About Me


Tentang Manggarai.news


Tabe Latang Sanged Taung Weki Manggarai dan semua orang yang mencintai Manggarai-Flores-NTT dimana saja berada. Selamat datang di Website ini. Ada kerinduan yang sangat mendalam kepada "Tanah Kuni Agu Kalo"-tanah tumpah darah yang mencetuskan adanya website ini. Sebagai orang manggarai di tanah perantauanlah yang menyadarkan betapa kayanya arkeologi, sejarah, budaya dan alam manggarai. Karena itu melalui website manggarainews ini berusaha sedapat mungkin melestarikan dan membagikan kepada semua orang agar identitas "Manggarai" sedapat mungkin tetap ada. Ada Peribahasa Manggarai " Neka One Belang dung One Gurung" yang ditujukan kepada orang yang tidak tahu dan lupa darimana asal muasalnya. Melalui website bersama-sama kita membagikan pengalaman mengenai bagaimana menjadi orang Manggarai Perantauan dan kerinduannya kepada "Tanah Kuni Agu Kalo", serta bagaimana membagikan "Secuil" wawasan mengenai sejarah, budaya, dan orang Manggarai.


Manggarai Di Era Teknologi Modern


Awalnya hanya sebuah hobby dan terutama kepedulian akan arkeologi dan sejarah manggarai yang semakin dilupakan membuat dicetuskannya website ini. Sumber paling lengkap yang pernah ditulis tentang sejarah manggarai tentu saja Mahakarya dari Alm. Dami N. Toda melalui bukunya "Manggarai Mencari Pencerahan Historiografi". Dan website ini sendiri berusaha memberikan sedikit warna pada hal tersebut dan tentu saja tidak dapat sama sekali menyamai mahakarya sang Master Dami N. Toda dan Pater Jilis Verheijen, justru berusaha agar nama dan karya mereka semakin dikenang sepanjang sejarah. Dengan pertimbangan tersebut lahirlah bocah kador "Modern Homo Florensiensis" yang " Dipukul tambah subur, ditendang tambah segar". heheheh

Tentunya sangat banyak Kekurangan dari website ini, karena itu penulis dari hati yang paling dalam meminta maaf untuk segala kekurangan tersebut. Nai ngalis tuka ngengga, dari semua pihak. 

Ca natas bate labar, ca uma bate duat, ca tower bate signal, ca tv bate porong, ca website bate hese