Selasa, 27 Juni 2017

Stegodon (Stegodon florensis insularis)

Arkeologi Manggarai
Gajah Purba


Stegodon adalah hewan besar sejenis gajah purba yang diyakini oleh para ahli  hidup sekitar 1 juta tahun lalu di Jawa berdasarkan temuan di Situs Sangiran. Jenis hewan ini disebut Stegodon trigonocephalus dan sudah punah sekitar 100 ribu tahun lalu. Fragmen tulang Stegodon juga banyak ditemukan dalam ekskavasi di Situs Liang Bua antara lain berupa gigi susu (milk tusk), geraham atas dan bawah, fragmen gading, fragmen tulang rusuk, femur, dan tulang-tulang lainnya. Temuan stegodon di Liang Bua  berasal dari lapisan Pleistosen Akhir hasil ekskavasi tahun 2001 hingga 2015. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh dua pakar paleontologi (Gert van den Bergh dan Rokus Due Awe) terhadap sisa-sisa tulang Stegodon dari Liang Bua, sampai saat ini telah diketahui bahwa setidaknya terdapat lebih dari 100 individu yang ditemukan di situs ini. 


Arkeologi Manggarai
Stegodon Florensis



Temuan ini merupakan subspesies dari Stegodon florensis, yaitu Stegodon florensis insularis. Subspesies ini memiliki ukuran di antara ukuran Stegodon sondaari dan Stegodon florensis temuan Situs Soa Basin. Stegodon florensis insularis mempunyai berat sekitar 650 kg dan ukuran badannya hanya sebesar kerbau. Stegodon florensis insularis berumur lebih muda dan mempunyai bentuk lebih kecil dibandingkan dengan Stegodon florensis-florensis yang ditemukan dari Situs Matamenge dan Ola Bula (di Cekungan Soa, Flores Tengah) yang berumur 840.000 tahun, sedangkan jenis Stegodon sondaari yang ditemukan di Situs Tangitalo merupakan Stegodon tertua yang berumur sekitar 1,4 juta tahun lalu, namun bentuk ukuran tubuhnya lebih kecil (pigmy).

Sabtu, 24 Juni 2017

Lipooz: Ketika Kamu Merasa "Muka Rakat".


Lipooz Hip Hop
Lipooz

Sudah lama tidak mencari informasi seputar Rapper favorit asal Manggarai :Lipooz. Bukan apa-apa, saya sendiri sangat terpesona dengan alunan rima dan irama dari Sang Maestro, penuh inspirasi dan juga sedikit memutar balik cara berpikir. Memang Lipooz keren abis... Sempat berpikiran bahwa Lipooz "Gantung Mic" atau mungkin karena saya jarang mengupdate karya-karyanya. Tapi bukan apa-apa lagu Lipooz sudah banyak berkelana sepanjang jalanan jabodetabek plus bandung,,,isi lagunya memenuhi isi hp dan selalu terpasang di headshet. Ruteng Is The City, FloresSound, Molas Baju Wara, Tinggi, dan Malas Tau. 

Virus Lipooz.


Ada satu pengalaman unik saya dengan lagu-lagu Lipooz. Saat itu disuruh untuk mengisi lagu di usb yang akan disebar untuk diputar di seluruh cabang tempat kerja. Karena di laptop semua MP3 saya simpan dalam satu folder. Tanpa sengaja lagu-lagu Lipooz itu ter-copy bersama lagu yang seharusnya semuanya beraliran jazz. Alhasil lagu Lipooz ikut diputar di 30an cabang di jabodetabek plus Bandung selama kurang lebih dua bulan!! Gara-gara ini saya dapat teguran dan diperintahkan untuk segera memperbaiki list lagu yang sudah terinfeksi lagu Lipooz. Ketika ditanya bagaimana rasanya dapat teguran gara-gara hal ini, jawabannya cman "laptop saya kena Virus dan Malas Tau!!

