Rabu, 03 Januari 2018

Pakaian Adat Manggarai

Kebudayaan Manggarai Flores Nusa Tenggara Timur sebagaimana halnya dengan kebudayaan lain juga memiliki pakaian adatnya sendiri. Pakaian adat ini merupakan sebuah ciri khas dan juga Identitas “Manggarai” sebagai sebuah kebudayaan. Walaupun Manggarai secara administrative telah terbagi menjadi tiga kabupaten yaitu Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur namun tetap dilihat sebagai suatu kesatuan budaya.

Pakaian adat Manggarai bukan hanya sekedar penutup badan namun memiliki makna yang sangat dalam. Melalui pakaian adat inilah tergambar nilai-nilai luhur sejarah dan kekayaan budaya dari orang Manggarai. Singkatnya melalui pakaian adat inilah Pria dan Wanita Manggarai selalu sadar akan nilai-nilai luhur warisan nenek moyangnya. Bukan tanpa sebab mengapa pakaian adat Manggarai memiliki ciri khasnya sendiri. 


pakaian adat Manggarai
Pakaian Adat Manggarai
Credit : @onchu_photo2018


Pakaian adat Manggarai juga memiliki ketentuan ketentuan pemakaiannya. Fungsi Etik dari pakaian Manggarai ini yang mengambarkan status sosial seseorang di dalam masyarakat. Pada zaman dahulu di Manggarai sendiri terdapat perbedaan mencolok antara pakaian adat yang digunakan oleh kaum bangsawan (Tuang), dan orang biasa.  Selain itu pakaian adat Manggarai juga tidak asal sembarangan digunakan melainkan sesuai dengan fungsinya. Misalnya pakaian adat untuk berperang, upacara adat dan pakaian adat pemain Caci terdapat perbedaan diantaranya. 


Selain fungsi Etik pakaian adat Manggarai juga mengandung fungsi Estetika. Misalnya saja pada keselarasan pemakaian balibelo, cara mengikat kain songke (Deng Towe Songke), cara mengikat Sapu (Kain penutup kepala biasanya bermotif batik) ataupun cara menyimpan keris. Semuanya mengandung nilai estetika yang sangat tinggi.

Terdapat juga Fungsi Religius dalam pakaian adat Manggarai. Melalui pakaiannya orang Manggarai mencerminkan nilai-nilai religius. Terdapat falsafah hidup bagaimana orang Manggarai Sang Pencipta Mori Jari Agu Dedek. Hal ini sangat nampak dalam tenunan songke Manggarai


Selain berbagai fungsi diatas terdapat juga fungsi Sosial dan fungsi Simbolik dari Pakaian adat Manggarai. Sebenarnya masih ada banyak fungsi-fungsi lainnya yang terkandung di dalam Pakaian adat Manggarai. Hal ini menggambarkan betapa luhurnya nilai-nilai budaya yang terkandung di dalam pakaian adat yang dikenakan oleh orang Manggarai.


Pakaian adat Wanita Manggarai

Secara umum pakaian adat wanita Manggarai terdiri atas;

Kain Songke: Kain songke merupakan salah satu hal yang wajib dikenakan sebagai pakaian adat oleh wanita Manggarai. Kain songke Manggarai ini dipakai selayaknya sarung, walaupun demikian ada aturan khusus dalam cara melilit kain songke ini, semisal bagian songke mana yang menghadap ke depan.

Balibelo: Balibelo terbuat dari logam berwarna keemasan. Pada zaman dahulu balibelo untuk wanita Manggarai dari kalangan bangsawan memang terbuat dari emas. Balibelo dikenakan selayaknya mahkota di kepala. Pada acara-acara besar para penari wanita Manggarai biasanya menggunakan balibelo. Demikian pula halnya saat acara pernikahan, sang pengantin wanita mengenakan balibelo di kepalanya.

Selendang: Selendang bermotif songke saat ini biasanya digunakan untuk acara pernikahan dan juga oleh para penari wanita.


Pakaian adat Pria Manggarai

Kain Songke: Sebagaimana halnya diatas, kain songke merupakan hal yang wajib digunakan sebagai pakaian adat.

Ikat Kepala (Sapu); Sapu digunakan untuk menutupi kepala. Ikat kepala ini biasanya bermotif batik berwarna kuning coklat. Selain Sapu kopiah bermotif songke juga sering digunakan untuk menggati sapu.

Baju Kemeja Putih: Baju Kemeja putih yang digunakan adalah baju kemeja yang berlengan Panjang. Sedangkan pada zaman dahulu para raja memiliki baju khasnya sendiri yang berwarna hitam dihiasi oleh bordiran emas.

Selendang: Selendang untuk laki-laki Manggarai dipakai secara menyilang dari samping. Ada beberapa jenis selendang, yang paling umum bermotif Songke dan yang bermotif Kuning cerah dengan pingiran merah.

Tubirapa: Tubirapa merupaka salah satu hal yang unik dari pakaian adat Manggarai. Tubirapa digunakan seperti tali helm. Umumnya tubirapa menggunakan kain kecil berwarna merah. Pada bagian dagu digantung butiran manik-manik yang dibiarkan menjuntai panjang seperti janggut.


EmoticonEmoticon