Selasa, 12 Desember 2017

Suka Duka Kuliah di Unpam



Kali ini saya akan sedikit menulis mengenai pengalaman menjalani tahun-tahun kuliah di Unpam. Sebagai orang Manggarai perantauan yang mencoba mencari ilmu di ibukota tentunya mengeyam pendidikan merupakan sesuatu yang sangat didambakan. Awalnya saya sempat ragu, betapa tidak? Ada banyak pertanyan yang bermunculan di kepala. Apakah saya bisa bekerja sembari kuliah di Jakarta? Apakah gaji saya cukup untuk membiayai kebutuhan hidup dan juga membiayai kuliah? Apakah saya dapat beradaptasi dengan situasi kuliah di Jakarta sedangkan saya sendiri  berasal dari daerah antah-berantah yang ada komodonya?

 
Wisuda Unpam
Credit: feldy_novian


 
Terlebih jika memikirkan mengenai jurusan apa yang akan diambil. Hingga saya memutuskan untuk mengambil Jurusan Teknik Informatika. Ada beberapa pertimbangan; Pertama; ada banyak Kampus menyediakan Jurusan Teknik Informatika, Kedua; Rata-rata biaya Jurusan Teknik Infomatika cukup terjangkau. Namun pertanyaan intinya belum terjawab. Apakah ada kampus yang menyediakan kelas khusus untuk karyawan dengan waktu kuliah yang cukup fleksibel untuk barista seperti saya? Mengenang masa-masa sulit seperti itu kadang saya ingat perkataan seorang sahabat “Kita bukan anak Orang Kayahhhh!!!”

If you're lost and alone Or you're sinking like a stone
Carry on!!!
May your past be the sound of your feet upon the ground
Carry on!!
Cause we are We are shining stars
We are invincible, We are who we are
On our darkest day, When we're miles away
So we'll come, we will find our way home 

Fun; Carry On

Setelah kesana kemari mencari informasi mengenai kampus saya sempat frustrasi karena hampir semuanya tidak cocok baik dari segi biaya maupun dari segi waktu kuliah.  Setres? Saya bilang; “Amat sangat stress” Puji Tuhan akhirnya Doa saya terjawab. Pada awal tahun 2012 salah seorang rekan kerja memberitahukan mengenai kampus yang kelasnya hanya hari Sabtu. What??!! Awalnya saya sama sekali tidak percaya berhubung sebelumnya sempat terjebak di kampus abal-abal (Sad Story). Tetapi kemudia rekan saya tersebut mendukung dan toh karena dia juga sudah mendaftar di kampus itu. Saat itu dia cuman berujar agar mencari informasi mengenai kampus Unpam.

Sedikit Informasi Mengenai Kampus Unpam

Unpam; merupakan singkatan dari Universitas Pamulang. Kampus Unpam beralamat di Jl. Surya Kencana No.1, Pamulang Barat, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten.  Gedungnya sendiri cukup megah dan besar dan dapat kelihatan dari kejauhan. Sekitar tahun 2014an kalo nga salah Unpam mulai memakai gedungnya yang di Viktor, atau lebih dikenal dengan Unpam Viktor. Lokasi Unpam Viktor sendiri di Jalan Puspitek No.23, Buaran, Serpong, Buaran, Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Untuk Kampus Unpam Pamulang lebih cocok melalui jalur Pondok Indah-Lebak Bulus, setelah Lebak Bulus, tinggal lurus aja ikutin jalan kurang lebih 5 KM. Sedangkan untuk kampus Unpam Viktor sendiri sebenarnya hanya berjarak 5 Km dari kampus Unpam Pamulang. Saya sendiri kalo ke Unpam Viktor lebih sering mengambil jalur Mall Teras Kota Tanggerang, toh karena saya pagi-pagi harus dari Jakarta Utara.


Kuliah Kelas Karyawan Hari Sabtu

Banyak yang bertanya “Memangnya kuliah hari sabtu di Pamulang nga Kejauhan?” Jujur saja buat saya ini adalah pertanyaan yang diajukan oleh orang yang jarang touring hari sabtu. Saya sendiri begitu menikmati perjalanan dari Jakarta Utara ke kampus Unpam pada hari sabtu pagi. Betapa tidak?. Hari sabtu pagi jam 6 jalanan Jakarta begitu bersahabat. Jalanan sangat lancar dan kendaraan masih sepi. Saya bahkan bisa melaju dengan kecepatan hingga 80 Km/jam, suatu hal yang hampir mustahil dilakukan di jalanan Jakarta pada hari-hari biasa.

Betapa saya menikmati “Touring” hari sabtu pagi sambil ditemani lagu-lagu cadas tahun 80an untuk menambah semangat. AC/DC; “Thunderstruk, High way To Hell, Black In Black” atau kadang lagu-lagu Michael Learns To Rock, Coldplay, Guns N’ Roses, Jonsi, FUN,. Tergantung suasana hatilahh..

Mungkin bagi sebagian orang ini hal yang sedikit “Nekat” memutuskan untuk memilih kampus sejauh itu. Tetapi bagi saya ini merupakan pengalaman yang menarik. Kadang sepanjang perjalanan saya menemukan begitu banyak ide untuk memecahkan masalah yang sering bikin kepala mumet. Kadang dalam perjalanan tersebut saya sadari seseorang pernah berkata bahwa Kita ini hanyalah “Peziarah dan Perantau di Dunia ini”.

Bersambung….


EmoticonEmoticon