Myabi
Lipooz With Myabi


Lipooz Flores Sound


List lagu Lipooz dengan senang hati saya selalu bagikan ke teman-teman kampus dan teman-teman kerja. Dan komentar mereka? "Lagunya memang asik". Beberapa waktu terakhir bisa mendengar kembali Lipooz bermain Mic lagi ditengah maraknya #naikturunchallenge, #olesturunnaik, ataupun #maumerelihatdarikotaende. Dan  postingan facebook Lipooz bersama Myabi di Bali menjadi postingan yang paling hits yang akan selalu saya kenang. "Ini Myabi khan?? nah yang sebelah kiri itu siapa?" baru kemudian diberi penjelasan tentang Kraeng Manggarai Legendaris satu ini.

Lipooz: Conclusion


Ada yang bilang saya seorang pengemar berat yang cukup fanatik dengan lagu-lagu Kraeng Lipooz. Ada rasa senang dan bahagia tersendiri yang mengalir ketika mendengar lagu-lagunya. Jujur sebagai pengemar, tidak peduli dengan dentuman ajeb-ajeb, goyang oles turun naik takhta, joget maumeremliatdarimana Lipooz tetap menonjol dengan sendirinya. Lipooz yang menemani di tengah macet Jakarta, Kepanikan berada dekat dentuman bom sarina, banjir Jakarta,kasus "Putar Kopi tanta Jesica", hingga seribu lilin Tuang Ahok. Kraeng Lippoz, jangan pernah berhenti berkarya!!



Rabu, 21 Juni 2017

Adat Manggarai: Perkawinan dan Ritual Budaya Manggarai

Budaya Manggarai
Budaya Manggarai

Mari kita sedikit melirik Perkawinan dan Ritual Budaya Manggarai. Selain dikenal karena berbagai penemuan Arkeologinya, Manggarai juga kaya akan adat dan budaya. Salah satunya yaitu adat Perkawinan dan Ritualnya.

Perkawinan adat Manggarai. 

Ada tiga kata kunci dalam hal jenis perkawinan adat manggarai, yaitu kawing tungku (perkawinan dalam suku sendiri, antara anak saudara dengan anak dari saudari), kawing cako (perkawinan antara anak dari saudara dalam patrilineal), dan kawing  cangkang (perkawinan di luar suku). 


 Ritual budaya, 

Merupakan upacara adat atau kepercayaan  yang terdapat dalam kehidupan masyarakat Manggarai. Ritual budaya itu seperti : 

a. Barong Wae (Pemberitahuan ke Mata air) = Suatu acara syukuran akhir tahun atau upacara masuk rumah gendang dengan melakukan doa di mata air. 

b. Sae Kaba (Potong Kerbau) = upacara ini untuk mensyukuri hasil selama setahun. Upacara ini diiringi dengan tarian mengelilingi seekor Kerbau sebelum di sembelih. 

c. Cear Cumpe = Syukuran akan kelahiran seseorang.

d. Weda Mbaru = upacara meminang dimana calon pria dan wanita sebelumnya tidak saling mengenal. 

e. Penti = upacara syukuran akhir tahun. Upacara ini melibatkan keluarga serumpun dimana mengundang roh nenek-nenek moyang yang dihadirkan lewat media Kerbau, kemudian diperkenalkan anak, cucu, cicit kepada roh-roh nenek moyang tersebut. 


Adat Manggarai
Budaya Manggarai

Adat Manggarai: Makanan, Minuman dan Kesenian Tradisional Manggarai

Selain kaya dengan berbagai penemuan Arkeologinya, Manggarai juga kaya akan berbagai warisan budaya, mencakup makanan, minuman dan kesenian tradisionalnya.


Jenis makanan dan minuman tradisional Manggarai.

Masyarakat manggarai mempunyai minuman tradisional yang biasa disebut dengan  nama Sopi. Sopi mempunyai kadar alkohol yang cukup tinggi, sehingga minuman sulit untuk dilegalkan. Minuman ini selaku hadir dalam setiap  upacara-upacara adat. Makanan tradisional masyarakat Manggarai antara  lain rebok, songkol, latung cero, serta jagung latung. Dalam upacara  penyambutan tamu, biasanya masyarakat Manggarai menyambut dengan cepa (pinang, sirih,kapur) yang diberikan kepada tamu yang baru datang. 


