Minggu, 31 Desember 2017

Kain Songke Manggarai

Songke Manggarai merupakan salah satu warisan budaya Manggarai yang sangat unik dan terkenal. Sebagaimana dengan berbagai suku lainnya di Indonesia begitu pula halnya dengan Manggarai Flores NTT yang memiliki tenunan Khasnya sendiri. Kain Songke Manggarai menjadi salah satu identitas khas Manggarai yang mempersatukan seluruh Manggarai Raya sebagai sebuah identitas budaya serta menjadi ciri khas budaya Manggarai. Kain songke menjadi sesuatu hal yang wajib dikenakan dalam tiap upacara adat. 


Kain Songke Manggarai
Credit: @meirindaadventia

Ciri Khas Songke Manggarai

Jika membahas mengenai motif songke Manggarai maka akan sangat erat kaitannya dengan Sejarah dan Falsafah hidup orang Manggarai. Songke Manggarai sendiri mencerminkan nilai-nilai luhur orang Manggarai.  Seorang penenun songke Manggarai pernah mengatakan “Kami orang Manggarai melukis nilai-nilai hidup kami diatas kain”. Kita sendiri tentu saja mengamini pernyataan beliau ini.

Umumnya hal pertama yang menjadi ciri khas kain songke Manggarai adalah warna hitamnya yang begitu mencolok. Namun ada juga kain songke Manggarai yang warna dasar kainnya hijau tua. Warna hitam ini begitu mendominasi keseluruhan kain songke sedikit berbeda dengan tenun ikat Bajawa yang sebagian besar merupakan perpaduan warna hitam dan kuning.

Baca Juga: Adat Manggarai: Perkawinan dan Ritual Budaya Manggarai

Warna hitam pada yang mendominasi kain dihiasi dengan berbagai macam motif berwarna-warni. Motif pada kain songke sendiri memiliki makna yang sangat kaya seperti motif Wela Kawong, Ranggong (laba-laba), Su’i, Ntala (bintang), Wela Runu, Jok, dan Mata Manuk (Mata Ayam).


Makna Simbol-simbol pada Kain Songke

Warna Hitam pada kain songke Manggarai melambangkan Kebesaran, Keagungan, Kekuatan, dan Kepasrahan. Melaui warna hitam ini Orang Manggarai selalalu sadar akan Kebesaran, Keagungan dan kekuatan Mori Jari Dedek (Tuhan Sang Pencipta) manusia hakikatnya hanyalah makhluk fana. Warna hitam pada kain songke mengingatkan manusia untuk selalu pasrah dan berserah diri dan selalu ingat dengan Mori Kraeng (Tuhan Yang Mahakuasa). 


Berbagai macam motif pada kain songke ditempatkan secara teratur dan rapi, penempatannya pun tidak sembarangan hal ini melambangkan bahwa manusia Manggarai menjunjung tinggi keharmonisan dan keselarasan dengan Alam dan juga dengan sesama. Keharmonisan merupakan makna tersirat yang dengan sangat mudah dapat ditemukan di dalam kebudayaan  Manggarai semisal pada pembagian tanah yang berbentuk Jaring laba-laba, rumah adat, tata letak kampung, peribahasa dan masih banyak lagi.

Motif Wela Kaweng; Wela Kaweng merupakan Bahasa Manggarai untuk sejenis bunga dari Family Saliara  dalam istilah biologinya Lantana camara atau lebih dikenal dengan sebutan bunga Centeda. Tanaman ini tumbuh subur dan akan sangat mudah ditemukan di daerah tropis Manggarai. Motif ini melambangkan hubungan orang Manggarai yang sangat erat dengan alam lingkungan dan manusia bertanggung jawab untuk melestarikan alam lingkungan. 

Motif Ranggong (Laba-laba): Motif ini memiliki makna agar orang Manggarai senantiasa harus bekerja keras, ulet, bertanggung jawab, disiplin, teliti, tekun dan memiliki etos kerja yang tinggi. Hal ini seumpama laba-laba yang memintal jaringnya dengan begitu teliti serta memperhitungkan dengan seksama bagaimana dia akan membangun sarangnya.

Motif Jok; Motif Jok merupakan motif yang sangat unik. Motif ini melambangkan persatuan dan hubungan yang kuat. Hubungan kuat yang dimaksud disini adalah hubungan antara Manusia dengan Sang Pencipta, sesama dan juga alam lingkungan.

Motif Ntala (bintang); Motif Ntala pada kain songke merupakan representasi dari doa-doa orang Manggarai yang biasa disampaikan didalam Tudak (doa) “Kudut Langkas Haeng Ntala”. Hal ini menggambarkan doa orang Manggarai mengenai hidup seseorang; kesejahteraan, kemakmuran, kesehatan dan harapan bagi orang lain.

Motif Su’i: Motif pada pinggiran songke Manggarai ini melambangkan agar manusia Manggarai selalu ingat bahwasanya segala sesuatu akan berakhir. Tidak ada yang abadi di dunia ini. Karena itu manusia harus selalu rendah hati.

Motif Wela Runu: Motif menggambarkan bahwa orang Manggarai senantiasa memberikan pengaruh yang baik kepada sesama. Hal ini sebagaimana Wela Runu yang kecil namun indah.



EmoticonEmoticon