Rabu, 23 Agustus 2017

Hieronimus Guru: Mayor Jenderal dari Hombel-Ruteng

Hieronimus Guru: Mayor Jenderal dari Hombel-Ruteng


Mayor Jendral yang Rendah Hati: Hieronimus Guru.


Banyak yang tidak menyangka bahwa banyak Tokoh-tokoh berasal dari Manggarai-Flores merupakan penggerak dan penggagas berskala nasional maupun internasional. Saya sendiri sebelumnya tidak pernah menduga bahwa Seorang Putra kelahiran Manggarai yang saat ini berpangkat "Mayor Jenderal" alias Mayjen dan menjabat sebagai Deputi Bidang Operasi SAR Basarnas serta salah seorang dari sekian banyak tokoh militer Indonesia yang ahli serta berpengalaman dalam bidang "Infanteri". Sekali lagi Mayjen Kesaa!!!

Mayjen Dari Hombel-Mbaumuku


Hombel-Mbaumuku dan daerah sekitarnya terkenal dengan "sawah, Selada air", Wae Ces dan "Timi Molasnya". Bagi generasi kelahiran 90an yang tumbuh besar di Ruteng hampir pasti pernah merasakan dinginnya kolam-kolam kecil Wae Ces dengan aliran deras airnya. Wae Ces dengan segala pesonanya bertahun-tahun lalu adalah "Surga" bagi bocah-bocah kador untuk menguji nyali dan melatih ketangkasan berenang.
Diseputaran Wae Ces inilah Mayjen Hieronimus tumbuh besar. Mayor Jenderal kelahiran 23 Januari 1960 ini menyelesaikan pendidikan SDnya di SDK Ruteng 2, kemudian melanjutkan SMP di Seminari Pius XII Kisol (Sanpio) dan menyelesaikan SMA di SMA Negeri I Ruteng serta lulus dari akademi militer pada tahun 1984 dan Seskoad Staf dan Komando di London-Inggris.  Sepak terjang beliau di dunia kemiliteran termasuk sangat hebat terbukti hingga kini beliau menjabat sebagai Deputi Bidang Operasi SAR Basarnas yang sepanjang sejarahnya tercatat dipegang oleh tokoh-tokoh yang sangat berpenggalaman bukan hanya di atas kertas melainkan juga di lapangan.Beliau menjadi sosok yang paling sering tampil di televisi sebagai narasumber SAR untuk menjelaskan tentang perkembangan dari penyelamatan maupun pencarian di lapangan
Sosoknya sangat rendah hati dan mencintai keluarga, sebagaimana Serong dise empo mbate dise ame  sebuah warisan budaya dan adat serta sejarah tradisi Manggarai untuk selalu rendah hati dan mencintai keluarga. walaupun memiliki jabatan sebagai Mayor Jenderal beliau selalu menjalankan setiap tugas yang diberikan dengan penuh tanggung jawab. Kesuksesan tim SAR yang sering kita dengar sejak tahun 2015 tidak terlepas dari peran beliau yang memang kendali atas operasi SAR di seluruh Indonesia. Hal ini menjadi wajar mengingat beliau memiliki spesifikasi di bidang Infanteri dan segudang penggalaman di dunia militer Indonesia.




Karir Kemiliteran Mayor Jenderal Hieronimus Guru

  1. Liaison Officer Garuda XII B di Kamboja (1991)
  2. Wadan Yonif Linud 328/Dirgahayu Kostrad (1995 - 1996)
  3. Pamen Kostrad Pendidikan Seskoad (1996)
  4. Pabandya Ops Sops Mabes Kostrad (1997)
  5. Danyonif Linud 328/Dirgahayu Kostrad (1998 - 2001)
  6. Kepala Staf Brigade Infanteri Linud 17/Kujang I Kostrad (2002 - 2004)
  7. Komandan Brigade Infanteri Linud 17/Kujang I Kostrad (2004 - 2007)
  8. Asops Kasdam XVII/Cendrawasih (2007 - 2009)
  9. Danmentar Akmil (2009-2010)
  10. Danrem 171/Praja Vira Tama (2010-2011)
  11. Irut Sus Itum Itjen TNI (2013-2014)
  12. Direktur Latihan (Dirlat) Kodiklat TNI (2014-2014)
  13. Wadan Kodiklat TNI[3] (2014-2015)
  14. Deputi Bidang Operasi SAR Basarnas (2015-Sekarang)




EmoticonEmoticon