Tarian Manggarai
Tarian Caci


Kesenian tradisional.

Kesenian tradisional dengan ciri khas daerah yang  berkembang di Manggarai adalah seni tenun, seni karya, seni sastra,  seni suara dan seni tari.  

a. Seni Tenun. 

Dalam seni tenun, corak tenun yang banyak berkembang adalah hitam gelap dengan berbagai motif warna warni. Dalam setiap  motif tenun terkandung makna filosofis.  

b. Seni Tari. 

Masyarakat tradisional Manggarai mengenal banyak tarian rakyat, yang paling dikenal adalah tarian Caci.  

c. Seni Suara. 

Kegiatan menyanyi secara tradisional, pada umumnya berkaitan dengan berbagai upacara adat. Berbagai syair yang sakral  banyak dilagukan dengan irama yang khas dengan diiringi musik tradisional sederhana seperti gong, gendang, kombeng dan suling.  Untuk lagu daerah yang terkenal adalah sanda dan mbata. Jenis alat  musik tradisional masyarakat Manggarai adalah gendang, gong,  kerontong.  

d. Seni Kriya.

 Seni kriya digunakan dalam pembuatan tenun ikat, anyaman topi pandan.  


Tarian Caci Manggarai
Tarian Caci

Senin, 19 Juni 2017

Penemuan Bangau Raksasa di Manggarai Flores

Arkeologi Manggarai
Bangau Raksasa 


Bangau Raksasa (Leptotilos robustus)  Temuan tulang burung ditemukan pada sektor XI yang secara langsung  bersebelahan dengan sektor VII, yaitu sektor tempat temuan tulang Homo floresiensis.  Temuan tulang burung ini berupa tulang tibiotarsus, carpometacarpus, ulna, dan femur.  Tulang-tulang burung ini didapatkan pada kedalaman 42,5cm – 47,0cm atau pada spit  43 – 47 yang merupakan lapisan Pleistosen di bawah lapisan tufa putih. 

Temuan tulang  Homo floresiensis didapatkan pada sektor VII pada spit 42, 43, dan 46, sehingga dapat  disimpulkan bahwa sisa avian ini berasosiasi dengan Homo floresiensis. Berdasarkan temuan tulang tibiotarsus sepanjang 48cm, dapat diperkirakan bahwa bangau raksasa ini  memiliki massa tubuh mencapai 16kg dengan tinggi badan mencapai 2 meter atau setara  dengan dua kali tinggi badan Homo floresiensis.

Arkeologi Manggarai: Komodo (Varanus komodoensis) : Sebuah Penemuan Sejarah

Komodo
(Varanus komodoensis) 


Ekskavasi arkeologi dan paleontologi di Situs Tangitalo dan Liang Bua  menghasilkan temuan berupa gigi, sejumlah bagian tulang punggung yaitu cervical  vertebrae, dorsal vertebrae, sacral vertebrae, dan anterior caudal vertebrae, serta  humerus, dan fragmen postcranial lainnya. Temuan-temuan ini menghasilkan  pertanggalan mulai masa Pleistosen Awal hingga Holosen atau sekitar 900.000 hingga  2.000 tahun yang lalu (Hocknull, 2009 : 10). Varanus komodoensis merupakan fauna  dari kelas Reptilia ordo Aquamata dan Famili Varanidae yang merupakan kelompok  famili biawak. Komodo merupakan kadal terbesar di dunia dengan ukuran panjang rata rata yaitu 3 meter. Ukuran tubuh komodo yang besar berhubungan dengan gejala  gigantisme pulau, yakni kecenderungan membesarnya tubuh hewan-hewan tertentu  yang hidup di pulau kecil terkait dengan ketiadaan mamalia karnivora di lingkungan  sekitarnya dan laju metabolisme yang rendah

