Rabu, 13 Desember 2017

Pengalaman Backpaker Ke Dieng

Tulisan ini sebenarnya sudah lama ingin di posting, hanya saja berhubung kesibukan persiapan skripsi jadi sempat ditunda sekian lama.  Baru kemudian ketika membuka catatan-catatan lama berulah menemukan lagi tulisan yang sudah sempat terbengkalai hehehe,,, Kali ini saya ingin membagikan cerita mengenai pengalaman menjelajahi Dieng-“Negeri Diatas Awan”.
Pengalaman Backpaker Ke Dieng
Selpi Bentar di Dieng

Mengapa saya memutuskan untuk ke Dieng? Entahlah ilham itu tiba-tiba muncul begitu saja. Dulu sewaktu bersekolah di Manggarai, Flores-NTT, nama “Dieng” muncul dari dalam buku sejarah peradaban hindu-Budha. Tidak pernah sekalipun tersebersit kepikiran akan mencoba “Backpaking” ke Dieng. Hingga sekitar pertengahan Juli kemarin ketika membaca sebuah artikel di Instagram tentang candi Arjuna langsung Fix saya memutuskan untuk “Backpacking sendirian ke Dieng!!!”.

Woke up in London yesterday, Found myself in the city near Piccadilly
Don't really know how I got here, I got some pictures on my phone
New names and numbers that I don't know, Address to places like Abbey Road
Day turns to night, night turns to whatever we want, We're young enough to say

         One Republic- Good Life

Persiapan Backpaking ke Dieng


Persiapan perjalanan ke Dieng pun dimulai, setelah searching sana-sini berbekal informasi dari orang yang pernah ke sana dimulailah persiapan Orang Manggarai ke Dieng. Jika dulu sewaktu masih bersekolah di Flores menjelajahi hutan, pantai dan gunung di Flores kali ini mencoba pengalaman yang sedikit berbeda.  Seperti biasa sebelum melakukan perjalanan corat-coret diatas kertas pun dimulai. Hal ini memang hal yang terkesan sepele namun sangat penting!!! Banyak para backpacker pemula yang menyangka bahwa membuat “List” diatas kertas merupakan hal yang kuno, namun jika tidak dilakukan dapat berakibat “fatal” bro.


Hal yang ditulis semisal estimasi biaya perjalanan, jalur dan alternatif jalur yang akan di tempuh, waktu yang paling tepat, penginapan, konsumsi, dan tempat tujuan.  Satu hal yang paling penting juga, mungkin ini pertanyaan bersifat “Reflektif”, Efek dulu sering serafik di Yogyakarta sewaktu masih di Fransiskan. “Apa tujuan kamu ke Dieng?” Jika kesana hanya untuk menghiasi Instagram dan wall facebook itu sama halnya dengan membuang-buang biaya!


Pernah suatu ketika pertanyaan yang sama saya ajukan ke salah seorang sahabat dari Jerman, “Apa tujuan kamu ke Indonesia? Dia menjawab bahwa ia ingin belajar dari penduduk,sejarah, warisan budaya, dan masyarakat Indonesia. Hal yang sama saya terapkan juga ketika bertandang ke Dieng. Beberapa artikel tentang Dieng saya perdalam mengenai sejarah candi-candinya, budaya dan juga masyarakatnya.


Rute Backpaking Ke Dieng


Setelah semua list dibuat dan pada hari-hari terakhir persiapan berangkat ke Dieng ternyata adik saya yang cewek memutuskan untuk ikut!! Busyet!! Ya mau gmana lagi akhirnya dua buah tiket dipersiapkan untuk keberangkatan ke Dieng. Adapun rute yang diambil adalah Senen-Purwokerto-Wonosobo-Dieng . Kami berangkat dari Senen sore hari jam 7 karena memang janjian di stasiun senen, beruntungnya adik yang saya panggil “Oneng” bisa datang jam 6 sore. Setelah sempat makan akhirnya kami masuk ke dalam stasiun senen untuk siap-siap berangkat ke Dieng. Tidak menunggu lama kereta yang akan kami tumpangi menuju Purwokerto datang tepat pada waktunya.


Sengaja dari awal saya memilih kereta Ekonomi dengan pertimbangan pagi hari akan sampai di Stasiun Purwokerto. Berhubung kereta ekonomi dan posisi duduknya berhadapan dengan penumpang lain maka waktu perjalanan itu saya pakai untuk berbicara dan berkenalan dengan penumpang yang berhadapan langsung dengan kami.


Nah, disinilah indahnya backpacking, yaitu kita bisa bertemu dan berkenalan dengan begitu banyak orang baru yang akan kita jumpai sepanjang perjalanan. Mereka adalah sepasang suami-istri yang akan liburan ke kampung istrinya di Purwokerto, sepanjang perjalanan sang bapak banyak memberikan nasehat-nasehat yang sangat berguna untuk yang masih belum menikah seperti saya ini heehhehe.


Di kereta sendiri ada beberapa penumpang yang sekilas terlihat menggunakan tas backpacker besar dan bertampang rombongan mahasiswa. Saya dan Oneng sendiri sudah curiga dari awal bahwa sepertinya mereka juga memiliki tujuan ke Dieng juga. Ada sekitar empat rombongan yang berbeda. Bukan apa-apa keseringan membaca dan menonton Sherlock Holmes dan film bergenre Spy  berlatar perjalanan di kereta api semisal film Source Code mengajarkan untuk membaca gelagat dan karakter orang wkwkkwk.


Bersambung….



EmoticonEmoticon