Sabtu, 16 September 2017

Asal-Usul Manggarai



Manggarai.news...Beberapa orang sering bertanya-tanya mengenai asal-usul nama Manggarai. Bagi orang yang sama sekali awam tentang sejarah tentunya hal ini cukup membingungkan. Karena ada dua tempat yang memiliki kesamaan nama; dalam hal ini Manggarai yang adalah salah satu kabupaten di Provinsi NTT dan juga Manggarai yang berada di Jakarta.

Yang Membuat hal ini semakin buruk ialah adanya salah pandangan bahwa Manggarai Jakarta lebih dahulu usianya dibandingan dengan Manggarai yang berada di pulau Flores. Bukan sekali duakali malah seringkali hal ini ditemukan. Walaupun demikian terlepas dari adanya dua tempat yang memiliki kesamaan nama, dua tempat ini sejatinya memiliki hubungan sejarah yang sangat unik. Sejarah dua Manggarai dari sudut pandang sejarah. Mengenai asal usul Nama Manggarai Jakarta akan dimuat pada tulisan selanjutnya.

Manggarai; merupakan salah satu kabupaten yang terletak di sebelah barat pulau flores Nusa Tenggara Timur. Dulunya merupakan satu kabupaten besar kemudian demi kelancaran administrasi kemudian wilayah Manggarai Timur dan Wilayah Manggarai membentuk kabupaten masing-masing dengan nama kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Manggarai Barat. Hal menarik dari peristiwa tersebut adalah bahwa kedua kabupaten ini tetap menyematkan nama Manggarai sebagai tanda identitas; identitas budaya yang sudah mendarah daging.


Studi mendalam tentang asal-usul nama Manggarai dilakukan oleh salah seorang budayawan dan sejarahwan asal Manggarai Dami N. Toda yang juga beliau meneliti tulisan-tulisan para peneliti terdahulu seperti Pater Jilis A. Verheijen.SVD sang pionir Homo Florensiensis. Dalam buku-buku yang beredar di sekolah-sekolah ditulis bahwa Manggarai berasal dari dua suku kata bahasa Bima Mangga yang berarti "Sauh" dan kata "Rai" yang berarti Putus. Hal ini terjadi saat ekspansi kerajaan Bima yang dipimpin oleh panglima kerajaan Bima Mangga Maci didampingi tiga saudaranya (Nanga Lere, Tulus Kuru, dan Jenaili-Woha)  ke wilayah Manggarai. Saat ekspansi tersebut pasukan Cibal yang menguasaai pelabuhan Kedindi (Reo) menyerang dan memutus tali sauh Kapal Mangga Maci. Mangga Maci pun berteriak Manggarai!!! (arti harafiahnya "Sauh Putus!!!!").

Dami N. Toda menolak bahwa nama Manggarai berasal dari suku kata bahasa Bima. Dami berpendapat bahwa nama Manggarai sudah ada jauh sebelum ekspansi Kerajaan Bima ke Manggarai. Dengan bukti bahwa:

  1.  Menurut naskah Achmad/Held pelayaran Kerajaan Bima berlansung pada bulan Maret 1845 dengan tujuan pelabuhan Kedindi (Reo) yang dipimpin oleh Jurubicara Bima Muhammad Yakub dan Bumi Luma Rasanae dengan tugas utama untuk memanggil Naib Reo (penguasa wilayah Reo) dan Naib Pota (penguasa wilayah Pota) dengan tugas tambahan membawa serta  “tatarapang” (keris tanda kekuasaan). Dan naas saat berlabuh di pelabuhan kedindi (tercatat tanggal 20 Maret 1845 iringan kapal tersebut terkena hempasan angin barat daya yang sangat kencang. Hal ini menimbulkan kepanikan namun tidak tercatat adanya teriakan Manggarai!!! dalam peristiwa tersebut.
  2. Manggarai di Jakarta sendiri sudah berada sejak tahun 1770 ( Rachmat; penulis buku "Asal-usul nama tempat di Jakarta). Tentu saja umurnya jauh lebih tua dari ekspedisi kerajaan Bima ke Manggarai.


Dami N. Toda berpendapat bahwa Nama Manggarai sudah ada lebih tua sebelumnya. Beliau mengangkat salah satu peristiwa pada tahun 1626 yang dicatat oleh seorang Belanda. saat itu penguasa Rinca menerima kedatangan seorang Raja Kerajaan Tallo yang bernama Mangarangi. Saat peristiwa tersebut penguasa Rinca mengakui Mangarangi sebagai Raja dan penguasa Rinca sebagai Wakil, semenjak itulah wilayah flores bagian barat disebut Manggarai.


Tentu saja masih dibutuhkan penelitian mendalam tentang asal-usul nama Manggarai, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa penelitian dan tulisan Dami N. Toda sejauh ini merupakan salah satu penelitian yang paling bisa dipakai. Hal ini sangat penting dilakukan agar menambah wawasan budaya kita tentang Manggarai.


EmoticonEmoticon