Arkeologi Manggarai: Manggarai Menyimpan Banyak situs Prasejarah

Sejarah Manggarai
Gua Wae Rebo


Flores memiliki banyak temuan situs-situs gua hunian masa prasejarah yang  mengandung temuan rangka manusia dan temuan artefak batu, salah satunya yaitu Situs  Liang Bua. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan sejak tahun 1965, 1978-1989 2001-2004, 2007-2012 oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, diketahui tentang  gambaran fase-fase penghunian di Situs Liang Bua, yaitu mulai dari masa paleolitik  hingga paleometalik. Bahkan penelitian 2001-2004 telah menemukan lapisan budaya  yang lebih tua dengan berbagai temuan fauna endemik, antara lain tulang stegodon,  komodo, dan tikus raksasa (betu) yang berasosiasi dengan artefak batu serta fragmen  tulang-tulang manusia dari spesies Homo floresiensis (Jatmiko et. al., 2014 : 15). 

Renfrew and Bahn (2000 : 283) menyatakan bahwa temuan tulang-tulang  fauna yang berasosiasi dengan alat-alat batu dapat dijadikan bukti bahwa keberadaan  sisa-sisa fauna tersebut merupakan hasil aktivitas manusia, dalam artian manusia  mengeksploitasi fauna-fauna tersebut untuk menunjang kehidupannya. Temuan tulang tulang fauna yang terakumulasi dalam konsentrasi yang tinggi juga merupakan indikasi  aktivitas perburuan manusia. Karakteristik dari temuan dalam konteks ini meliputi  adanya artefak atau peralatan, fragmen tulang-tulang fauna, dan sisa-sisa penggunaan  api (Butzer, 1982 : 194). Berdasarkan pendapat Renfrew, Bahn, dan Butzer di atas,  maka temuan sisa-sisa fauna yang berasosiasi dengan artefak batu dan tulang-tulang  manusia di Situs Liang Bua dapat menjadi indikasi bahwa manusia Liang Bua telah memanfaatkan sumberdaya lingkungannya sebagai penunjang kehidupan (subsistensi). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui fauna-fauna yang dimanfaatkan sebagai bahan makanan oleh hominin pada masa itu.

Sumber: Analisis Strategi Subsistensi Manusia Purba Liang Bua, Flores Barat, Nusa Tenggara Timur
Jurnal Humanis, Fakultas Ilmu Budaya

Jumat, 16 Juni 2017

Pola pemerintahan ke-Dalua-an (Sistim pemerintahan Kerajaan Manggarai)

 Dalam Masyarakat Manggarai memiliki sistem wilayah ke-Dalu-an  yang dipimpin oleh seorang Dalu (Toda 2007). Dalu adalah orang yang  berkuasa terhadap suatu wilayah dan bertanggungjawab terhadap Raja Manggarai (Kraeng Bagung dari adat Pongkor-Todo). Dalam pelaksanaannya Dalu dibantu oleh Glarang untuk mengambil hasil bumi  dari kampung-kampung yang ada di wilayah kekuasaannya. Dalam setiap  kampung terdapat Tua Adat (Tua Golo/Tua Panga) yang bertanggung  jawab terhadap hukum kampung dan kebijakan kampung. 

Tarian Caci
Tarian Caci


Dalam  pelaksanaanya Tua Adat dibantu oleh Tua Teno yang mengatur masalah tanah dan tata krama masyarakat. Dalam pembagian tanah Tua Teno akan membagi tanah kampung secara Lingko (jari). Pembagian ini sesuai dengan jumlah anak laki-laki keturunan Bapak, dimana setiap Lingko ada ketua yang dinamankan Tua Lingko. Dengan demikian di daerah Manggarai pola penggunaan tanah (pertanian) akan berbentuk seperti jaring laba-laba 

