diri saya, dengan latar belakang Fransiskan. Saya merasa malu, karena sudah seharusnya doa ini yang harus selalu saya ucapkan,jalankan dan hayati. Dan satu nilai penting yang saya petik dari peristiwa ini bahwa Fransiskus Asisi memberi kita teladan, bahwa kita semua berhak untuk menjadi Pembawa damai.

Oleh: Ntangis Waling