Dalam masyarakat tradisional Manggarai terdapat 38 kedaluan (hameente), yakni : Ruteng, Rahong, Ndoso, Kolang, Lelak, Wotong, Todo, Pongkor, Pocoleok, Sita, Torokgolo, Ronggakoe, Kepo, Manus, Rimu, Welak, Pacar, Rego, Bari, Pasat, Nggalak, Ruis, Reo, Cibal, Lambaleda, Congkar, Biting, Pota, Rembong, Rajong, Ngoo, Mburak, Kempo, Boleng, Matawae, Lo’o dan Bajo. Dari setiap kedaluan  bersemi mitos atau kisah kuno mengenai asal usul leluhurnya dengan banyak kesamaan, yaitu bagaimana nenek moyangnya datang dari laut atau seberang, bagaimana nenek moyangnya turun dari gunung, menyebar dan mengembangkan hidup dan kehidupan purbanya serta titisannya. 

Ke-Dalu-an yang termasuk wilayah Manggarai Barat adalah Ndoso, Kolang, Wotong, Kepo, Pacar, Rego, Bari, Pasat, Nggalak, Ngoo, Mburak, Kempo, Boleng, Matawae, Lo’o dan Bajo. Dari 38 ke-Dalu-an ini, ke-Dalu-an Bajo dan Matawae memiliki beberapa perbedaan dari ke-Dalu-an lainnya. Perbedaan ini berupa tidak  adanya rumah adat (Mbaru Gendang) dan kesenian tradisional yaitu Tari Caci Hal ini menyebabkan para wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo kurang dapat merasakan nuansa kemanggaraian

Manggarai Barat: Arkeologi dan Etnografi

Berdasarkan penyelidikan para arkeolog dan ethnograf, di wilayah  Manggarai (termasuk wilayah Manggarai Barat) telah ditemukan beberapa  jejak kehidupan pada jaman pra-sejarah. Beberapa peninggalan jejak  kehidupan pada jaman pra-sejarah tersebut antara lain

Gua Manggarai
Gua Manggarai

a. Bangunan Compang. 
Salah satu ciri jaman pra-sejarah adalah  ditemukan unsur jaman batu serta adanya kepercayaan animisme  dan dinamisme (percaya pada roh-roh halus atau dewa). Compang  merupakan tempat sesajian yang terletak di halaman kampung atau  sekitarnya. Compang berbentuk bundar menyerupai meja  persembahan, terbuat dari tumpukan tanah dan batu-batu. Di  tengah-tengah compang tumbuh pohon (langke) yang sengaja  ditanam. Sebagian besar Compang terletak di wilayah Kabupaten  Manggarai, hanya Compang Pacar Pu’u yang terletak di  Kabupaten Manggarai Barat. 

b. Galian arkeologi.  
Galian arkeologi yang ada di Kabupaten  Manggarai antara lain: Liang Bua, Pongrekok, Liang Toge.  Sedangkan galian arkeologi yang ada di Kabupaten Manggarai  Barat adalah Warloka, Liang Momer dan Wae Racang. 

Minggu, 11 Juni 2017

10 Video Naik Turun Challenge Paling Hot

10 Video Naik Turun Challenge Paling Hot .... Naik Turun Challenge atau banyak yang menyebutnya "Oles Turun Naik" yang kini  begitu viral di media sosial terutama di Instagram dengan hashtag #naikturunchallenges. Berawal hal ini menjadi viral khususnya anak muda di daerah Flores- Nusa Tenggara Timur. Nah kali ini saya akan mengurutkan "Naik Turun Challenge" Paling HOT.

Turun Naik Challege Hot
Turun Naik Challege Hot


Klip asilnya tidak memuat gambar bergerak (video) namun hanya slide foto rapper Blasta Rap Family. Saat diunggah akun Youtube Hkt Blasta, video ini tak begitu booming. Namun, setelah lagu ini diunggah akun Yekerek,  Youtubers mulai menganggap lagu ini asyik.

Setelah cukup populer, beberapa orang mulai memakai video ini untuk back ground music (BGM) video menari atau bergoyang. Saking banyaknya yang memakai, publik dunia maya (netizen) mulai memberi label video orang menari dengan BGM lagu ini sebagai video Turun Naik Challenge.

Urutan 10:



Urutan Ke 9:




Urutan Ke 8:


Urutan Ke 7:





Urutan Ke 6:




Urutan Ke 5:




10 Video Naik Turun Challenge Paling Hot

10 Video Naik Turun Challenge Paling Hot .... Naik Turun Challenge atau banyak yang menyebutnya "Oles Turun Naik" yang kini  begitu viral di media sosial terutama di Instagram dengan hashtag #naikturunchallenges. Secara khusus anak muda di Flores- Nusa Tenggara Timur, yang kemudian mewabah menjadi viral nasional Nah kali ini saya akan mengurutkan "Naik Turun Challenge" Video Paling HOT bagian 2.  Setelah Sebelumnya saya memposting untuk bagian 1

10 Video Naik Turun Challenge Paling Hot
10 Video Naik Turun Challenge Paling Hot 

Naik Turun Challenge menciptakan generasi muda yang  kreatif. Naik Turun Challenge karena memiliki suatu gerakan atau goyangan yang pasti, sehingga menuntut generasi muda untuk bergoyang sekreatif mungkin tanpa menghilangkan unsur turun-naik dalam gerakannya.

Urutan Ke 5:








Urutan Ke 4:








Urutan Ke 3:








Urutan ke 2:







Urutan Ke 1:








Bonus: Nah Kalo yang ini saya bingung apakah termasuk dalam kategori ini?








Baca Juga: 

Sabtu, 10 Juni 2017

10 Video Naik Turun Challenge Terlucu

10 Video Naik Turun Challenge Terlucu Part 2 .... Naik Turun Challenge atau banyak yang menyebutnya "Oles Turun Naik" yang kini  begitu viral di media sosial terutama di Instagram dengan hashtag #naikturunchallenges. Nah kali ini saya akan mengurutkan "Naik Turun Challenge" Video Paling Lucu. Melanjutkan postingan saya sebelumnya.  Di 10 Video Naik Turun Challenge Terlucu

10 Video Naik Turun Challenge Terlucu
10 Video Naik Turun Challenge Terlucu

Urutan Ke 5:



Urutan Ke 4:



Urutan Ke 3:



Urutan Ke: 2:





Urutan Ke 1:



Sedangkan Video di bawah ini entahlah saya tidak bisa menggolongkannya kedalam Kategori "Turun Naik Challenge". Entahlah yang di "Turun Naik" bagian badan apanya gitu wkwkkw..

Bonus:

10 Video Naik Turun Challenge Terlucu

10 Video Naik Turun Challenge Terlucu .... Naik Turun Challenge atau banyak yang menyebutnya "Oles Turun Naik" yang kini  begitu viral di media sosial terutama di Instagram dengan hashtag #naikturunchallenges. Nah kali ini saya akan mengurutkan "Naik Turun Challenge" Video Paling Lucu.

10 Video Naik Turun Challenge Paling Hot
Oles Turun Naik

Turun Naik Challenge menjadi tantangan yang mewajibkan orang untuk bergoyang  dengan irama musik "Oles Turun Naik". Lagu "Oles Turun Naik" pertama kali dipopulerkan oleh  kelompok rap dari Papua, Fresh Boy feat. Blasta Rap Family. Lagu ini dirilis di Youtube sekitar awal Januari 2017.

Challenge ini tidak sesulit Mannequin challenge atau seberbahaya Om Telolet Om, hanya dengan bergoyang sekreatif mungkin tanpa menghilangkan unsur turun-naik. Challenge asli Indonesia Naik Turun Challenge  begitu viral di media sosial. Diikuti oleh berbagai kalangan secara khusus kalangan muda. 

Urutan Ke- 10




Urutan Ke -9:





Urutan Ke -8:





Urutan Ke 7:


Urutan Ke 6:



Urutan Ke 5:


Sedangkan Video di bawah ini entahlah saya tidak bisa menggolongkannya kedalam Kategori "Turun Naik Challenge". Entahlah yang di "Turun Naik" bagian badan apanya gitu wkwkkw..

Bonus: 



Baca Juga: